RUU TPKS Akhirnya Disahkan Jadi RUU Usulan DPR, Tonga Setelah Erupsi Gunung Berapi Bawah Laut, 2021 Penggunaan Daya Listrik Meningkat 6%, Menggunakan Masker Bikin Orang Terlihat Lebih Menarik

164

Good morning !

Hello. Today we have a great news: RUU TPKS akhirnya disahkan jadi RUU usulan DPR. We know, we know, the journey is still long and uncertain ahead of us, but for now, can we appreciate all the hard work that you, and all of us have done to put pressure on the government to pass this legislation? Now, if you prefer to listen all about it on podcast, it’s here, but you can also read it down below. Let’s go!


Here you go, the 360 updates on RUU TPKS.

Yesss, udah sampai mana nih? 
Jadi, kemarin banget nih, Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) yang udah sejak lama didesak buat disahkan itu akhirnya makin keliatan hilalnya, guys. Setelah berbagai drama masuk prolegnas, terus nggak masuk lagi, terus masuk lagi, akhirnya Ketua DPR RI Puan Maharani kemarin ketuk palu dan mengesahkan RUU TPKS ini jadi RUU inisiatifnya DPR.
 
Finally…
Tapi perjalanan masih panjang, karena ini statusnya baru RUU Inisiatif, yang artinya ini baru fix bakalan dibahas sama DPR, buat kemudian dibahas lagi sama pemerintah dan pihak-pihak terkait. Setelah semua pihak setuju, baru deh DPR rapat paripurna lagi buat mengesahkan RUU ini jadi Undang-Undang yang sah se-sah sahnya.
 
How did we get here tho?
Ok. RUU ini tuh sebenarnya udah dibahas dari 2016 kan, yang bakal mengatur segala bentuk kekerasan seksual, bukan cuma pencabulan dan pemerkosaan kayak yang sekarang diatur di KUHP. (Find out what they are here). Iya guys, secara dengan kondisi kekerasan seksual yang makin darurat di tanah air, maka dibutuhkan payung hukum yang lebih luas buat berbagai aksi kekerasan seksual, bukan cuma buat pemerkosaan atau pencabulan aja. Karena berbagai tindakan kekerasan seksual lain kayak pemaksaan, pelecehan seksual, intimidasi, penikahan paksa dll itu juga merupakan kejahatan seksual. Tapi karena belum ada payung hukumnya, maka para penegak hukum ga bisa menindak aksi tersebut. Makanya kita butuh UU yang mengatur berbagai tindak kekerasan seksual, yang detail, dan komprehensif, dan berpihak sama korban.
 
And the answer is RUU ini tadi…
Exactly. Nah sejak saat itu, dirumuskanlah undang-undang untuk mengatur tindakan kekerasan seksual yang tadinya dinamai RUU PKS. Namun seiring berjalannya waktu, namanya berganti jadi RUU TPKS. RUU ini kemudian jadi RUU inisiatif DPR, dan sebenernya sejak 2016 undang-undangnya udah masuk daftar prioritas di DPR, artinya ini urgent banget dan harus buru-buru disahkan. Tapi oh tetapiiii selalu aja masuk penolakan dengan berbagai alasan, misalnya legalisasi seks dan hubungan sesama jenis. Jadi udah masuk daftar prioritas, dikeluarin lagi, revisi lagi, masuk prolegnas lagi, keluar lagi, revisi lagi, gituuuu terus sedangkan kekerasan seksual makin merajalela.
 
Hiks…
Nah yang perlu kamu tahu guys, secara undang-undangnya usulan DPR, maka DPR nih yang harus bikin draft RUU-nya sebelum akhirnya dibahas barang pemerintah. Karenanya, DPR harus satu suara dulu nih, setuju dulu kita mau pake draft yang mana, gitu. Nah secara di DPR juga ada 10 partai, maka ada partai yang setuju, ada yang engga, hingga akhirnya draftnya ga jadi-jadi. Ya kalo gajadi kan mana bisa mulai dibahas sama pemerintah kan, akhirnya DPR sampe bentuk panitia kerja (panja) yang khusus ngerumusin ni RUU. Dan emang rumit banget guys, secara ya si 10 kepala tadi harus diakomodir…
 
Diakomodir gimana maksudnya?
Well, menurut Ketua Panja yang namanya Willy Aditya, susah banget guys bikin 10 partai on board semua mendukung RUU TPKS ini. Bahkan pada November lalu, pengambilan keputusan yang biasanya dilakukan pake musyawarah mufakat ini jadi pake suara terbanyak aka voting karena emang serumit itu dan most likely ga akan satu suara semua. Beberapa yang jadi alasan penolakan ya itu tadi, melegalkan seks bebas, seks menyimpang, dll
 
Ya ampuun…
Nah tapi somehow, setelah melalui drama-drama revisi lagi, tunda pembahasan, revisi, tunda, akhirnya kemarin DPR berhasil mengesahkan versi “RUU TPKS Final-final banget-ga revisi lagi-final bgt ya Allah” dengan resmi. Meski begitu, masih ada satuuu partai lagi yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang masih menolak tapi yha gimana kan yang sembilan udah mendukung jadi ya lanjuuut.
 
