Presiden RI Mengumumkan Booster Vaksin Covid-19 Gratis

140

When you’re too excited about ‘yang gratisan’….

Pak Jokowi can hear you. 
 
Iya guys, setekah sempat dikritik sama sejumlah elemen masyarakat, bahkan DPR juga ngekritik booster yang awalnya dibilang bakal berbayar, maka, kemarin banget Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa booster vaksin covid-19 bakalan gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia.
 
Whhhooooa!
Yep, jadi sebelumnya kan sempat kita bahas tuh bahwa vaksin Covid dosis ketiga aka booster buat masyarakat umum udah dimulai per hari ini. Booster ini sendiri diprioritaskan untuk lansia, kelompok rentan kayak ibu hamil, yang ada penyakit bawaan, and stuff sama masyarakat Penerima Bantau Iuran dan orang-orang yang tergolong fakir miskin. Mereka-mereka itu enggak bakal dikenakan tarif apapun saat menerima booster karena udah di-cover sama BPJS Kesehatan. Selain golongan itu, maka masyarakat bakal dikenakan tarif sekitar 300 ribuan untuk di-booster.
 
Yes, I know, terus terus? 
Nah namun hal ini berubah kemarin, di mana dalam keterangan resminya Pak Jokowi, dijelaskan bahwa tujuan program booster ini adalah untuk keselamatan rakyat. Selain itu, booster juga dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan imun tubuh mengingat Covid yang terus bermutasi, variannya yang terus berubah, dan angka infeksinya juga makin tinggi. Karena alasan itulah, pemerintah memutuskan untuk menggratiskan booster ini buat semua kalangan, dan masyarakat udah bisa menerima booster hari ini dari merk-merk vaksin yang disediakan, yakni Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Zifivax, dan Moderna yang izin penggunaannya udah di-acc sama BPOM.
 
Stok vaksinnya masih ada kan tapi? 
Ada dong. Pemerintah kita udah nge-secure 350 juta dosis vaksin buat dipakai sebagai booster. Diprediksi bahwa jumlah ini bakalan cukup sampai enam bulan ke depan, which is sampai Juni 2022. Terus, seorang tenaga ahli di Kantor Staf Kepresidenan, Abraham Wirotomo bilang bahwa program booster bakalan dilakukan secara bertahap dan tahap pertamanya akan dilakukan terhadap kelompok prioritas tadi, sebanyak 21 juta dosis. Nah kemudian booster akan terus disalurkan hingga bulan Juni, hingga stoknya habis.
 
Go on…
Adapun vaksin booster yang bakal diberikan ke masyarakat usia 18 tahun ke atas ini hanya boleh disuntikkan ke orang-orang di daerah yang capaian vaksinasinya udah 70% dan dosis keduanya 60%. Sejauh ini, udah ada 244 kabupaten/kota di Indonesia yang memenuhi kriteria itu. Selanjutnya, Kepala Staf Kepresidenan Pak Moeldoko bilang bahwa ada daerah yang bakal digas lagi vaksinasinya sebelum lanjut ke booster, yaitu Papua, Papua Barat, Aceh, dan Maluku.
 
Olrite, sounds good.
Yoi. Lebih jauh, Pak Moeldoko menyebut bahwa baik Pak Menkes dan pihak pemerintah lainnya juga udah membentuk strategi untuk memastikan agar jumlah vaksin yang udah disiapkan bisa digunakan dengan tepat waktu dan nggak expire duluan. Adapun dalam hal ini, pemerintah bakal makin menggalakkan sosialisasi dengan melibatkan Polisi, TNI, BIN, dan Kemenkes dll untuk teamwork demi mencapai apa yang diinginkan.
 
OK. Anything else?
Nah tapi teteup guys, masih dari keterangan resminya yang di-upload di YouTube Sekretariat Presiden, Pak Jokowi ngingatin kita supaya biarpun udah dapet booster, prokes jangan sampai lengah. Kita tetap wajib pake masker, cuci tangan, jaga jarak, dll. Karena vaksinasi dan disiplin prokes adalah kunci biar kita bisa menang this very long battle.