Listyo Sigit Prabowo Satu Tahun Menjabatan Kapolri, Eropa Akhiri Pandemi COVID-19 Dalam Waktu Dekat, Masyarakat Adat Menentang IKN Pindah, PM Selandia Baru Membatalkan Rencana Pernikahan Karena Omicron

80


Bonjour !

Hi. It’s still Tuesday, so if your schedule is a liiiittle hectic today, always choose to start your day with a little silence. Yep, it can be praying, meditating, journaling, or just a s simple walk with you and yourself only. Remember that a good start in the morning will set the tone for the whole day. Let’s go!


Who’s just having a one-year anniversary?

Pak Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Yoi guys, baru aja nih Pak Kapolri mencapai satu tahun jabatannya sebagai bos-nya para polisi di seluruh Indonesia. Dan bukan dirayakan dengan tiup lilin atau makan-makan, beliau justru… meeting.
 
Hah ama siapa?
Ama DPR RI guys. Jadi kemarin, beliau menghadiri rapat bareng DPR untuk bahas nih, dalam setahun ke belakang ini kita udah mencapai apa aja, ke depannya mau ngapain, minta tambahan duit berapa, dan berbagai isu lainnya. Nah dalam kesempatan itu, Pak Sigit menjelaskan berbagai hal. Pertama, beliau bilang bahwa penyimpangan aturan yang dilakukan anggota Polri sepanjang tahun 2021 kemarin menurundespite of stereotype dan pandangan miring dari masyarakat terkait kinerja jajarannya.
 
Tell me more…
OK. Beliau menyebut, penyimpangan yang dimaksud di sini tuh terkait pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik profesi, sampai tindak pidana, semuanya menurun, guys. Adapun rinciannya yang melakukan pelanggaran disiplin menurun ke angka 20,67 %, yang melanggar kode etik profesi sebanyak 37,29 % dan pidana ada di angka 18,31 %. Pak Sigit bilang, Polri sendiri udah melakukan penelitian internal, soal faktor apa sih yang menyebabkan penyimpangan itu terjadi.
 
Faktornya apa aja emang?
Ada dua, guys. Dari faktor individu dan faktor organisasi, Faktor individu tuh dibagi lagi ke empat faktor penyebabnya, yaitu ada lemahnya ideologi, kurangnya kehidupan spiritual, pengaruh negatif komunitas, sama gaya hidup yang nggak sesuai sama Polri. Sementara kalau faktor organisasi tuh terkait sama lemahnya regulasi, kurangnya literasi, masalah anggaran, budaya kerja yang belum baik, sama penilaian kinerja yang  juga belum baik. Terus Pak Sigit juga bilang bahwa pihaknya ga akan ragu buat mecat para polisi yang merusak institusi, mau sampe ratusan orang sekali pun.
 
Kalo buat polisi yang kerjanya oke? 
Nah, everbody, meet: Hoegeng Award 2022. Yaitu penghargaan buat sosok polisi inspiratif masa kini, yang juga tulus bekerja buat masyarakat, dan prestasinya di Polri cemerlang. Pak Sigit bilang bahwa Hoegeng Award ini diambil dari nama Jenderal (Purn) Hoegeng Imam Santoso, Kapolri ke-5 di republik ini yang dikenal jujur dan punya integritas. Bahkan, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pernah bilang cuma ada tiga polisi jujur di Indonesia, yaitu patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng. Makanya, Hoegeng Award 2022 diberi nama ‘Mencari Hoegeng Baru’.
 
HAHA ok. Terus bahas apa lagi?
Bahas soal komitmen Pak Kapolri untuk mewujudkan kesejahteraan gender di institusinya. Yoi guys, jadi beliau mengakui bahwa angka polwan di kepolisian saat ini masih kurang banget, yakni 1:15 polisi laki-laki. Makanya, beliau berkomitmen untuk meningkatkan jumlah polwan dan mendudukkan mereka di jabatan-jabatan strategis. Selain soal Polwan, sepanjang tahun kemarin polisi juga udah merekrut ratusan polisi ASN dari kelompok santri, hafizh qur’an, masyarakat adat, dan warga asli Papua. Tujuannya, demi menjalin komunikasi yang baik guna melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
 
Terus…
Terus Pak Sigit juga dapet banyak pengaduan dari para anggota DPR ni guys. Misalnya, wakil ketua Adies Kadir yang ngaduin pengembang PT Sentul City di Bogor yang udah sangat berkuasa di Bogor, sampe udah kayak negara di dalam negara. Terus banyak juga anggota DPR yang ngaduin soal kasus mafia tanah, kasus kekerasan seksual, sampe kinerja para polisi di daerah pemilihannya masing-masing, supaya kalo ada yang aneh-aneh ni tolong ditindak sama Pak Kapolri.
 