Kenapa menolak emang? 
Jubir PKS, Kurniasih Mufidayati bilangnya RUU ini enggak memasukkan secara komprehensif seluruh tindakan kesusilaan yang meliputi kekerasan seksual, perzinaan, dan penyimpangan seksual yang menurut PKS sih, merupakan esensi penting bagi pencegahan dan perlindungan dari kekerasan seksual. Tapi yha gitu, PKS tetap kalah suara dari fraksi lain yang setuju dan akhirnya RUU ini tetap disahkan dan udah disahkan sebagai RUU inisiatif DPR.
 
Yaudah ok terus sekarang gimana?
Now that draftnya udah ada, tinggal Pak Jokowi menerbitkan surat presiden (Surpres) untuk jajarannya membahas RUU ini sama DPR. Abis suratnya diterima DPR, baru deh DPR juga memutuskan ni RUU mau dibahas sama siapa. Namun so far sih karena bahasannya pidana yah, maka bakal ada Menteri hukum dan HAM Yasonna Laoly. Terus karena perempuan, maka bakal ada Menteri PPPA Bintang Puspayoga. Meanwhile dari DPR sendiri masih bakal dibahas ni, kira-kira balik lagi ke Panja atau ke komisi.
 
Jadi perjalanan masih panjang?
MASIH banget guys. Makanya saatnya nih kita pantau terus pembahasannya, termasuk pasal-pasal yang bakal ada di RUU TPKS ini. Pantau terus Pak Yasonna, Bu Bintang, dan para wakil rakyat kita di DPR, khususnya yang terlibat langsung sama pembahasan RUU ini. Jangan sampe yhaa RUU-nya disahkan tapi isinya masih ngga melindungi korban kekerasan seksual yakan. Yuk ah, jangan kasi kendor!

Who’s just hit by eruption and tsunami?

Tonga.
Yep, setelah erupsi yang terjadi dari gunung berapi bawah laut beberapa hari lalu, situasi di salah satu negara di kepulauan Pasifik yaitu Tonga masih dalam proses recovery nih, gengs. And, Thank God nggak ada korban massal dalam bencana ini.
 
Remind me againletusannya separah apa sih?
Parah banget gengs. Jadi diyakini, letusan gunung berapi itu adalah yang terbesar dalam 30 tahun terakhir ini di bumi. Gede banget kan tu, sampe-sampe gambar dari satelit menunjukkan ledakan yang selevel ledakan nuklir. Letusan ini sampe mengakibatkan tsunami di Kawasan Pasifik sampai ke Jepang dan west coast Amerika Serikat, dan lanjut terus sampe menyebabkan minyak tumpah di Peru.
 
Oke, terus-terus? 
Nah menariknya guys, despite its massive volcanic eruption, jumlah orang meninggal dan kerusakan infrastruktur yang terjadi di Tonga bisa dibilang minimal banget. So far ada dua orang korban jiwa, dan yang jadi masalah adalah sumber air yang terkontaminasi abu. Selain itu, abu juga menetupi landasan pacu bandar udara di ibu kota Nuku’alofa, dan kini lagi buru-buru dibersihin sama pemerintah setempat, biar bantuan dari negara lain bisa datang dan leluasa mendarat di negara mereka. Adapun yang bakal ngebantu mereka salah duanya adalah tetangga sendiri, Australia dan Selandia Baru.
 
Sounds good…
Yep, Menhan Selandia Baru Peeni Henare udah nyiapin bantuan berupa dua kapal angkatan laut yang isinya air minum dan kebutuhan esensial lain buat warga di Tonga. Selain itu, Selandia Baru juga udah ngirimin helikopter yang bakal berguna banget buat proses evakuasi di sana. Ada juga beberapa orang tim survei dan tim penyelam yang berangkat selama tiga hari dari Selandia Baru menuju Tonga, gengs. Australia sendiri nyiapin kapal yang udah stand by di Pantai Timur Brisbane.
 
