Bupati Langkat Sumut Punya Kerangkeng Manusia Di Rumahnya, Perjanjian Ekstradisi Indonesia Dengan Singapura, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia, Komandan Perempuan Pertama Kapal Perang AS

104


Good morning !

Hi there, sunshine. Yep, as you woke up today, remember that you are loved, precious, and someone’s reason to smile. Now, before you check your balance *Psssst it’s tanggal 25!* let’s catch up! first with our podcast here, and some updates from Bupati Langkat to Joe Biden. Let’s go!


Now, let’s speed you up on: Bupati Langkat’s case…

*Trigger warning: This content mentions torture and human rights violation which could be unsettling for some readers. Proceed with cautions!
 
I am ready. Catch Me Up!
Sure. Jadi, semua ini bermula dari kejadian di hari Selasa minggu lalu, di mana Bupati Langkat, Sumatera Utara yang bernama Terbit Rencana Perangin Angin, ditangkap KPK melalui Operasi Tangkap Tangan aka OTT. Terbit diamankan atas dugaan suap untuk berbagai pengerjaan project di wilayah Pemerintah Kabupaten Langkat, dan dalam prosesi itu ditemukan bahwa Terbit punya kerangkeng manusia di rumahnya.
 
GEEEEZ
Yep. Jadi awalnya tuh, KPK udah meringkus duluan guys, orang suruhan Terbit dan pihak lainnya yang lagi melakukan praktek sogok menyogok di sebuah coffee shop. Nah abis mengamankan mereka, KPK kemudian gercep menuju ke rumah pribadi Terbit di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Langkat, Sumatera Utara untuk mengamankan si Terbit. Nyampe sana, doi diduga udah kabur duluan dan beberapa jam kemudian, diketahui bahwa dia udah menyerahkan diri ke Polres Binjai. Nah pas lagi menggeledah rumah itulah, tim KPK menemukan kerangkeng manusia yang ada isinya sebanyak dua ruangan.
 
I still can’t wrap my head around this…
Same. Jadi karena masih harus ngejar si Terbit, tim KPK cuma sempet nanya aja, mereka kenapa dikerangkeng, dan mendokumentasikan penemuannya. Orang-orang di dalam kerangkeng itu kemudian bilang bahwa mereka kerja di kebun sawitnya Terbit.
 
Ya ampuun…
Nah menanggapi penemuan ini, Kapolda Sumatera Utara Irjen Panca Putra Simanjuntak bilang bahwa pihak mereka udah melakukan pendalaman terkait isu kerangkeng ini. Beliau kemudian menjelaskan bahwa kerangkengnya digunakan sebagai tempat rehabilitasi para pengguna narkoba yang dibuat secara pribadi oleh si Terbit. Terus, kerangkeng yang ditemukan berisi 4 orang di dalamnya itu udah digunakan sejak 10 tahun lalu untuk merehabilitasi pengguna narkoba.

Is this for real?
Nah, bukan kamu aja yang mempertanyakan soal keberadaan kerangkeng guys, tapi Migrant Care juga. Jadi, Migrant Care ini adalah sebuah lembaga yang fokus sama isu buruh migran dan tenaga kerja. Menurut penanggung jawab Migrant Care, Anis Hidayah, ada sekitar 40 orang pekerja yang ditahan di kerangkeng itu. Mbak Anis juga bilang bilang bahwa para pekerja ini dipaksa menggarap kebun kelapa sawit dan bekerja selama 10 jam dari pukul 8 pagi hingga pukul 8 sore. Terus, mereka juga cuma diberi makan dua kali sehari secara tidak layak oleh eks Bupati Langkat tersebut.
 
Terus terus…
Mereka juga enggak punya akses untuk ke mana-mana dan mengalami penyiksaan kayak dipukul, lebam, dan luka. Berangkat dari kondisi ini, Migrant Care bakal lapor ke Komnas HAM karena prinsipnya itu ya keji banget lah. Baru tahu ni, ada kepala daerah yang mestinya melindungi warga tapi justru menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang. Melakukan tindakan yang melanggar prinsip HAM. Gitu kata Mbak Anis.
 