Got it. Anything else?
Sebelum ini, Indikator Politik Indonesia pernah ngadain survei yang hasilnya, Polri adalah lembaga yang paling dipercaya sama publik. Hal ini tentu nggak lepas dari kepemimpinan Kapolri Jenderal Sigit yang disebut bikin banyak terobosan here and there buat meningkatkan profesionalitas Polri. Dari survei yang melibatkan lebih dari dua ribu responden itu, diketahui bahwa ada sebanyak 80,2 persen dari responden yang percaya sama kinerja Polri.

Who’s probably gonna see the end of the pandemic soon?

Europe.
 
Reallllly?
Iya guys, varian Omicron yang saat ini lagi banyak menyebar di berbagai belahan dunia dipandang WHO sebagai pertanda nih, bahwa bisa jadi, Eropa bakal mengakhiri pandemi COVID-19 ini dalam waktu dekat.
 
Whaaaaat?
Iya, jadi disampaikan oleh Regional Director WHO-nya Eropa Hans Kluge kemarin, beliau menjelaskan bahwa mungkin aja COVID-19 berakhir dalam waktu dekat di Benua Biru itu. Penyebabnya, kan diprediksi bahwa Omicron bakal menginfeksi sampe 60% warga di sana sampe Maret mendatang, jadi once fase tersebut udah lewat, maka COVID-19-nya akan mereda karena warga secara alami udah mencapai herd immunity. Selain itu yha faktor cakupan vaksin juga yang udah mencapai lebih dari 70% di sana.
 
Geez…
Nah selain di Eropa, di Amerika Serikat juga trendnya begitu guys. Minggu lalu, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, Anthony Fauci menyebut bahwa angka kasus di sana udah menurun drastis, dan yhaa gamau overconfident, tapi things are looking good. Terus juga ya memang sih masih ada beberapa negara bagian yang struggling dengan pasien yang masuk rumah sakit dan penularan, tapi itu tergantung banget sama vaksinnya. Makin tinggi vaccination rate, maka makin rendah angka kasusnya. Gitu gengs.
 
Sounds good…
Yep, dan begitu juga yang terjadi di Afrika. Jadi minggu lalu, untuk pertama kalinya jumlah kasus di sana turun sampe 20%, dan angka kematian menurun sampe 8%. Terus Afrika Selatan, di mana varian Omicron pertama kali dideteksi juga mengalami penurunan kasus selama empat bulan ke belakang, dan warga udah berangsur-angsur kembali ke kehidupan normal.
 
Ya tapi mungkin aja ada varian baru gak si…
Ya varian baru juga masih bisa muncul, guys. Pak Hans juga nggak menampik kalau varian baru mungkin bakalan ada. Tapi disampaikan Thierry Breton, komisioner buat Internal Market Eropa yang juga terlibat dalam penemuan vaksin bilangnya vaksin yang ada sekarang tuh bisa banget dikembangkan buat varian baru yang mungkin bakalan muncul di masa depan. Dan bakalan mampu nge-defend varian baru itu dengan lebih baik. Bahkan buat yang lebih mematikan sekalipun.
 
Got it. Anything else?
Well, senada dengan para ahli-ahli tadi, Graham Medley profesor penyakit menular di London School of Hygiene and Tropical Medicine bilangnya COVID ini nggak bakal selamanya bersifat seserius dan sedarurat ini. Doi bilang bahwa pandemi ini bakalan berakhir dengan segera, dan bertahap. Bukan dengan ada kasus aktif, tapi kasusnya udah diumumkan berakhir. Selain itu, di tengah gelombang COVID-19 yang melandai, kan banyak negara yang akhirnya mendesak WHO buat mengubah status pandemi jadi endemi kan. Ini kemudian ditanggapi sama WHO bahwa terlalu dini buat menganggap COVID-19 ini jadi endemi.

