Elizabeth Holmes Dijatuhkan Dakwaan Hukuman 20 Tahun Penjara

116

This might be the biggest scam in the startup world ever…

Everbody, meet: Elizabeth Holmes.
Yang baru aja dijatuhkan dakwaan hukuman oleh Pengadilan di California atas empat dari 11 tindakan kriminal yang dituduhkan kepadanya. Ga main-main, ancaman penjaranya pun sekitar 20 tahun.
 
Ga nanggung-nanggung ya, sis. Emang dia kenapa si? 
Jadi, dia ini semua berawal dari startup teknologi yang didirikannya pada tahun 2003 lalu di Silicon Valley, California, namanya Theranos. Nah, Theranos ini model bisnisnya adalah tes darah yang bisa mendeteksi ratusan kondisi kesehatan tertentu, mulai dari kolesterol, sampe diabetes. Sounds normal, right? Hold that thought, karena dalam melakukan tes ini, Theranos ga butuh sample darah banyak-banyak, tapi cukup beberapa tetes aja dari ujung jari. Terus hasilnya cepet banget, bisa dalam itungan menit dan ditunggu. Padahal tes darah normal tu bisa berhari-hari. This is where things get weird….
 
Why?
Yha karena simply ga make sense guys. Namanya tes darah itu ya darahnya gabisa setetes dua tetes, apa lagi sampel-nya dari ujung jari yang kalo menurut para ahli, biasanya udah kecampur sama sel-sel lain yang bisa bikin hasil tesnya ngga akurat. Terus juga kalo cuma beberapa tetes, maka mungkin aja kandungan protein atau penanda penyakit lainnya ngga cukup banyak, dan lagi-lagi, hasilnya ga bener. Nah inilah yang terjadi sama Theranos…
 
Wah buset.
Nah tapi sebelum masuk ke ketauannya, kita bahas dulu si Holmes-nya ini ya guys. Jadi sejak pertama kali me-launching Theranos, Elizabeth Holmes yang merupakan dropout dari Stanford University sempet merasakan jadi founder startup yang dielu-elukan. Dia dapet high-profile investors, dan cuma dalam waktu 11 tahun aja, valuasinya Theranos mencapai US$9milyar dan bikin perusahaan itu menyandang status unicorn. Holmes sendiri jadi sering muncul di mana-mana dan menceritakan kisahnya soal “Stanford dropout” yang sukses bikin startup, dan dia juga sempet dapet gelar “The world’s female self made billionaire” dari Forbes. Mantep banget kan tu…
 
OK terus…
Namun kemudian, seiring dengan makin banyaknya investor yang masuk (Serius guys investornya Holmes tuh kelas kakap banget, kayak pengusaha media Rupert Murdoch, mantan Menteri Pendidikan jaman Trump Betsy DaVos, sampe mantan Menlu AS Henry Kissinger) dan makin banyaknya teknologi ini dipakai di apotek, maka makin banyak juga komplain soal hasil tesnya yang ngga akurat. Terus guys interestingly, dari milyaran USD investasi yang masuk ke Theranos, none of the investors itu punya latar belakang kedokteran atau kesehatan. Jadi banyakan ya high profile business people/politicians aja gitu guys.
 
Go on…
Nah, the fall of Theranos began ketika komplain dari konsumennya jadi makin banyak, dan Wall Street Journal menulis laporan investigatif soal teknologi Theranos. Intinya ketauan bahwa alatnya emang ngga akurat, Holmes dan mantan pacarnya Sunny Balwani berusaha memanipulasi hasil, dan.., jeng jeeng… even sample darah yang udah mereka dapatkan itu ditesnya pake mesin lain, bukan yang mereka klaim berhasil! Nah udah deh, sejak saat itu Theranos langsung diinvestigasi oleh pihak berwenang di AS dan ketauan bahwa semuanya hanyalah rekayasa.
 
OMG…
Nah sejak saat itu, Holmes jadi harus menghadapi proses hukum terkait penipuan yang dilakukannya. Ngga tanggung-tanggung guys, nama perkaranya adalah United States vs Elizabeth Holmes karena doi dinilai ngga cuma nipu investor, tapi juga nipu dokter dan pasien. Proses pengadilannya juga panjang banget karena kepotong Covid, Holmes hamil, sampe kasusnya juga yang emang super rumit karena ini penipuannya gede-gedean banget. However, akhirnya ditentukan bahwa Holmes menghadapi 11 tuntutan, di antaranya bikin klaim palsu, boongin investor, boongin dokter dan pasien, dll. Dari 11 itu, Holmes dinyatakan bersalah atas empat dakwaan soal penipuan. Nah jadinya, doi terancam harus menghadapi hukuman penjara sekitar 20 tahun.
 
Got it. Anything else? 
Nah guys, kasus Theranos ini juga jadi peringatan buat pengusaha atau siapa pun yang terlibat di per-startup-an bahwa emang kita harus hati-hati banget dalam berkecimpung di dunia perusahaan rintisan. Dengan nature startup yang harus serba cepet dan berfokus ke investor maupun valuasi (mo cepet-cepet unicorn!), maka mungkin banget kasus kayak gini bisa terjadi pada startup mana pun. Ini juga jadi peringatan buat para investor untuk lebih hati-hati dan memahami soal barang yang dia investAlthough dalam kasusnya Holmes, para investor sih most likely udah pada ikhlas ya duitnya ilang, secara mereka orang-orang yang udah crazy rich gitu…