Terus sekarang keadaannya gimana?
Menurut konfirmasi dari Selandia Baru, selain abu dan beberapa kerusakan puluhan di rumah yang terletak di bibir pantai, kerusakan juga terjadi pada listrik dan koneksi telepon lokal yang udah dipulihkan lagi meskipun belum yang stabil-stabil banget. Terus, ada seorang wanita dari Inggris yang dinyatakan hilang dan masih dalam tahap pencarian. Untuk korban meninggal sendiri baru tercatat dua orang, makanya sampai sekarang masih dibilang nggak ada korban massal dalam bencana ini. Nah tapi ada masalah baru nih yang dikhawatirin sama Tonga…
 
Masalah apa tuh? 
Masalah COVID-19 dong, what else wkwkw. Sampai sekarang Tonga tuh salah satu negara yang masih belum menemukan satupun kasus COVID-19, dan dengan bantuan dari negara-negara lain yang berdatangan, mereka tuh takutnya ada tsunami lain yang terjadi selain tsunami yang sekarang lagi mereka hadapi, yaitu tsunami COVID-19 ini. Padahal mereka emang mengharapkan ada bantuan, dan negara-negara kayak Aussie dan Selandia Baru di atas juga mau bantu.
 
OK. Anything else?
Again ya guys, meskipun letusan gunung berapinya gede banget, namun kehidupan warga di sana udah berangsur-angsur kembali normal. Jadi si tsunami yang ditakutkan sama banyak pihak itu ternyata hanya setinggi 80cm aja, hingga memungkinkan warga untuk dievakuasi.

When your mom always says “Turn off the lamp before you leave the room!”

Listen to her, guys.
Otherwise, kamu ikut berkontribusi atas climate crisis karena penggunaan listrikmu yang boros.
 
Really???? 
Iya. Baru aja nih data dari International Energy Agency menunjukkan kalau sepanjang 2021 demand terhadap daya listrik secara global meningkat sebanyak 6%. Hal ini tentunya berkontribusi memperparah krisis iklim yang sekarang udah parah.
 
Kok bisa demand-nya nambah? 
Ya bisa. Secara musim dingin tahun lalu tuh lebih dingin dari tahun-tahun sebelumnya kan, jadi permintaan listrik meningkat, khususnya di negara-negara bersalju. Terus belum lagi economic recovery yang terjadi karena pandemi, di mana banyak perusahaan yang meningkatkan produksinya dan lagi-lagi, butuh tambahan listrik. Ditambah lagi konsumsi rumahan juga guys, di mana makin lama kita stay indoor, maka makin banyak juga listrik yang dipake. Padahal seperti yang kita tahu, listrik ini banyak yang berasal dari batu bara, di mana pengolahannya menghasilkan emisi yang dilepaskan ke atmosfer dan bikin… jeng-jeng… pemanasan global.
 
ADUH.
Iya, permintaan listrik yang melonjak ini menurut laporan IEA tadi banyak muncul dari negara-negara di Asia Pasifik, di antaranya China dan India. Nah guys, di China aja, kenaikan demand-nya mencapai 10 persen. Hal ini tentunya mengkhawatirkan banget kan, karena berarti bakal makin banyak emisi yang diproduksi.
 
Tapi kan batu bara bukan sumber satu-satunya…. 
Well, emang bukan. Sekarang emang banyak negara yang beralih ke energi terbarukan, yaitu energi yang bisa dimanfaatkan terus menerus karena tersedia di alam secara unlimited, kayak angin atau air. Sumber energi ini beda sama energi tak terbarukan aka energi fosil yang diambil dari bumi, terus pengolahannya juga intensif banget dan menyebabkan polusi meningkat gila-gilaan, limbah juga di mana-mana, dan emisi gas rumah kaca juga makin meningkat tajam. Nah tapi masalahnya adalah, energi terbarukan yang ada sekarang tuh ternyata belum cukup jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan manusia.
 
I see…
Padahal nih yah, listrik yang dihasilkan sama energi terbarukan tuh udah tumbuh sebesar 6% tahun lalu, tapi masih kalah saing juga sama pembangkit listrik tenaga batu bara yang emang udah template dipake dari dulu. Beda sama energi terbarukan, energi fosil ini terbentuk dari kandungan dalam perut bumi yang udah terkubur selama jutaan tahun lalu, dan akhirnya terbentuk jadi batu bara. Karena terus digali, suatu saat, batu bara ini bisa abis guys, dan mereka non-renewable karena proses pembentukannya yang lama banget tadi. Nah di tahun ini, batu bara menghasilkan emisi karbon sebesar 7% dan mencapai titik tertinggi setelah dua tahun yang lalu sempat turun.
 