When there’s a controversy….

Di Pembangunan IKN.
 
Spill the tea!
Sure. Jadi emang Pembangunan Ibukota Negara Baru yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Utara lagi terus menuai pro dan kontra nih. Dari mulai aturannya yang ngebut banget disahkan DPR, anggarannya, desainnya, namanya, sampe urgensinya kayak, “Butuh banget nehhh bangun ibu kota baru lagi COVID-19 gini?” Nah anyway, kali ini kontroversi datang dari masyarakat adat yang sampai saat ini masih menentang ibukota negara di pindah ke sana.
 
Menentang kenapa tuh?
Karena mereka merasa nggak dianggap dan diajak bahas sama pemerintah pusat. Yep, jadi untuk melaksanakan pembangunan ibu kota baru ini, para pemegang kebijakan yaitu DPR dan pemerintah kemudian menerbitkan Undang-Undang IKN (Ibu Kota Negara) yang udah disahkan. Nah sebelum disahkan kan aturannya tuh dibahas dulu sama panitia khusus aka pansus yang udah melakukan kunjungan kerja juga ke sana.
 
Terus…
Nah namun banyak pihak yang menilai bahwa UU ini enggak melibatkan publik secara baik dan benar, yang berakibat pada nggak ada perlindungan terhadap masyarakat adat di UU itu. Diketahui bahwa aturannya hanya menulis kata ‘memperhatikan’ yang mana menurut perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Indonesia (AMAN) Muhammad Arman, kata ‘memperhatikan’ itu nggak menunjukkan semangat yang kuat buat melindungi masyarakat adat. Sebaliknya, UU-nya malah jadi alat buat melegitimasi perampasan wilayah dan pemusnahan entitas masyarakat adat di sana. Soalnya, aturannya juga nggak memuat klausul penghormatan dan perlindungan masyarakat adat yang terdampak proyek IKN.
 
Geeez… terus gimana dong tuh?
Yha jadinya sebanyak 20.000 masyarakat adat, yang terdiri dari 19 kelompok masyarakat di PPU dan dua kelompok masyarakat di Kutai Kartanegara dipastikan tergusur dan jadi korban dari pembangunan IKN ini, guys. Belum lagi kalau mereka harus bersaing secara ekonomi sama pendatang-pendatang dari Jakarta yang ikutan pindah ke sana. Selama ini kan ekonomi mereka bergantung sama kekayaan alam, yha kalau lahannya digusur, maka ekonomi mereka juga pasti anjlok. Selain masyarakatnya, satwa yang ada di situ juga bakalan keganggu ekosistemnya, dan tergusur tempat tinggalnya, dan nggak ada regulasi mengenai perlindungan satwa dijelaskan di UU yang disahkan DPR itu.
 
Pertanyaan w, kalau emang keadaannya kayak gitu, kenapa dari awal milih IKN di situ?
Nah itu dia, guys. Executive Director WALHI Kalimantan Timur, Yohana Tiko, bilang pemilihan lokasi IKN di daerah Kalimantan Timur ini cuma buat masalah yang udah ribet ada di Jakarta, jadi dipindahin di sini, dan itu menurut Mbak Ana jadi semacam gambaran bahwa pemerintah emang nggak bisa mengatasi masalah yang ada. Pemilihan lokasi IKN ini juga dinilai nggak ada pengkajian kelayakan yang mendalam dari segi kemaslahatan, keselamatan, dan kedaulatan umat mau itu manusia ataupun yang bukan. Pembangunan IKN di Kalimantan Timur ini juga dinilai cenderung dipaksakan dan berakibat sama ruang hidup yang ada di masyarakat jadi terancam hancur, dan hilang.
 
I see, Dari sisi pemerintah sendiri gimana?
Well, dari sisi pemerintah sendiri, sebenarnya ada beberapa alasan kenapa Penajam Paser Utara yang dipilih jadi lokasi IKN. Pertama, karena lokasinya strategis yang berada tepat di tengah-tengah Indonesia, terus dekat sama dua kota pendukung, Banjarmasin dan Samarinda, infrastruktur yang lengkap, lahan yang memadai, dan penduduknya yang heterogen terbuka jadinya konflik minim terjadi di situ. Lalu, Kalimantan yang minim bencana alam juga jadi alasan kenapa daerah ini yang akhirnya dipilih, gengs. Lebih jauh, menteri PPN Suharso Monoarfa juga bilang pembangunan IKN di situ bakalan bikin Indonesia ada di tempat yang lebih strategis in terms of perdagangan dunia, aliran investasi, dan inovasi teknologi.
 
