Listyo Sigit Prabowo Satu Tahun Menjabatan Kapolri

50

Who’s just having a one-year anniversary?

Pak Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Yoi guys, baru aja nih Pak Kapolri mencapai satu tahun jabatannya sebagai bos-nya para polisi di seluruh Indonesia. Dan bukan dirayakan dengan tiup lilin atau makan-makan, beliau justru… meeting.
 
Hah ama siapa?
Ama DPR RI guys. Jadi kemarin, beliau menghadiri rapat bareng DPR untuk bahas nih, dalam setahun ke belakang ini kita udah mencapai apa aja, ke depannya mau ngapain, minta tambahan duit berapa, dan berbagai isu lainnya. Nah dalam kesempatan itu, Pak Sigit menjelaskan berbagai hal. Pertama, beliau bilang bahwa penyimpangan aturan yang dilakukan anggota Polri sepanjang tahun 2021 kemarin menurundespite of stereotype dan pandangan miring dari masyarakat terkait kinerja jajarannya.
 
Tell me more…
OK. Beliau menyebut, penyimpangan yang dimaksud di sini tuh terkait pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik profesi, sampai tindak pidana, semuanya menurun, guys. Adapun rinciannya yang melakukan pelanggaran disiplin menurun ke angka 20,67 %, yang melanggar kode etik profesi sebanyak 37,29 % dan pidana ada di angka 18,31 %. Pak Sigit bilang, Polri sendiri udah melakukan penelitian internal, soal faktor apa sih yang menyebabkan penyimpangan itu terjadi.
 
Faktornya apa aja emang?
Ada dua, guys. Dari faktor individu dan faktor organisasi, Faktor individu tuh dibagi lagi ke empat faktor penyebabnya, yaitu ada lemahnya ideologi, kurangnya kehidupan spiritual, pengaruh negatif komunitas, sama gaya hidup yang nggak sesuai sama Polri. Sementara kalau faktor organisasi tuh terkait sama lemahnya regulasi, kurangnya literasi, masalah anggaran, budaya kerja yang belum baik, sama penilaian kinerja yang  juga belum baik. Terus Pak Sigit juga bilang bahwa pihaknya ga akan ragu buat mecat para polisi yang merusak institusi, mau sampe ratusan orang sekali pun.
 
Kalo buat polisi yang kerjanya oke? 
Nah, everbody, meet: Hoegeng Award 2022. Yaitu penghargaan buat sosok polisi inspiratif masa kini, yang juga tulus bekerja buat masyarakat, dan prestasinya di Polri cemerlang. Pak Sigit bilang bahwa Hoegeng Award ini diambil dari nama Jenderal (Purn) Hoegeng Imam Santoso, Kapolri ke-5 di republik ini yang dikenal jujur dan punya integritas. Bahkan, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pernah bilang cuma ada tiga polisi jujur di Indonesia, yaitu patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng. Makanya, Hoegeng Award 2022 diberi nama ‘Mencari Hoegeng Baru’.
 
HAHA ok. Terus bahas apa lagi?
Bahas soal komitmen Pak Kapolri untuk mewujudkan kesejahteraan gender di institusinya. Yoi guys, jadi beliau mengakui bahwa angka polwan di kepolisian saat ini masih kurang banget, yakni 1:15 polisi laki-laki. Makanya, beliau berkomitmen untuk meningkatkan jumlah polwan dan mendudukkan mereka di jabatan-jabatan strategis. Selain soal Polwan, sepanjang tahun kemarin polisi juga udah merekrut ratusan polisi ASN dari kelompok santri, hafizh qur’an, masyarakat adat, dan warga asli Papua. Tujuannya, demi menjalin komunikasi yang baik guna melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
 
Terus…
Terus Pak Sigit juga dapet banyak pengaduan dari para anggota DPR ni guys. Misalnya, wakil ketua Adies Kadir yang ngaduin pengembang PT Sentul City di Bogor yang udah sangat berkuasa di Bogor, sampe udah kayak negara di dalam negara. Terus banyak juga anggota DPR yang ngaduin soal kasus mafia tanah, kasus kekerasan seksual, sampe kinerja para polisi di daerah pemilihannya masing-masing, supaya kalo ada yang aneh-aneh ni tolong ditindak sama Pak Kapolri.
 
Got it. Anything else?
Sebelum ini, Indikator Politik Indonesia pernah ngadain survei yang hasilnya, Polri adalah lembaga yang paling dipercaya sama publik. Hal ini tentu nggak lepas dari kepemimpinan Kapolri Jenderal Sigit yang disebut bikin banyak terobosan here and there buat meningkatkan profesionalitas Polri. Dari survei yang melibatkan lebih dari dua ribu responden itu, diketahui bahwa ada sebanyak 80,2 persen dari responden yang percaya sama kinerja Polri.