Herry Wirawan Pemerkosaan 21 Santriwati Dituntut Hukuman Mati, Presiden RI Mengumumkan Booster Vaksin Covid-19 Gratis, Rekor 7 Tahun Terpanas di Bumi, Aktor Korea Selatan Pertama Raih Penghargaan Golden Globe

273


Good morning !

Hello, today is Wednesday, so if you are eligible, you can start getting your vaccine boosters now. And while you’re here, don’t miss our newest podcast episode here, where we talk about all the updates from yesterdays. Have a great one!


First, let’s get some updates from Herry Wirawan case.

Yep, masih inget sama tragedi pemerkosaan terhadap 21 santriwati di Bandung yang dilakukan oleh gurunya sendiri yang bernama Herry Wirawan? Nah baru aja guys, kasusnya memasuki babak baru.
 
Babak baru gimana?
Jadi kemarin, Si Herry ini baru aja menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung. Dalam tuntuannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta supaya si Herry dihukum mati, dikebiri kimia, bayar restitusi, sampe dicabut izin dan dijual berbagai aset miliknya. Menurut JPU yang juga Kejati Jabar Pak Asep Mulyana, perbuatan terdakwa ini emang kejahatan yang sangat serius banget, karena efeknya yang luar biasa terhadap korban.
 
Agree. Go on…
Nah terus, Pak Asep sama tim JPU juga meminta ke majelis hakim untuk memberikan hukuman pencabutan Yayasan Pondok Pesantren Manarul Huda dan Madani Boarding School yang menjadi lokasi perkosaan korban para santri di bawah umur sejak 2016 hingga 2021. Selain itu, JPU meminta majelis hakim untuk merampas harta kekayaan aset terdakwa, baik berupa tanah dan bangunan, pondok pesantren dan aset kekayaan lainnya, baik yang sudah disita maupun yang belum untuk dilelang dan hasilnya diserahkan kepada negara melalui Pemerintah Provinsi Jabar. Nah terus, hasil lelang itu bakal digunakan untuk biaya sekolah anak-anak dan bayi-bayinya dan kehidupan mereka nantinya.
 
Hiks…
Iya parah guys. Meanwhile, Pak Jaksa ngga menemukan hal-hal yang meringankan terhadap terdakwa. Jadi yhaa sesuai aja tuntutannya.
 
Got it. Remind me, who is he again?
Herry Wirawan adalah pemilik dan pengurus Pondok Tahfiz Al- Ikhlas, Yayasan Manarul Huda Antapani, dan Madani Boarding School Cibiru yang semuanya berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Terus sejak Desember lalu, Herry diketahui publik telah melakukan tindakan biadab yaitu para santriwatinya yang semuanya masih di bawah umur. Aksi ini dilakukannya sejak tahun 2016 lalu hingga tahun 2021, namun kasusnya baru terungkap pada pertengahan 2021.
 
Geeez…
Sebelumnya, sempat terjadi simpang siur ni guys soal berapa jumlah korban pastinya si Herry ini, namun kata Bunda Forum Anak Daerah (FAD) yang juga istri dari Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya, total jumlah korban santriwati yang diperkosa oleh Herry Wirawan berjumlah 13 orang. Terus dari jumlah tersebut, sembilan bayi lahir dari delapan korban. Adapun para korban ini berasal dari Kabupaten Garut, Kota Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Cimahi.
 
Biadabnya lagi si Herry ini enggak cuma memperkosa dan menghamili para korban, namun dia juga mengeksploitasi korban secara psikis dan ekonomi juga, misalnya disuruh jadi kuli untuk bangun pesantren, sampe ngaduk semen. Terus mereka juga disuruh bikin proposal untuk minta sumbangan, di mana sumbangannya itu dipake Harry untuk kebutuhan pribadinya.
 
Shiz.
Yep. Hal ini kemudian terungkap setelah ada orang tua murid yang melaporkan kejadian ini ke Polda Jabar setelah menyadari bahwa anaknya yang lagi pulang dari pesantren justru sedang hamil. Dari situ, polisi kemudian menggali berbagai kesaksian dan mengamankan Herry. Kini, Herry udah ditahan di Rutan Bandung dan tengah menjalani proses persidangan terhadap perbuatannya itu.
 