Tru dat. Any newest update now?
Well, Komnas HAM sendiri udah menerima aduan itu Senin kemarin, dan bakal segera mengirim tim ke Langkat untuk melakukan penelusuran lebih jauh dan komunikasi dengan berbagai pihak. Terus kemaren guys, para penghuninya itu udah pada angkat bicara dan salah satu penghuni, namanya Fredy Jonathan bilang bahwa dia hidupnya lebih teratur di kerangkeng karena kegiatannya udah terjadwal. Selain itu, dia juga mengakui bahwa para penghuni gaboleh bawa hape dan komunikasinya terbatas ke dunia luar. Oh iya terus guys, polisi juga udah confirmed nih bahwa para penghuni itu kerja di pabrik punyanya si bupati tanpa menerima upah.
 
Terus sekarang nasib mereka gimana?
Well, terkait isu rehabilitasi ini, Polda Sumut akhirnya membentuk Tim Khusus yang terdiri dari Polda Sumut, BNN Sumut, dan BNN Kabupaten Langkat buat menggali keterangan dan fakta-fakta terkait para korban dan mendalami kasus ini secara lebih dalam. Terus, BNN juga mengusulkan agar para penghuni tadi dicek dulu apakah bener pake narkoba apa enggak, selanjutnya mereka akan ditempatkan di tempat yang layak. Secara kerangkeng itu ngga layak samsek.
 
I am done. Anything else?
FYI guys, si Terbit ini terbilang kaya banget untuk ukuran bupati, sampe masuk top 10 the richest bupati di Indonesia dengan jumlah kekayaannya yang mencapai 85 miliar. Doi yang merupakan kader partai Golkar ini sebelum jadi bupati adalah aktivis Pemuda Pancasila, dan diketahui punya delapan mobil, puluhan bidang tanah di Langkat dan Medan, tapi ngga punya utang.
 
Duh, paaaak….

What’s finally done after 50 years?

Dude, definitely not my latest relationship.
UnderstoodWe’re talking about... perjanjian ekstradisi Indonesia dengan Singapura.
 
Eks…tra…. What?
Ekstradisi. Jadi setelah pembahasannya dirintis sejak tahun 1972, kemarin, pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura akhirnya menandatangani Perjanjian Ekstradisi yang bertempat di Bintan, Kepulauan Riau. Proses penandatanganan ini juga disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.
 
I am not anak HI. What’s ekstradisi?
Ok, jadi dalam hukum internasional, istilah ekstradisi ini mengacu pada suatu proses di mana sebuah negara dapat meminta orang yang menurut hukum negara itu melakukan kejahatan buat dicari dan dipulangin sekalipun yang bersangkutan lagi ada di negara lain. In short, nih ya, misalnya kamu jadi koruptor guys *amit-amit* terus kamu jadi buron di Indonesia, otomatis kamu bakal kabur ke luar negeri dong. Nah misalnya ternyata kamu kaburnya ke Singapur nih, dengan adanya perjanjian ekstradisi, Indonesia bisa minta Singapur untuk mencari dan memulangkan kamu biar bisa diproses hukum di tanah air. No excuse. Begitu juga sebaliknya. Nah perjanjian ini nih, yang baru di-ttd sama Indonesia dan Singapura.
 
Ye itumah bukan ceritanya. Emang banyak terjadi ga si?
Uhmmm ya gitu de, ehehehe jadi emang selama ini, Singapura tuh jadi tempat escape paling enak bagi para buronan, khususnya buronan kasus koruptor, karena selain wilayahnya yang deket banget sama Indonesia, Singapura dan Indonesia ini nggak ada perjanjian ekstradisi. Jadi mereka bisa enak-enak ajatu kabur dan idup damai di SG. Namun akhirnya ketenangan ini bakal segera berakhir guys, seiring dengan disahkan dan ditandatanganinya perjanjian ekstradisi ini Menteri Hukum dan Ham Yassona Laoly yang mewakili Indonesia dalam perjanjian ini.
 
