Arteria Dahlan Dituntut Minta Maaf Kepada Masyarakat Sunda, Efek Buruk Pembelajaran Online, Kerugian Akibat Investasi Bodong Mencapai 117 Triliun, Program Alat Tes COVID-19 Gratis Untuk Warga AS

126


Hello !

Well well, it’s already 20 days now into 2022, and hope things are going well and nice for you so far. Now, it’s always a good thing to start the day with gratitude, so what are you grateful for today? For us, it’s the daily coffee you bring us every morning. Thank you. We really grateful for you.


When there’s a beef between Arteria Dahlan and Urang Sunda…

Lagi dan lagi nih guys, kontroversi muncul dari anggota Komisi III DPR RI asal PDIP, Arteria Dahlan.
 
Wow, kenapa tuh?
Well, doi baru aja menyinggung masyarakat Sunda dan dituntut oleh berbagai kelompok masyarakat untuk minta maaf.
 
What happened?
Jadi gini guys, kan di hari Senin kemarin Komisi III DPR RI rapat kerja bareng Kejaksaan Agung kan. Nah di situ Bang Teri cepu-in seorang kepala kejaksaan tinggi yang waktu rapat ngomongnya pakai bahasa Sunda. In his words: “Ada kritik sedikit, Pak JA. Ada kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti, Pak, itu. Kita ini Indonesia, pak. Jadi orang takut kalau omong pakai bahasa Sunda, nanti orang takut ngomong apa dan sebagainya. Kami mohon sekali yang seperti ini dilakukan penindakan tegas.
 
Whaaaat?
Ya makanya orang-orang pada bete guys. Kayak, apaansi lu. Pernyataan ini juga langsung menuai kritikan khususnya dari warga Jawa Barat. Misalnya, Jabar 1, Kang Ridwan Kamil yang meminta supaya Bang Teri minta maaf aja sama masyarakat Sunda karena hal itu bisa bahaya banget buat persatuan dan kesatuan bangsa. Orang Sunda tuh pemaaf gengs, katanya. Jadi ya mending minta maaf aja, biar ngga bereskalasi.
 
Second that…
Rite. Nggak cuma Kang Emil, kawan-kawan Bang Teri di DPR juga pada bete guys. Salah satunya Kang Dedi Mulyadi, Politisi Golkar yang mantan Bupati Purwakarta. Kata Kang Dedi, yha kalo nerima suap sih sok aja tu Kejati dipecat, tapi kalo pake bahasa Sunda, apa salahnya? Selain Kang Dedi, Kang Saan dari Partai Nasdem yang juga legislator dari Jawa barat angkat bicara. Kata Kang Saan, Bang Teri ni agak berlebihan dan mungkin kurang konsentrasi, jadi udahlah minta maap ajaa. Terus yang pas ada di lokasi kejadian adalah seorang legislator PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsyi yang ngingetin Bang Teri bahwa Jaksa Agungnya sendiri adalah orang Sunda.
 
Hah gimana?
Iya guys, jadi Pak ST Burhanuddin, Jaksa Agung NKRI yang dikritik sama Pak Teri itu adalah orang Sunda. Dalam suatu kesempatan di tahun 2019 lalu, Pak JA pernah bilang bahwa doi happy jadi orang Sunda pertama yang jadi jaksa agung. Terus kakaknya Pak JA, yaitu TB Hasanuddin adalah anggota DPR juga, yang satu partai sama Bang Teri. Kang TB udah angkat bicara dan bilang emang statement-nya Teri itu berlebihan dan melukai perasaan masyarakat orang Sunda.
 