Ok. Tell me more about the trial.
Nah sejauh ini, udah ada 40 saksi yang diperiksa dan dihadirkan dalam kasusnya si Herry ini. Terus kemarin itu, sampailah kita pada sidang tuntutan oleh JPU yang meminta si Herry untuk dihukum mati tadi. Selain itu guys, keluarga korban juga mengajukan restitusi alias ganti rugi tindak pidana senilai total Rp330 juta. Angka ini didapat dari hasil penghitungan oleh LPSK yang didasari oleh dampak yang diderita korban. Selain itu, setiap korban bakal mendapatkan jumlah yang berbeda.

OK. Anything else now?
Well, kasus kebiadaban Harry ini memunculkan kembali desakan ke pemerintah dan DPR biar buruan wey sahkan RUU TPKS yang sekarang masih stuck di DPR. Nah terkait hal ini, kemarin Ketua DPR RI Mbak Puan Maharani bilang bahwa Insya Allah, RUU yang udah mendep dari tahun 2016 ini bakal segera disahkan jadi RUU inisiatif DPR pada minggu depan, hari Selasa. Nah ini kita pantau terus yuk guys, soalnya bulan lalu juga bilangnya mau disahkan, eh batal. Ehehehehe…

When you’re too excited about ‘yang gratisan’….

Pak Jokowi can hear you. 
 
Iya guys, setekah sempat dikritik sama sejumlah elemen masyarakat, bahkan DPR juga ngekritik booster yang awalnya dibilang bakal berbayar, maka, kemarin banget Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa booster vaksin covid-19 bakalan gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia.
 
Whhhooooa!
Yep, jadi sebelumnya kan sempat kita bahas tuh bahwa vaksin Covid dosis ketiga aka booster buat masyarakat umum udah dimulai per hari ini. Booster ini sendiri diprioritaskan untuk lansia, kelompok rentan kayak ibu hamil, yang ada penyakit bawaan, and stuff sama masyarakat Penerima Bantau Iuran dan orang-orang yang tergolong fakir miskin. Mereka-mereka itu enggak bakal dikenakan tarif apapun saat menerima booster karena udah di-cover sama BPJS Kesehatan. Selain golongan itu, maka masyarakat bakal dikenakan tarif sekitar 300 ribuan untuk di-booster.
 
Yes, I know, terus terus? 
Nah namun hal ini berubah kemarin, di mana dalam keterangan resminya Pak Jokowi, dijelaskan bahwa tujuan program booster ini adalah untuk keselamatan rakyat. Selain itu, booster juga dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan imun tubuh mengingat Covid yang terus bermutasi, variannya yang terus berubah, dan angka infeksinya juga makin tinggi. Karena alasan itulah, pemerintah memutuskan untuk menggratiskan booster ini buat semua kalangan, dan masyarakat udah bisa menerima booster hari ini dari merk-merk vaksin yang disediakan, yakni Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Zifivax, dan Moderna yang izin penggunaannya udah di-acc sama BPOM.
 
Stok vaksinnya masih ada kan tapi? 
Ada dong. Pemerintah kita udah nge-secure 350 juta dosis vaksin buat dipakai sebagai booster. Diprediksi bahwa jumlah ini bakalan cukup sampai enam bulan ke depan, which is sampai Juni 2022. Terus, seorang tenaga ahli di Kantor Staf Kepresidenan, Abraham Wirotomo bilang bahwa program booster bakalan dilakukan secara bertahap dan tahap pertamanya akan dilakukan terhadap kelompok prioritas tadi, sebanyak 21 juta dosis. Nah kemudian booster akan terus disalurkan hingga bulan Juni, hingga stoknya habis.
 
Go on…
Adapun vaksin booster yang bakal diberikan ke masyarakat usia 18 tahun ke atas ini hanya boleh disuntikkan ke orang-orang di daerah yang capaian vaksinasinya udah 70% dan dosis keduanya 60%. Sejauh ini, udah ada 244 kabupaten/kota di Indonesia yang memenuhi kriteria itu. Selanjutnya, Kepala Staf Kepresidenan Pak Moeldoko bilang bahwa ada daerah yang bakal digas lagi vaksinasinya sebelum lanjut ke booster, yaitu Papua, Papua Barat, Aceh, dan Maluku.
 