Got it. Anything else?
Terkait sama pembangunan Ibukota Negara baru yang namanya Nusantara ini, pemerintah daerah setempat udah menggusur bangunan-bangunan yang nggak sesuai sama rencana tata kota yang udah disusun di UU IKN ini, termasuk sama perda-perda yang juga ngikutin kepentingan pemerintah pusat dalam rangka pembangunan Ibukota Negara Baru ini.

When you had to cancel your wedding due to the pandemic…

New Zealand Prime Minister can relate.
 
Yoi guys, lagi pandemi gini, tentunya banyaaak banget planning atau acara yang terpaksa harus di-cancel atau diundur karena berbagai aturan yang melarang adanya kumpul-kumpul. Nah kalo selama pandemi ini kamu jadi harus nge-cancel rencana nikahanmu, maka kamu nggak sendirian. Karena baru aja nih, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bilang Hari Minggu kemarin bahwa rencana pernikahannya yang tadinya bakal digelar pada musim panas tahun ini bakal di-cancel karena penyebaran varian Omicron di negaranya. Jadi dalam konferensi pers rutin terkait COVID-19 yang digelar minggu kemarin, Ardern bilang bahwa rencana upacara pernikahannya itu nggak lanjut, dan ini tentunya hal yang harus dirasakan oleh banyak orang termasuk warga Selandia Baru, seiring dengan makin mewabahnya varian Omicron. Ketika ditanya wartawan terkait perasaannya atas penundaan ini, Ardern bilang, “Yaa namanya juga idup,” hiks.
 
Nah guys, Selandia Baru sendiri baru aja melaporkan penambahan sembilan kasus positif Omicron yang menulari satu keluarga. Jadi keluarga tersebut abis melakukan perjalanan ke Auckland untuk kondangan minggu lalu, dan kasusnya baru aja ketauan setelah mereka balik ke kediamannya di Motueka.

“Hidung saya bolongnya udah agak lebih gede kali.”

Kelakar Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani pas bahas soal tes PCR yang jadi kewajiban di masa pandemi ini dalam rapat sama DPD RI kemarin. Jadi pada kesempatan itu, Ketua Komite IV DPD RI Elviana meminta ke Bu Ani supaya tes PCR ini diganti aja, cukup oleh rapid test. Secara tiap mau perjalanan harus colok-colok idung mulu. Nah menanggapi hal ini, Bu Ani bilang bahwa beliau juga hampir tiap hari harus dicolok idung, karena mau ketemu sama DPR, DPD, hingga presiden.

 
Same Bu Ani, same…

Announcement


Thank you for alya, seseorang, Gong Yoo, Jeon Jungkook, Asya Lee, & Lola for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you want to live a healthier life and avoid cancer, try avoiding these foods.

Angel’s Stories

1. Minggu lalu saya didiagnosa bipolar oleh psikiater. Saat itu rasanya dunia saya runtuh, saya sedih banget. Fase low terparah yang pernah saya alami sejauh ini. Lalu saya reach out ke teman terdekat saya, dan mereka memberi support ke saya. Walaupun beberapa di antara mereka masih belum paham soal ini, tapi mereka melakukan hal terbaik yang bisa mereka lakukan. Saya sangat berterima kasih atas dukungan mereka, bersedia untuk mendengarkan saya saja rasanya sudah sangat berarti.
-Y-
 
2. Minggu lalu aku harus ikutan meeting sama kantorku di suatu kantor klien, tapi aku ga tau ternyata kantor kliennya itu terletak di sebuah mal dan mallnya tuh gedeee banget. Aku panik dong karena meetingnya udah mulai dan aku masih muter-muter nyari kantornya. Pas lagi kayak gitu, akhirnya aku memutuskan untuk nanya sama pak satpam dan dia mau nemenin aku sampe nyampe ke depan kantornya :’) aku mau berterimakasih sama Pak Satpam di Thamrin City yang kalo nggak ada dia, mungkin aku bakal makin telat nyampe meetingnya. Sehat selalu ya pak!
-Anonymous-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)