Ya ampun… terus Bang Terinya ada komentar ga? 
Ada. Dalam keterangannya kemarin, doi bilang bahwa dia enggak berniat untuk mendiskreditkan masyarakat Sunda, cuma ya dia engga mau ada Sunda Empire di tubuh kejaksaan. In his words: “Sekalipun ada orang Sunda yang duduk sebagai Kajati, duduk sebagai karo, sebagai Kajari atau jabatan-jabatan strategis itu bukan karena Sunda-nya, tapi karena suatu mekanisme yang membuat dia terpilih, mekanisme yang begitu objektif dan transparan karena beliau-beliau itulah yang cukup capable, punya kualitas, punya kompetensi bukan karena Sunda-nya.” 
 
Terus dia mau minta maap?
Enggak sih guys. Kata Bang Teri, ya kan ada mekanismenya, yaitu laporin aja ke Mahkamah Kehormatan Dewan aka MKD. Menurut dia, mekanisme buat masalah ini tuh adanya ya di MKD, jadi ya silakan laporin ae. Terkait hal ini, Wakil ketua MKD, Habiburokhman asal Gerindra bilang bahwa so far sih belum ada laporan yang masuk. Cuma secara si Bang Habib ini duduk samping Teri pas kejadian, doi ikut menjelaskan bahwa yhaa emang kayaknya sih Teri enggak ada maksud buat mendiskreditkan atau menyinggung orang-orang Sunda, tapi dia cuma mau orang tuh pakai bahasa Indonesia di situasi formal.
 
OK. Anything else?
Pernyataan Bang Teri soal Sunda ini bikin heboh banget guys, terutama di dunia persosmedan. Semalam, nama Arteria Dahlan jadi trending topic di Twitter terkait statement-nya tersebut. Terus kemarin, muncul spanduk berukuran besar bertuliskan ‘Arteria Dahlan Musuh Orang Sunda’ di suatu jalan di Bandung.
 
Now playing: Urang Sunda by Doel Sumbang…

When Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) could affect your mental health…

Ga mental health aja, tapi physical juga.
Yoi guys, ternyata pembelajaran online yang dijalani sama semua siswa dan mahasiswa di hampir seluruh belahan dunia ini ternyata punya efek negatif yang besar dan masih dirasakan sampai sekarang even sekolah dan kampus di beberapa daerah udah mulai reopening.
 
EH?
Yep, jadi a little flashback here, di Maret 2020 lalu sejak pandemi COVID-19 pertama kali terdeteksi di Indonesia, sekolah-sekolah dan universitas tuh kan pada langsung tutup. Awalnya pihak sekolah bilang libur dua minggu, gitu juga sama pendidikan tinggi aka universitas. Tapi ternyata pandemi makin menyebar, dua minggu yang dibilang di awal berlanjut sampaiiiii setahunan dan membuat sekolah dan kampus langsung switch pembelajaran dari luring ke daring, dari offline ke online. Nah, ternyata eh rupanya, pembelajaran online yang berlangsung tuh menimbulkan beberapa efek buruk guys.
 
Hiks, tell me.
OK. Jadi efeknya ini ada banyak, dari fisik sampai mental. Hal ini ditemukan dari penelitian yang baru aja dirilis oleh JAMA Pediatrics minggu ini. Jadi dalam melakukan penelitiannya itu, para researchers melihat progress pertumbuhan anak-anak dan remaja di 11 negara yang tinggal di Eropa. Amerika, dan Asia Selatan. Hasilnya, kebanyakan dari anak-anak yang menjalani pembelajaran online ternyata mengalami gangguan makan, kurang semangat dalam beraktivitas, anxiety bahkan sampai depresi. The only good news adalah, dari dua penelitian yang dilakukan di Inggris dan Jepang, nggak ada tanda-tanda peningkatan kasus bunuh diri yang terjadi pada anak dan remaja, walaupun tiga per empat dari mereka mengalami depresi :(.
 
Wow, terus terus?
Terus dari segi fisik nih, PJJ juga bikin aktivitas fisik anak-anak berkurang. Dari hasil yang ditemukan di Amerika Serikat, diketahui bahwa 11% anak-anak yang disurvei langsung mengalami obesitas cuma dalam waktu 2 bulan setelah kebijakan PJJ diberlakukan.
 