Olrite, sounds good.
Yoi. Lebih jauh, Pak Moeldoko menyebut bahwa baik Pak Menkes dan pihak pemerintah lainnya juga udah membentuk strategi untuk memastikan agar jumlah vaksin yang udah disiapkan bisa digunakan dengan tepat waktu dan nggak expire duluan. Adapun dalam hal ini, pemerintah bakal makin menggalakkan sosialisasi dengan melibatkan Polisi, TNI, BIN, dan Kemenkes dll untuk teamwork demi mencapai apa yang diinginkan.
 
OK. Anything else?
Nah tapi teteup guys, masih dari keterangan resminya yang di-upload di YouTube Sekretariat Presiden, Pak Jokowi ngingatin kita supaya biarpun udah dapet booster, prokes jangan sampai lengah. Kita tetap wajib pake masker, cuci tangan, jaga jarak, dll. Karena vaksinasi dan disiplin prokes adalah kunci biar kita bisa menang this very long battle.

When you’re feeling hot….

Everybody, meet global warming.
Yep, baru aja nih, penelitian dari Copernicus Climate Change Service (C3S) menunjukkan bahwa tujuh tahun terakhir ini merupakan rekor tujuh tahun terpanas yang pernah terjadi di bumi. Terus di tahun 2021 aja, Eropa mengalami rekor musim panas yang puanass banget, hampr sama kayak yang terjadi di 2010 dan 2018.
 
Kenapa bisa gitu ya? 
Yhaaa global warming donk, apaan lagi. Jadi menurut penelitian ini, ada analisis awalnya kan yang menyatakan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer tuh makin tahun makin meningkat. Terus tingkatan karbon dioksida alias CO2, dan metana aka CH4 per tahunnya tuh udah menyentuh rekor yang belum pernah ada sebelumnya.
 
Nooo go on…
Belum lagi ada emisi karbon dan akibat kebakaran hutan yang makin memperparah keadaan, yang bikin emisi karbonnya kembali naik, dan panasnya jadi terperangkap di atmosfer. Akibatnya, udara panas itu nggak ke mana-mana dan bikin bumi makin panas. Terus di tahun 2030 nanti, emisi karbon ini diperkirakan bakal naik dua kali lipat dari yang sekarang. Sebenernya guys, pemerintah global udah bikin perjanjian untuk menurunkan peningkatan tempratur global jadi 1,5 Celsius aja demi menghindari global warming. Tapi para scientists mengingatkan bahwa time is running out…
 
Hiks…
Makanya Carlo Buontempo, Direktur CS3 bilang kalau fenomena ini tuh harusnya jadi reminder yang kuat banget buat kita untuk mengubah cara kita berperilaku, dan take decisive and effective action supaya kehidupan generasi mendatang bisa makin sustain. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi emisi karbon yang ada. Fyi CS3 ini mengambil datanya dari satelit yang mampu melihat keadaan bumi dari orbit, terus ada pengukuran juga di permukaan tanah.
 
Is it that bad?
So bad. Para peneliti C3S misalnya mencontohkan di Eropa, beberapa tahun ini tuh panasnya gila-gilaan banget terutama di saat summer. Beberapa negara yang terpengaruh paling parah oleh gelombang panas ini adalah Yunani, Spanyol, dan Italia. Di Pulau Sisilia, Italia, suhunya juga pernah mencapai 48.8 derajat Celsius, yang mana itu merupakan rekor suhu tertinggi di Eropa. Hal ini kemudian diperburuk dengan kebakaran hutan yang terjadi di berbagai negara Eropa, plus Turki, Algeria, dan Tunisia. Nggak cuma itu, di dataran Eropa yang lain, yaitu Jerman, Belgia, dan Belanda, cuacanya hujan terus, terus jadi banjir juga, guys.
 
Terus harus gimana dong?
Menurut peneliti di CS3 Freja Vamborg, kita harus ngeliat kondisi ini in a bigger picture. Oke tahun 2021 kemarin suhu bumi panas nih, nah kan nggak berarti tahun ini atau tahun depan panas juga. Walaupun emang satu dekade terakhir kondisi bumi emang semakin panas dan kemungkinan besar bakalan terus lanjut kayak gini. Jadi yha kita harus mulai mengubah kebiasaan guys.
 