Terus what can we do? 
Here is the good news. Banyak negara yang saat ini lagi ngegas terus mengembangkan penggunaan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan demi memenuhi demand yang terus bertambah. Di Indonesia sendiri, kemaren Pak Jokowi udah bilang bahwa kita bakal mulai beralih ke energi hijau, secara kita punya banyak area sungai maupun laut yang bisa menghasilkan puluhan ribu megawatt. Jadi, what you can do adalah mengurangi penggunaan listrik dengan energi fosil dan mulai memilih opsi untuk pake energi terbarukan once it’s available.
 
Got it. Anything else?
Yang harus dikejar tuh penurunan emisi karbon guys, karena kalau nggak, dunia bakal makin panas 1.5 derajat celcius dan itu berpengaruh banget buat climate crisis sekarang, gengs. Walaupun dari laporannya International Energy Agency tadi  sektor listrik tetap bakalan meningkatkan emisi, tapi at least kita harus bener-bener usaha bareng nih, untuk mengurangi emisi gas yang dihasilkan dari karbon tadi, yha salah satunya meskipun kecil, mulai dengan matiin lampu pas kamu cabs dari rumah.

When you need another reason to wear mask all the time…

Because people look better in masks.
 
Yep, calling kamu-kamu yang merasa cakep kalo pake masker, itu bukan perasaan doang kok guys, tapi emang beneran. Yep, menurut penelitian dari Cardiff University baru-baru ini, ditemukan bahwa menggunakan masker, terutama masker medis bikin orang terlihat lebih menarik.
 
Nah dalam penelitiannya ini, para peneliti emang sengaja memilih elemen penelitian yang disesuaikan sama kondisi pandemi, salah satunya penggunaan masker. Jadi para peneliti tadi menampilkan wajah 40 cowok dalam view yang berbeda: Ada yang pake masker kain, yang pake masker medis, terus yang lagi baca buku, dan wajah cowok yang nggak ada property atau penutup lainnya. Hasilnya, kebanyakan para perempuan lebih tertarik pada cowok yang pakai masker medis.
 
Selain itu, peserta cewek juga menemukan bahwa cowok yang pake masker kain lebih menarik daripada cowok yang ngga pake masker sama sekali, tetapi tetep engga semenarik cowok yang pake masker medis.
 
Terkait hasil ini, salah satu peneliti bernama Michael Lewis bilang bahwa hasil ini bisa terjadi karena masker medis tuh sekarang dipandang sebagai tanda tanggung jawab dan peduli, yang bisa berdampak positif terhadap daya tarik yang dirasakan. Yhaa kan sama orang-orang di sekitar aja dia peduli, apalagi sama kamu eaaaaaaa. Selain itu, bukan cuma untuk cowok, namun penelitian sebelumnya yang dilakukan di Jepang juga menemukan bahwa perempuan dilihat lebih menarik dan lebih sehat kalau lagi pakai masker, karena masker dilihat sebagai bentuk perawatan terhadap diri sendiri.
 
Yep, mask on!

“Usul saya nama Ibu Kota langsung saja ‘Jokowi’. Sama dengan Ibu kota Kazakhstan Nursultan (dari nama Presiden Nursultan Nazarbayev).”

WKWKWKWK gitu guys kata politisi Partai Gerindra Fadli Zon pas ngomentarin soal nama ibu kota baru Indonesia yang udah diputuskan pemerintah bernama Nusantara. Kata Bang Fadli, nama Nusantara ini kurang cocok karena punya pengertian sendiri sebagai wilayah Indonesia, belum lagi emang udah ada istilah ‘Wawasan Nusantara’. Jadi mendingan dinamai Jokowi aja ibu kota barunya.

 
You know what he means, rite? Rite?

Announcement


Thanks to Muthia & Mom of 3 for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you are all alone and bored, try these activities that you can do solo

Angel’s Stories

1. Tadi pagi aku lagi jalan ke kantor, terus aku liat di depanku ada bapak-bapak udah tua tapi masih bawa-bawa cangkul dan karung, kayaknya sih buruh serabutan gitu. Aku baru aja mikirin bahwa kasian banget si bapak, udah tua masih harus kerja yang berat buat fisik. Eh taunya di depanku kayaknya ada mas-mas yang liat dia juga, dan ga pake lama, dia langsung ngeluarin uangnya dari dompet terus dikasihin ke si bapak. Si bapak keliatan seneeeeng banget dan aku jadi merasa terharu banget liatnya. Panjang umur, orang-orang baik!
-Tangsel-
 
2. Lagi capek banget karena banyak deadline kemarin, tiba-tiba dapet kiriman kopi susu kesukaan dari pacarku. Padahal aku ga bilang apa-apa, cuma ngabarin aja bahwa malamnya kemungkinan kita nggak jadi makan malem bareng karena deadlineku lagi banyak. Jadi merasa disayang banget <3
-Anonymous-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)