Corona Updates 24 Januari 2022

61

As always, we start with COVID-19 updates.

Well well well, it seems like COVID-19 is still here, but many experts say this year would probably be the last. Can we get an ameeeen?
 
National
  • Per kemarin, 23 Januari 2022, total kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 4.283.453 kasus, dengan kasus aktif 16.692 angka sembuh 4.122.555 dan kasus meninggal 144.206.
  • Provinsi dengan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta (874.697 kasus), Jawa Barat (710.670 kasus), Jawa Tengah (487.198 kasus), Jawa Timur (400.552 kasus), dan Kalimantan Timur (158.433 kasus).
  • Penduduk Indonesia yang udah menjalani vaksinasi pertama ada sebanyak 180.714.550 dan vaksinasi kedua 123.782.386 dari target vaksinasi Indonesia sebanyak 208,2 juta penduduk.
  • Kemarin, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru aja mengumumkan tentang meninggalnya dua orang pasien COVID-19 varian Omicron. Jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi bilang bahwa kedua orang ini dilaporkan memiliki penyakit penyerta alias komorbid, dan abis melakukan perjalanan luar negeri. Terus guys, kedua korban meninggal ada di Jakarta, yakni satu di RS. Sari Asih Ciputat, dan satunya di RS Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
  • Pemerintah juga baru aja mengumumkan bahwa sebesar 70 persen hingga 80 persen kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia berada di Jawa dan Bali. Angka ini diketahui lebih tinggi dibandingkan kasus di DKI Jakarta yang berkisar 40-50 persen. Cuma yha apakah penyebabnya adalah varian Omicron? Ini yang harus diteliti lebih lanjut.
  • Minggu lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Pandjaitan baru aja memerintahkan pemprov DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat untuk segera mempercepat program vaksinasi booster. Hal ini karena kata Opung Luhut, saat ini tengah berlangsung teater perang lawan COVID-19, seiring dengan kasus di wilayah-wilayah ini yang terus bertambah. Karena itulah, Opung Luhut mendesak pada para kepala daerah untuk buru-buru mem-booster warganya.
  • Meski kasus Omicron bertambah terus, namun kita harus tetap optimis guys, karena kata Pak Presiden Jokowi, pandemi COVID-19 bakal terkendali pada tahun ini. Hal ini karena angka vaksinasi yang terus meningkat dan penanganan COVID-19 di tanah air yang makin baik. However, Pak Jokowi ngingetin untuk kita teteup taat prokes, mengingat Omicron masih menghantui.
  • Sepulang umroh, Kemenkes menemukan ada 87 orang jemaah yang  positif COVID-19. Dari jumlah itu, sebanyak 10 orang probable COVID-19 varian Omicron. Untuk mengantisipasi hal ini, Kementerian Agama udah menyiapkan Asrama Haji, Bekasi, untuk jadi tempat karantina kepulangan jemaah umrah yang baru tiba di tanah air.
Meanwhile internationally..
  • Per kemarin, total kasus positif COVID-19 di dunia udah mencapai 349.184.202 kasus dan 5.591.777 kasus meninggal.
  • Negara-negara dengan kasus terbanyak adalah Amerika Serikat (70.495.874 kasus), India (39.237.264 kasus), Brazil (23.931.609 kasus), Prancis (16.506.119 kasus), dan Inggris (15.891.905 kasus).
  • In case you need an extra motivation to get your booster shot, read this: Hasil riset oleh CDC di Amerika Serikat menemukan bahwa vaksin Pfizer dan Moderna ampuh hingga 90% mencegah penggunanya dari resiko masuk rumah sakit kalo mereka tertular varian Omicron. Selain itu, vaksinnya juga efektif sampe 82% mencegah kunjungan ke UGD dan kebutuhan atas layanan darurat.
  • Seiring dengan makin terkendalinya angka COVID-19 di Irlandia, minggu lalu pemerintah setempat baru aja mencabut restrictions paling lama dan paling ketat di Eropa. Diumumkan langsung oleh PM Irlandia, Micheál Martin, jam malam yang sebelumnya berlaku sampe jam 20:00 malam itu udah dihapus, dan aturan jumlah batasan orang yang kumpul-kumpul juga udah nggak ada lagi, dan para karyawan juga udah boleh mulai WFO. Fyi Omicron di sana tuh juga udah menurun dan jumlah orang-orang yang ada di rumah sakit juga stabil, gengs.
  • Kementerian Kesehatan Singapura baru aja mengumumkan kematian pertama mereka due to OmicronAdapun korban meninggal adalah seorang perempuan lansia berusia 92 tahun dan enggak divaksin. Nenek ini meninggal Kamis minggu lalu, sepuluh hari setelah tertular COVID-19 dari seorang anggota keluarganya.
  • Pakistan baru aja mengalami lonjakan kasus COVID-19, setelah ada lebih dari tujuh ribu kasus baru ditemukan pada Hari Jumat lalu. FYI, ini adalah kasus harian tertinggi yang dialami Pakistan since the pandemic began. Sejak penemuan ini, pemerintah setempat segera melakukan tes massal dan hasilnya, 12,93 % orang ditemukan positif. Angka 12,93% ini adalah record breaker positivity rate tertinggi di Pakistan sejak pandeminya mulai.
  • Seiring dengan makin mudahnya akses mendapatkan vaksin COVID-19 dan angka kematian yang relatif rendah, banyak negara-negara di dunia yang menyerukan supaya COVID-19 ini diberi status endemi, dan ditangani layaknya flu biasa. Hal ini adalah supaya perkembangan ekonomi bisa terus berlanjut tanpa terganggu dengan berbagai kebijakan aturan pengetatan. Nah di Asia, seruan ini paling banyak disuarakan di Jepang, di mana mereka emang dari awal nggak pernah melakukan lockdown. Dengan peralihan status ini, maka beban rumah sakit akan berkurang dan nggak berfokus dalam menangani kasus COVID-19 aja. Nah minggu lalu guys, seruan ini makin banyak didukung warga, di antaranya datang dari mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe.
  • Nah, meski banyak negara-negara di dunia yang udah bosen banget ngurusin COVID-19 dan udah pengen ganti status aja jadi endemi, minggu lalu WHO justru bikin statement sebaliknya. “Pandemi masih jauh dari selesai,” gitu guys kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Dalam keterangan resminya doi menjelaskan bahwa ya iya sih Omicron mungkin ga parah banget, tapi anggapan bahwa virusnya ringan juga ga bener. Hal ini karena varian tersebut tetep menyebabkan orang masuk rumah sakit dan kematian, jadi virusnya in general masih bahaya. Hiks.