Got it. Anything else I should know? 
Laporan CS3 juga menjelaskan bahwa hampir seluruh daerah di dunia merasakan yang namanya pemanasan global. Adapun kondisinya rata-rata sama, dari Kanada sampe Greenland. Terus, terjadi banjir di beberapa daerah kayak di Afrika dan Timur Tengah, sampe banyak warga yang udah mulai memiliki skill baru, yakni membangun canoe dan rakit.

When Squid Game is your favorite show in 2021…

You must have mixed feelings about the grandpa.
 
(SPOILER ALERT!)
Iya guys, inget ga peran antagonis si aki-aki di series Squid Game yang ternyata orang kaya dan merupakan dalang dari seluruh permainan sadis tersebut? Nah baru aja nih, sang aki-aki yang diperankan oleh O Yeong-su memenangkan penghargaan sebagai “Best Supporting Actor” dari Golden Globe. Beliau juga mencatatkan sejarah sebagai aktor Korea Selatan pertama yang meraih penghargaan bergengsi ini.
 
Dalam meraih award ini, aktor senior berusia 77 tahun yang memerankan karakter Oh Il-nam itu berhasil mengalahkan aktor-aktor pemeran pendukung lainnya yang masuk nominasi, kayak Crudup (“The Morning Show”), Kieran Culkin (“Succession”), Mark Duplass (“The Morning Show”) dan Brett Goldstein (“Ted Lasso”).
 
Fyi guys, acara Golden Globe tahun ini digelar secara online, dengan tanpa presenter, tamu, maupun pidato kemenangan. Menurut keterangan dari pihak panitia, acara Golden Globe tahun ini emang bakal sederhana aja. Banyak pihak berasumsi bahwa keputusan ini diambil seiring dengan berbagai kontroversi terkait ketidakberagaman, dan berbagai masalah etik lainnya di acara tersebut.
 
Nevertheless, ditunggu season dua-nya, Aki!

“Kami tetap lakukan yang terbaik.”

Gitu guys kata Jubir Divisi Humas Polri Kombes Hendra Rochmawan dalam jumpa pers di kantornya yang terletak di Jakarta kemarin. Adapun statement ini disampaikan Pak Hendra saat ngomentarin soal survei terbaru yang dilakukan oleh lembaga Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Polri turun 6 persen. Karanya menurut Pak Hendra sih, pihaknya akan tetap melakukan yang terbaik dan bersikap positif terhadap kondisi yang ada.

Now singing: Fix you by Coldplay…

Announcement


Thanks to Meta, NN, Thamas, Prani, & TS for buying us coffee today! 

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you still looove drinking soda, read these facts first.

Angel’s Stories

1. Beberapa hari kemarin, aku lagi ga punya duit banget karena selain gajianku dipotong, aku juga harus membiayai berbagai kebutuhan keluarga (maklum anak sandwich). Lagi galau bingung mau makan apa, tiba-tiba temen kantorku bungkusin aku makan siang dong! Katanya ucapan terima kasih karena udah bantu dia nyelesain kerjaannya yang aku juga udah agak lupa hehehee jadi emang berbuat baik itu pasti ada imbalannya guys!
-Anonymous-
 
2. Akhir-akhir ini, aku sedih dan sering khawatir perihal pendaftaran program magang Kampus Merdeka yang lagi aku ikutin. Nggak ada e-mail yang masuk soal kelanjutan proses seleksi dan interview. Meanwhile temen-temenku udah banyak yang dapet panggilan dan lolos. Aku udah dalam tahap hopeless dan pasrah, aku cuma minta diberi keikhlasan dan kesabaran kalo emang aku nggak dapet rezeki magang semester ini. Beberapa hari kemudian, ada banyak e-mail masuk terkait seleksi selanjutnya, aku kaget dan nggak nyangka karna aku kira aku bakal stuck di situ aja. Dari situ, aku ngerasa jahat banget karna udah ngeraguin takdir Tuhan. I thought I was the unluckiest person, while in fact, I should be more patient. If you’re going through something right now, please remember that God is really kind to us.
-D-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)