Turun Harga Stok Minyak Cepat Habis

101

When minyak goreng price is more volatile than BTC…

Yep, calling all hodlers yang jantungan sepanjang minggu kemarin karena harga aset yang turun terus kayak kisah cinta kamu, kini ada juga ni guys, komoditas yang harganya turun, tapi bikin kita hepi.
 
Wait, what?
Minyak goreng. Yep, jadi kalo sepanjang minggu kemarin orang-orang pada heboh gara-gara harga minyak goreng yang melonjak tajam, sekarang stok persediaan si minyak goreng itu cepet banget abisnya, aka diborong banget sama warga karena harganya yang menurun, yaitu di angka 14ribu.
 
How come?
Jadi gini guys, di pertengahan bulan ini, as we know harga minyak goreng di pasaran tuh tinggi banget yah, bisa sampai 24 ribu sampai 26 ribu rupiah per kilogramnya, yang dipengaruhi sama berbagai faktor (find out what they are here). Menanggapi hal ini, pemerintah kemudian mendapat berbagai keluhan dari pedagang maupun rumah tangga. Karena yhaa kok harga minyak mahal gitu lo. Nah, melihat situasi ini, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan langsung gercep ambil tindakan dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 3 Tahun 2022.
 
Peraturannya gimana?
Permen ini langsung dilaksanakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dan berisi arahan bahwa pemerintah bakal mengadakan minyak goreng yang udah disubsidi sebagai langkah penstabilan harga. Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menyebut bahwa pemerintah udah menggolontorkan dana sebesar Rp7,6 Triliun untuk membantu menurunkan harga minyak goreng jadi Rp14 ribu per liternya. Yep, jadi biar harganya ga naik-naik banget, pemerintah ada nalangin dikit gitu guys, makanya harganya bisa turun.
 
I see...berlaku mulai kapan tuh?
Kebijakan ini berlaku mulai dari Rabu, tanggal 19 kemarin sampai 6 bulan ke depan. Seluruh ritel modern, atau yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Asprindo) wajib mengikuti kebijakan ini, dan menyasar untuk kebutuhan rumah tangga, sama usaha kecil dan mikro, kata Pak Lutfi.
 
Aaah karena murah makanya diborong ya?
Smart cookie. Makanya kalau kamu liat di toko-toko ritel modern, sejak Rabu kemarin tuh banyak rak minyak goreng yang mostly kosong, karena udah pada diborong aka orang-orang pada panic buyingOke Nurwan, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag menjelaskan bahwa distribusi minyak goreng 14 ribu di berbagai ritel modern emang dibatasi buat ngejaga pemerataan distribusi minyak gorengnya di masyarakat. Makanya proses pendistribusiannya dilakukan tiap hari biar tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat ceunah. Kata Pak Oke, kalau stok di ritelnya udah abis, berarti stok punya pemerintah juga abis.
 
Lah yang di pasar tradisional nasibnya gimana dong?
Itu dia yang jadi perbincangan, gengs. Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri berharapnya distribusi minyak goreng subsidi juga bisa masuk ke pasar tradisional, nggak cuma ke ritel modern doang. Karena tuh gini kata Bang Mansuri, karena pedagang tradisional nggak dapat jatah stok dari pemerintah, mereka akhirnya ambil dari pabrik gitu kan, dan itu kan harganya ditentukan dari pabrik. Jadinya mereka nggak bisa jual dengan harga 14 ribu, karena kalau tetap 14 ribu, mereka bakalan rugi. Tapi kalau nggak dijual segitu, mereka juga yang kena sanksi, guys. Sekarang mereka masih jual di harga 19-20 ribu per kilo.
 
Terus Kementerian Perdagangan responsnya gimana?
Dikonfirmasi oleh Pak Lutfi, pengadaan minyak goreng subsidi mulai Rabu kemarin itu rupanya baru tahap awal. Pemerintah perlu waktu seminggu dulu, baru kemudian minyak goreng 14ribuannya didistribusikan ke pasar-pasar tradisional. Pak Lutfi juga memastikan kalau pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia bakal kebagian minyak goreng subsidi ini, dan penyalurannya juga akan dipantau secara tegas.
 
Anything else?
Well, informasi soal minyak goreng subsidi 14 ribu ini ternyata nggak cuma heboh di dalam negeri, tapi juga di luar negeri, bahkan sampai diliput media luar. Di Vietnam, Vietnamplus memberitakan isu ini dengan mengatakan bahwa lonjakan harga minyak goreng dilakukan menyusul harga komoditas baru-baru ini, terutama harga minyak sawit mentah di pasar ekspor.