Eropa Akhiri Pandemi COVID-19 Dalam Waktu Dekat

105

Who’s probably gonna see the end of the pandemic soon?

Europe.
 
Reallllly?
Iya guys, varian Omicron yang saat ini lagi banyak menyebar di berbagai belahan dunia dipandang WHO sebagai pertanda nih, bahwa bisa jadi, Eropa bakal mengakhiri pandemi COVID-19 ini dalam waktu dekat.
 
Whaaaaat?
Iya, jadi disampaikan oleh Regional Director WHO-nya Eropa Hans Kluge kemarin, beliau menjelaskan bahwa mungkin aja COVID-19 berakhir dalam waktu dekat di Benua Biru itu. Penyebabnya, kan diprediksi bahwa Omicron bakal menginfeksi sampe 60% warga di sana sampe Maret mendatang, jadi once fase tersebut udah lewat, maka COVID-19-nya akan mereda karena warga secara alami udah mencapai herd immunity. Selain itu yha faktor cakupan vaksin juga yang udah mencapai lebih dari 70% di sana.
 
Geez…
Nah selain di Eropa, di Amerika Serikat juga trendnya begitu guys. Minggu lalu, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, Anthony Fauci menyebut bahwa angka kasus di sana udah menurun drastis, dan yhaa gamau overconfident, tapi things are looking good. Terus juga ya memang sih masih ada beberapa negara bagian yang struggling dengan pasien yang masuk rumah sakit dan penularan, tapi itu tergantung banget sama vaksinnya. Makin tinggi vaccination rate, maka makin rendah angka kasusnya. Gitu gengs.
 
Sounds good…
Yep, dan begitu juga yang terjadi di Afrika. Jadi minggu lalu, untuk pertama kalinya jumlah kasus di sana turun sampe 20%, dan angka kematian menurun sampe 8%. Terus Afrika Selatan, di mana varian Omicron pertama kali dideteksi juga mengalami penurunan kasus selama empat bulan ke belakang, dan warga udah berangsur-angsur kembali ke kehidupan normal.
 
Ya tapi mungkin aja ada varian baru gak si…
Ya varian baru juga masih bisa muncul, guys. Pak Hans juga nggak menampik kalau varian baru mungkin bakalan ada. Tapi disampaikan Thierry Breton, komisioner buat Internal Market Eropa yang juga terlibat dalam penemuan vaksin bilangnya vaksin yang ada sekarang tuh bisa banget dikembangkan buat varian baru yang mungkin bakalan muncul di masa depan. Dan bakalan mampu nge-defend varian baru itu dengan lebih baik. Bahkan buat yang lebih mematikan sekalipun.
 
Got it. Anything else?
Well, senada dengan para ahli-ahli tadi, Graham Medley profesor penyakit menular di London School of Hygiene and Tropical Medicine bilangnya COVID ini nggak bakal selamanya bersifat seserius dan sedarurat ini. Doi bilang bahwa pandemi ini bakalan berakhir dengan segera, dan bertahap. Bukan dengan ada kasus aktif, tapi kasusnya udah diumumkan berakhir. Selain itu, di tengah gelombang COVID-19 yang melandai, kan banyak negara yang akhirnya mendesak WHO buat mengubah status pandemi jadi endemi kan. Ini kemudian ditanggapi sama WHO bahwa terlalu dini buat menganggap COVID-19 ini jadi endemi.