Harta 10 Orang Terkaya Dunia Bertambah 2 Kali Lipat

127

What’s getting more concerning?

The global economic gap, aka kesenjangan ekonomi.
Hiks, iya nih guys. Kamu tahu ngga kalau selama pandemi yang udah berlangsung selama dua tahunan ini, harta kekayaan 10 orang terkaya di dunia justru bertambah dua kali lipat? Yes, di sisi lain, warga miskin juga makin miskin akibat pandemi dan disebutkan bahwa ada lebih dari dua puluh ribu orang meninggal setiap harinya di seluruh dunia.
 
What?
Yep, jadi dengan menggunakan data kekayaan dari Forbes, sebuah lembaga internasional, namanya Oxfam International melakukan penelitian atas penghasilan si kaya dan di miskin selama pandemi. Hasilnya, kekayaan para bilioner di dunia naik dari US$8,6 triliun pada Maret 2020 jadi US$13,8 triliun pada November 2021. Ini adalah peningkatan kekayaan yang melonjak banget, jauuh lebih tinggi daripada kekayaan yang bisa dikumpulkan selama periode 14 tahun sebelum pandemi. Terus, 10 orang terkaya di dunia (iya, yang di atas guys) selama pandemi ini kekayaan kolektifnya naik sebesar US$1,3 miliar per hari. PER HARI.
 
Geez….
Yep, meanwhile, si miskin makin miskin. Kata Oxfam, 99% of commoners aka all of us justru mengalami penurunan penghasilan akibat pandemi, bahkan sampe banyak yang kehilangan pekerjaan. Terus, ada 252 orang super tajir yang pendapatannya masih lebih tinggi dibanding satu miliar women and girls di Afrika, Latin America, and Carribean kalau semuanya digabung. Terus, 10 dari orang-orang terkaya di dunia pendapatannya masih lebih tinggi dari 3,1 milyar orang yang pendapatannya udah terbilang cukup.
 
And COVID-19 just made all of these worse?
Ya iya dong. Masih kata Oxfam International, pandemi COVID-19 bukan cuma bikin kesenjangan ekonomi makin parah, namun juga layanan di bidang kesehatan yang jomplang banget. Menurut data mereka, orang-orang yang tinggal di negara miskin dan berkembang beresiko 2x lipat lebih tinggi untuk meninggal gara-gara COVID-19 dibanding warga di negara kaya. Sedangkan di negara-negara yang paling miskin, resikonya ini meningkat sampe 4x lipat, apalagi kalo warganya juga miskin. Berbagai fenomena ini kemudian disebut oleh Oxfam sebagai “economic violence”. 
 
Tapi kok bisa ya kesenjangannya jomplang banget?
Ya masih menurut Oxfam sih, emang kebijakan pemerintah pada pandemi ini juga secara ngga langsung turut berkontribusi atas terjadinya kesenjangan guys. Contohnya aja dalam hal keringanan pajak buat bisnis, hal ini ya kan niatnya baik biar bisnis ga pada collapse, tapi buat para super rich, ya mereka jadi ga harus bayar pajak yang nilainya gede banget itu. Begitu juga dengan stimulasi ekonomi yang bikin kondisi pasar pulih dan bikin harga stock market naik. Ya ujung-ujungnya si tajir tambah tajir.
 
I see…
Nah hal lain yang juga jadi sorotan Oxfam adalah soal vaksin COVID-19. Jadi kata Oxfam, sebenarnya ada jutaan orang di luar sana yang sebenarnya masih bisa hidup, tapi mereka harus kehilangan nyawa karena nggak memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan vaksin. Hal ini karena distribusi vaksin yang terpusat pada negara kaya, sedangkan negara miskin ngga kebagian. Contohnya aja kayak negara-negara di Afrika yang kebanyakan belum mencapai 10% vaksinasi, sedangkan Uni Eropa dari tahun lalu udah mencapai herd immunity. 
 
Terus gimana :(.
Well, terkait temuannya ini, Oxfam menegaskan bahwa harusnya pemerintah naikin lagi pajak yang dikenakan buat super-rich people ini dan duitnya digunakan buat menunjang health-care system, terus buat pembiayaan vaksin, menghentikan diskriminasi, plus menghentikan climate crisis. Lebih jauh, Gabriela Bucher, Direktur Oxfam International bilang ketidaksetaraan kayak gini tuh terjadi karena pilihan, bukan kesempatan. Tapi kenapa orang-orang kaya itu yang dibikin untung dan semakin berkuasa despite of this crisis buat kepentingan mereka sendiri, gitu lho.
 
Got it. Anything else I should know? 
Fyi Bank Dunia mencatat dari 2020 sampai sekarang, udah ada 97 juta orang worldwide yang jatuh ke perangkap extreme poverty dengan penghasilan kurang dari US$2 per hari. Terus guys, kondisi inequality juga juga berimplikasi buruk pada lingkungan, secara 20 orang terkaya di dunia ternyata menghasilkan emisi sebanyak 8.000 orang yang tinggal di negara kaya. Whoaaaa.