PPKM Level 2 Diperpanjangan

69

What’s extended but not your vacation?

PPKM.
 
Again?? 
Yoi guys, berdasarkan Rapat Terbatas mengenai Evaluasi PPKM yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi kemarin, pemerintah baru aja memutuskan buat memperpanjang pelaksanaan PPKM. Untuk di Jawa-Bali, perpanjangannya sampe seminggu ke depan, yakni 24 Januari 2022, sementara di luar Jawa-Bali, PPKM juga diperpanjang dua minggu which is sampai akhir bulan di tanggal 31 Januari.
 
Hold on, how did we get here tho? 
OK. Jadi as we all know kasus COVID-19 di Indonesia kan lagi bertambah terus nih, not to mention Omicron variant yang makin menyebar di masyarakat. Nah, dari situ akhirnya pemerintah bikin keputusan buat memberlakukan lagi PPKM Level 2 di Jawa Bali dari tanggal 3 sampai 17 Januari kemarin. Terus, di akhir masa PPKM-nya, Pak Jokowi dan jajaran para menterinya kemudian rapat lagi dan menghasilkan beberapa keputusan…
 
Keputusannya adalah….. 
Yhaa PPKM-nya diperpanjang lagi. Keputusan ini diambil karena emang pemerintah rencananya bakalan tracking dan evaluasi perkembangan COVID-19 di Jawa bali seminggu sekali, gengs, nggak lagi per dua minggu kayak kemaren. Hal ini ditujukan biar pemerintah juga bisa lebih gercep kalau ada perkembangan terbaru related to Omicron yang penularannya cepat banget ini.
 
Terus terus? 
Selain itu, pemerintah juga sering ngecek kasus Omicron di negara lain kayak gimana, biar ada gambaran dan ada perkiraan buat segala kemungkinan yang bisa banget kejadian di negara kita di masa depan. Fyi dari data-data yang udah diperoleh sama pemerintah, diprediksi bahwa puncak Omicron tuh bakal terjadi dari pertengahan Februari sampai awal Maret nanti. Selanjutnya, Menko Marves Opung Luhut Pandjaitan menyebut bahwa pemerintah bakal melakukan berbagai langkah pencegahan biar Omicron di negara kita nggak parah kayak yang terjadi di negara-negara lain.
 
Contoh? 
Yha back to basic aja, guys. Taat prokes: Masker jangan lupa dipake, cuci tangan wajib, kalau ada kerumunan yha jangan kesitu. Opung Luhut juga bilang bahwa penerapan prokes ini bakalan dilakukan secara lebih masif dan ketat, biar laju kasusnya juga bisa terkendali. Selain itu, vaksinasi juga bakalan lebih gencar disalurkan ke masyarakat. Presiden Jokowi juga udah kasih instruksi biar vaksin dalam negeri aka Vaksin Merah Putih bisa cepet-cepet diselesaikan proses produksinya, terus booster juga kudu ditingkatkan lagi penyalurannya, khususnya buat orang-orang di Jabodetabek.
 
Kalo daerah lain gimana? 
Nah di rapat itu juga dibahas buat daerah lain di luar Jawa-Bali, PPKM-nya tuh diperpanjang sampai dua minggu ke depan, di tanggal 31 Januari nanti. Kenapa beda, karena evaluasi Jawa-Bali kan diubah jadi seminggu sekali tuh, nah kalau di luar itu evaluasinya tetap dua minggu sekali. Makanya perpanjangan PPKM-nya juga mengikuti hasil rapat evaluasi yang diadain pada waktu itu. Terus, berkaitan sama vaksin, Opung Luhut bilang kepala daerah juga harus gercep melakukan vaksinasi karena vaksin 2 dosis primer dan yang buat lansia-nya aja masih banyak yang di bawah 70%.
 
Terus daerah w level berapa?
Tergantung hasil asesmen di daerahmu guys, di mana mana salah satu indikatornya adalah capaian vaksinasi. Kalau dari hasil asesmen ternyata ada daerah yang capaian vaksinasi dosis pertamanya masih di bawah 50%, naik satu level deh. Sejauh ini, disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto jumlah daerah yang level 1 udah ada 238 daerah, terus level 2 ada 138 daerah, dan yes masih ada 10 daerah yang masih di level 3 PPKM-nya, guys. Di level 4 sendiri udah nggak ada.
 
I see. Anything else? 
Opung Luhut juga menegaskan bahwa pemerintah sekarang tuh udah ngelakuin apa yang mereka bisa lakuin buat mengantisipasi COVID-19 dan Omicron menyebar luas di negara kita. Terus health care system kita juga udah siap buat itu. Jadi, yha masyarakat diminta buat ngebatasin mobilitas, terus menghindar dari kerumunan. Satu lagi, jangan dulu pergi-pergi ke luar negeri kalau nggak penting-penting banget, guys.