Nice…
Yep, adapun tindak kejahatan yang masuk dalam perjanjian ini tuh nggak korupsi aja, tapi totalnya ada 31 kasus, mulai dari tindak pidana korupsi, pencucian uang, suap perbankan, narkotika, terorisme, dan pendanaan kegiatan terorisme.
 
Kenapa baru ditandatangani sekarang si?
Well, jadi emang sejarah Perjanjian Ekstradisi Indonesia sama Singapura ini sungguhlah panjaaaaaaannggggg, guys. Jadi sebenernya pembahasannya mulai dirintis di tahun 1972, terus diupayakan pemerintah biar gol di tahun 1998, lalu mulai dibahas di DPR sejak 2004. Adapun pembahasan soal ekstradisi ini cukup alot, baik yang dibahas di dalam negeri maupun sama pihak Singapuranya sendiri. Sampai akhirnya baru deh tuh ada kesepakatan dan ditandatangani waktu pertemuan bilateral 27 April 2007 di Bali.
 
Nah itu udah? Terus kok ada lagi?
Iya guys, meski udah ada kesepakatan dan udah ditandatangani juga itu Perjanjian Ekstradisi, hukumnya belom bisa langsung berjalan karena kan harus diratifikasi dulu sama DPR. Jadi, ratifikasi ini adalah proses adopsi hukum internasional untuk jadi hukum nasional yang berlaku di tanah air. Kalo udah di-acc DPR, baru deh hukumnya bisa berlaku. Nah, di sini juga prosesnya panjang karena harus ada harmonisasi, khususnya sama perjanjian internasional lain, yaitu Defense Cooperation Agreement aka DCA.
 
Ribet juga w liat-liat….
Calling allll anak hukum… ya tapi emang gitu prosesnya guys. Nah, kenapa prosesnya di DPR lama? Karena menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri RI, salah satu yang menjadi perdebatan adalah perjanjian ekstradisi itu harus disepakati dengan pakta lainnya yakni perjanjian kerja sama pertahanan (DCA). Adapun salah satu permintaan Singapura dalam DCA dan jadi sumber perdebatan adalah mereka pengen meminta sebagian wilayah perairan dan udara di sekitar Sumatera dan Kepulauan Riau supaya bisa digunakan untuk latihan militernya. Karena inilah ratifikasinya ga kunjung disetujui sama DPR.
 
Terus sekarang?
Nah sekarang alhamdulillah yah guys ratifikasinya udah di-acc, dan para buron-buron itu udah pada bisa pulkam aka dipaksa pulkam ehehe. Adapun beberapa buronan yang disebut-sebut pernah lari ke Singapura di antaranya adalah Sjamsul Nursalim, tersangka kasus korupsi BLBI Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI); Samadikun Hartono, tersangka korupsi BLBI Bank Modern; Sujiono Timan tersangka korupsi BPUI; tersangka korupsi Cassie Bank Bali, Djoko S Tjandra; hingga Harun Masiku, tersangka kasus suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.
 
I see. Did anyone say anything?
Ada. Dari Pak Yasonna sendiri bilang perjanjian ini bakal membuat gentar para pelaku tindak pidana di dua negara ini. Lebih jauh, Pak Yasonna juga bilang bahwa dengan adanya perjanjian ini, maka pergerakan para buron jadi lebih minim. Selain itu, disampaikan juga oleh anggota Komisi III DPR RI Habiburrokhman yang bilang semoga perjanjian ini nggak sekadar ‘perjanjian’ doang, tapi juga ada action-nya yang serius, dan aparat hukum juga terus kejar target-target di luar, terutama di Singapura. Finally, ngomongin koruptor gabisa kalo ga mention KPK sang pemberantas korupsi. Nah menurut Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, ya OK sih perjanjiannya di-acc, artinya aturan ini bakal mempermudah proses penangkapan dan pemulangan tersangka korupsi, sekaligus juga optimalisasi penyelamatan aset yang pastinya banyak diumpetin di luar negeri.
 
