Harga Minyak Goreng Naik Sejak November 2021 Hingga Sekarang

263

Since you’ve been complaining…

Over the price of minyak goreng.
 
Kenapa minyak goreng? 
Kalau kalian notice, harga minyak goreng di pasaran tuh sekarang lagi naik-naiknya gengs sejak November-Desember 2021 kemarin sampai sekarang belum menunjukkan adanya penurunan.
 
Yesss bener banget… 
We know right. Jadi menurut catatan dari Pusat Informasi Pangan Strategis Nasional, harga minyak goreng di pasaran sekarang berkisar antara Rp18.000 sampai Rp24.000. Bahkan di Gorontalo, harga minyak goreng di sana udah mencapai Rp26 ribu per kilogramnya. Padahal nih yah, dulunya minyak nabati ini cuman berkisar sebelas sampai tiga belas ribuan aja tergantung kemasannya. Hal ini bikin gengges dong, dan jadi pertanyaan. Kenapa sampai naik ini minyak goreng, padahal kalau dipikir-pikir, pasokan minyak sawit yang diproduksi menjadi minyak goreng ini jumlahnya melimpah banget di Indonesia.
 
Terus kenapa dong? 
Nah, rupanya ada beberapa faktor yang menyebabkan minyak goreng di Indonesia tuh sekarang naik banget harganya. Menurut Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga, alasan pertamanya adalah harga crude Palm Oil (CPO) di pasar global tuh emang lagi naik, jadi berpengaruh juga sama harga penjualannya di tanah air. Penyebab kedua, produksi minyak nabati dunia yang turun sampe 3,5% di tahun 2021 lalu. Padahal kan permintaan terus meningkat, dan hal inilah yang jadi salah satu faktor yang memicu kenaikan harga.
 
Oooooh…
Belum selesai gengs, ada lagi penyebab ketika versi Pak Sahat, yaitu program B30 dari pemerintah, yang mewajibkan pencampuran 30% Biodiesel dengan 70% bahan bakar minyak jenis Solar. Tujuan program ini sih awalnya oke ya, supaya mengurangi impor BBM dan meningkatkan devisa negara. Namun, saat ini kondisinya lagi enggak ideal, di mana produksi CPO lagi menurun, sedangkan kebutuhan pangan akan minyak goreng tetap tinggi. Jadi yha minyak-minyak ini kok banyak banget teralokasikan ke bahan bakar gitulo guys.
 
I see…. 
Nah karena lagi langka inilah, makanya GIMNI merekomendasikan pemerintah buat nurunin dulu nih, Kebijakan Biodesel B30 jadi B20, atau 20% aja pake minyak buat biodeselnya. Dengan mengurangi 10% aja, maka konsumsi minyak untuk bahan bakar tadi bakal berkurang sebanyak 3 juta ton, dan jumlah ini cukup banget buat memenuhi kebutuhan minyak goreng masyarakat sampai satu tahun ke depan.
 
Well, is the government going to do something about this?
Yep, misalnya Menteri BUMN Pak Erick Thohir yang bilang bahwa BUMN bakal melakukan operasi pasar untuk menekan harga minyak goreng dengan menggelontorkan sekitar 3,7 juta liter minyak goreng hingga Mei 2022. Terus lewat salah satu perusahaan BUMN, namanya PT Industri Nabati Lestari (INL), pemerintah bakal menyalurkan minyak goreng dengan harga sesuai harapan pemerintah, yakni Rp14ribu.
 
I see. Anything else?
Harga minyak goreng yang melambung ini tentu bikin seluruh lapisan menjerit, termasuk warga yang menyampaikan keluhan pada para kepala daerahnya. Di Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil bilang bahwa beliau bakal mengupayakan penurunan harga minyak goreng jadi Rp14 ribu per liter. Kata Kang Emil, hal ini sesuai dengan perintah ibu-ibu. Terus di Jakarta, Wakil Gubernur Bang Riza Patria juga bilang bahwa pihaknya udah rapat sama DPRD untuk membahas hal ini supaya harga minyak goreng di pasar tetap stabil.