Aung San Suu Kyi Resmi Dijatuhi Hukuman Penjara

113

When there’s a new update in Myanmar…

Hiks, iya nih guys. Setelah mengalami rusuh kudeta sejak Februari tahun lalu (meaning rusuhnya udah hampir setahun!) kini Myanmar memasuki babak baru. Aung San Suu Kyi, pemimpin legit-nya, resmi dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun.
 
Who is she again?
Well, so a little reminder, jadi Suu Kyi ini adalah pemimpin legit aka resmi Myanmar yang dipilih langsung sama rakyatnya pada pemilu di penghujung 2019 lalu. Kamu juga mungkin familiar sama namanya sebagai salah satu penerima Nobel Perdamaian, namun later on juga sempat menuai kritikan karena diem aja pas pembantaian di Rohingya terjadi. Anyway balik lagi ke kudeta, ternyata masa pemerintahan Suu Kyi ga berlangsung lama, karena setahun kemudian, tepatnya pada Februari 2020, pemerintahan doi dikudeta aka digulingkan.
 
AMA SIAPA?
Ama kelompok militer aka tentara. Alasannya, mereka bilang bahwa hasil pemilu setahun sebelumnya itu enggak sah karena pemilunya curang. Padahal, Suu Kyi dan partainya menang in a landslide dengan dukungan yang mencapai sekitar 70%. So warga Myanmar be lyke: Legit banget kok! dan mereka langsung melancarkan protes menolak pemerintahan militer…
 
Terus…
Nah protesnya itu tentunya dilawan dengan tangan besi oleh kelompok militer, di mana udah ada ribuan warga yang meninggal, dan puluhan ribu yang ditangkap. Terus penanganan COVID-19 juga ga jalan samsek, investor asing cabs, pelayanan publik lumpuh, pokoknya chaos parah guys. Meanwhile, Ibu Suu Kyi dan kelompoknya langsung dijadikan tahanan rumah sama kelompok militer. Dan baru aja kemarin nih, dia dijatuhi vonis penjara empat tahun oleh kelompok yang berkuasa.
 
HAH emang doi ngapain?
Well, vonis kali ini adalah untuk kepemilikan walkie talkie (IYA, walkie talkie) secara ilegal. Nah guys, ini bukan pertama kalinya Bu Suu Kyi divonis bersalah. Sebelumnya, dia udah menerima belasan vonis mulai dari pemilu curang, korupsi, melanggar protokol COVID-19 dll, yang kalo ditotal, jumlah kurungannya mencapai 100 tahun.
 
OMG… terus gimana?
Well, Suu Kyi sendiri menolak semua tuduhan itu dan bilang bahwa semuanya adalah politis. Hal ini juga diamini oleh Human Rights Watch yang menilai bahwa si rezim militer ini udah konyol banget dengan terus-terusan menjatuhkan akumulasi hukuman penjara pada Suu Kyi yang jelas-jelas ngasal dan berlatarbelakang kepentingan politik.
 
OK. Anything else?
Well guys, kelakuan militernya Myanmar yang ugal-ugalan ini bukan nggak menuai protes keras dari dunia Internasional. Kita sendiri sebagai tetangga dan sesama akamsi di ASEAN udah menolak kehadiran perwakilan militer Myanmar di berbagai forum. Meski begitu, kelompok militer ini masih going strong dan aksi paling parahnya terakhir adalah pembantaian terhadap sekitar 35 orang warga cuma a day before Christmas. Hiks…