Got it. Anything else?
Selain Perjanjian Ekstradisi, ada 15 dokumen kerja sama strategis yang juga ditandatangani antara pemerintah Singapura dan Indonesia, guys. Adapun dokumen-dokumen itu meliputi bidang politik, hukum, keamanan, sosial budaya dan kesehatan. Salah satunya adalah tentang Ruang Udara Natuna yang mengatur semua jenis penerbangan, mau itu penerbangan komersil atau militer, di kawasan Natuna, Tanjung Pinang, Batam, sampai Selat Malaka. FYI, selain sama Singapura, Indonesia juga udah punya perjanjian ekstradisi sama Malaysia, Filipina, Thailand, Australia, Hong Kong, dan Korea Selatan.

Yuk buronan pulang yuuuk…

What’s showing some *slow* progress?

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia.
 
Eh?
Yoi guys, jadi kemaren, NGO antikorupsi yaitu Transparency International Indonesia (TII) baru aja merilis ranking korupsi negara-negara gitu, dan di tahun ini, Indonesia mencapai skor 38 atau naik satu poin dari tahun sebelumnya. Ini menempatkan RI di rangking 96 dari 180 negara yang dilibatkan.
 
Emang itungannya gimana?
Jadi tiap tahun, TII merilis indeks korupsi yang diitung berdasarkan scoring, di mana indikator 0 (sangat korup) sampe 100 yang berarti (sangat bersih). Nah Indonesia tahun ini skornya 38, naik satu aja dari tahun lalu yang ada di angka 37.
 
OK…
Nah terus guys, negara yang punya skor dan rangking yang sama ama Indonesia di antaranya adalah Argentina, Brazil, Turki, Serbia, dan Lesotho. Empat di antaranya, termasuk Indonesia, merupakan bagian dari G20. However, di ASEAN sendiri, Indonesia ada di bawah Singapura dengan IPK 85, Malaysia 48, Timor Leste 41, dan Vietnam 39.

Terus, ada poin menarik ga?
Ada. Jadi dalam website-nya, tranparency.org ngasih catatan khusus buat Indonesia, di mana ditemukan bahwa negara dengan skor antikorupsi rendah cenderung merupakan negara-negara dengan populasi padat, kayak China, India, Indonesia, Pakistan, dan Bangladesh. Terus, TI juga menyorot kemungkinan melemahnya lembaga antikorupsi atau, dalam beberapa kasus, enggak adanya lembaga yang mengoordinasikan tindakan melawan korupsi di negara-negara tersebut.
 
Hiks 🙁 Ada komentar dari KPK ga?
Ada dong. Menurut Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding kemarin, yha makasih ya TI atas scoring-nya. Terus, Bu Ipi bilang bahwa CPI ini merupakan gambaran kondisi korupsi di Indonesia yang masih harus terus dibenahi. Beliau juga menyampaikan apresiasinya atas upaya segenap elemen bangsa untuk mendorong peningkatan skor CPI tadi.
 
OK. Anything else?
FYI, adapun negara dengan indeks persepsi korupsi tertinggi di antaranya adalah Denmark, Finlandia, dan Selandia Baru (88); Norwegia, Singapura, dan Swedia (85); Switzerland (84); Belanda (82); Luksemburg (81); dan Jerman (80).

Who just broke the “military” glass ceiling?

Commander Billie Farrel.
 
Yang baru aja diangkat sebagai komandan perempuan pertama di kapal perang paling bersejarah Amerika Serikat, USS Constitution. Nah guys, emang belakangan ini, perempuan makin banyak yang menduduki posisi penting di pemerintahan Amerika Serikat. Misalnya aja, ada wakil presiden perempuan pertama Kamala Harris, mantan gubernur Bank Sentral AS yang kemudian jadi menteri keuangan perempuan pertama Janet Yellen, sampe Katherine Tai, yang merupakan perempuan Asia-Amerika pertama yang jadi perwakilan dagang AS dalam urusan hubungan ekonomi sama China. Nah ternyata ngga cuma di pemerintahan, namun dalam bidang militer pun, cewek mulai dapet tempat ni guys. Contohnya aja momentum bersejarah di Hari Jumat kemarin, di mana seorang komandan militer perempuan bernama Billie Farrel resmi diangkat jadi komandan USS Constitution, kapal perang bersejarah yang udah berusia 224 tahun.
 
Nah, dalam seremoni pengangkatan dirinya sebagai kapten ke-77 USS Constitution di Boston’s Charlestown Navy Yard minggu lalu, Komandan Billie mulai cerita soal awal-awal karirnya. Beliau menyebut bahwa dirinya adalah seorang gadis dari Kentucky yang pertama kali punya cita-cita buat masuk akademi militer waktu lagi liburan di Boston, terus touring di USS Constitution ini. Doi kemudian foto-foto di depan kapal itu dan di situlah dia mulai pengen terjun ke akademi militer. She then pursued her career sampai akhirnya kejadian di 2004 di mana doi jadi awak kapal, dan finally sekarang, udah jadi kaptennya.
 
Clap, clap…

“Stupid son of a bitch.”

Awwww gitu guys kata Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang ngga sengaja tertangkap mic lagi ngatain seorang wartawan asal Fox News pas lagi konferensi pers di White House Hari Senin kemarin. Jadi Mr. Biden kelepasan ngomong begitu pas doi lagi menerima pertanyaan dari wartawan Fox News, namanya Peter Doocy soal inflasi. Jadi pertanyaannya adalah: “Do you think inflation is a political liability?” terus dijawab Biden: “No, it’s a great asset — more inflation. What a stupid son of a bitch.” Terus bisa ditebak, omongannya ini langsung menuai kritikan dari masyarakat. Masa Presiden ngatain orang begok sih…
 
When you’re in a Zoom meeting and your mic is unmuted…

Announcement


Thank you for Kenley, permenjeruk, Oci, Woozi, Fina for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Want to add some sparks to your relationship? Try these

Angel’s Stories

1. Tadi pagi, aku harus ngirimin suatu dokumen dan aku nggak punya amplopnya gitu. Jadilah sebelum aku ke ekspedisi, aku ke toko stationary yang ada di sampingnya untuk beli amplop cokelat dulu. Kebetulan di situ lagi ada ibu-ibu yang tengah fotocopy. Aku terus bilang sama abangnya bahwa aku mau beli amplop cokelat, terus ternyata harga amplopnya seribu, cuma waktu itu duit aku 20ribu. Terus aku bilang aja bahwa uangku segitu dan abangnya ga ada kembalian. Kita lumayan bingung beberapa detik terus tiba-tiba aja ibu-ibu tadi bilang, “Udah sekalian aja sama ibu.” Ya ampun seneeeeng banget rasanya, karena aku emang beneran ga ada receh. Aku bilang makasih berkali-kali dan pas nyampe ekspedisi, ternyata biayanya 18ribu. Akhirnya sisa kembaliannya aku kasihin ke abang ekspedisinya sebagai rasa terima kasih aku buat pertolongan si ibu tadi. Yuk guys, terus berbuat baik!
-Anonymous-
 
2. Angelku adalah kucingku sendiri yang namanya Ketan. Aku namain Ketan soalnya warna bulunya emang item kayak ketan. Jadi Si Ketan ini selalu setia nungguin aku pulang kantor, dan no matter how bad my day is, liat Ketan terus gendong-gendong dia tuh relaxing aja buat aku. Rasanya semua kecapeanku hilang. Thank you for being my angel ya, Ketan!
-a cat lover-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)