Kenapa bisa sampai kaya gitu ya?
Ada beberapa faktor sih yang menyebabkan efek-efek tadi akhirnya kerasa sama anak-anak yang menjalani pembelajaran online. Sheri Madigan, psikolog sekaligus profesor for child development dari Kanada bilangnya anak-anak tuh kehilangan comfort zone mereka seiring sekolah yang juga ditutup. Secara, kalau di sekolah mereka ketemu bestie, ketemu guru, dan kadang mereka bisa aja cerita apa pun ke guru atau teman mereka secara langsung. Nah kalau pembelajaran diubah online, yha mereka kehilangan resource itu. Padahal elemen-elemen tadi penting dan esensial banget buat perkembangan fisik dan mental anak-anak di usia pertumbuhan.
 
Terus gimana dong? Kan ada pandemi…
Yes exactly, ada pandemi guys, yang sekarang udah masuk tahun ketiganya (Time flies, rite?). Nah, biar mental anak-anak dan remaja bisa tetap terjaga, para ahli sih menyarankan supaya orang tua tetap melatih mereka buat mengembangkan soft skill yang dirasa butuh buat tumbuh kembangnya. Terus yha tetep harus diajak keluar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Misalnya jalan-jalan ke museum pas weekend, atau olahraga bareng sama temen-temennya. Pokoknya upayakan mereka tetap mendapatkan resources yang bisa mereka dapat di sekolah.
 
OK. Anything else I should know?
Di Indonesia sendiri, kebijakan belajar tatap muka secara langsung masih berlaku di daerah-daerah yang emang memenuhi syarat vaksinasi. However, udah ada beberapa sekolah juga guys yang kembali ditutup karena ditemukannya varian Omicron pada para siswa. Adapun di Jakarta, sekolah yang ditutup sementara ada 39.

When you’ve been hearing a lot about Investasi Bodong…

Karena emang korbannya banyak gengs.
 
Really???
Yep, kamu tentunya udah sering denger nih, bahwa belakangan ini banyaaaak banget isu-isu soal investasi bodong yang ujung-ujungnya bawa kabur uang nasabah sampe RUGI miliaran rupiah. Yep, mulai dari umroh bodong, alkes bodong, sampe berbagai jenis investasi lainnya. And yes, namanya investasi bodong, kerugian yang dialami korban-korban itu juga ga tanggung-tanggung. Menurut data Otoritas Jasa Kesehatan (OJK) terbaru, selama satu dekade terakhir, kerugian akibat investasi bodong ini kalo ditotal udah mencapai 117 triliun dengan korban sampe jutaan orang.
 
Whaaaaat???
Yoi, jadi biasanya, modus investasi ini berbentuk skema ponzi, di mana investor diminta nyetor duit dengan return yang jumlahnya banyak banget dan ga masuk akal. Terus of course, biasanya investasi macem gini gaada izinnya dari OJK, dan eventually para investor ini bukannya untung, malah buntung. Terus juga duit yang ‘ditanamkan’ sama investor-investor itu setelah disetor nggak tahu larinya kemana. Sampai akhirnya pelaku investasi bodong ini udah dibekuk pihak yang berwajib, jarang banget duitnya bisa balik ke korban.
 
Hiks…
Ya emang serugi itu guys. Menurut Wakil Ketua I Satgas Waspada Investasi OJK Wiwit Puspitasari kemarin, penyebab investasi bodong ini  juga bermacam-macam, baik dari sisi pelaku ataupun korbannya. Dari sisi pelakunya, website fintech sekarang tuh pada mudah banget dibikinnya, terus mudah banget ditawarkan lewat sosmed, belum lagi server-server dari luar negeri yang rame bikin penawaran buat server dalam negeri. Nah, dari situ mereka manjangin tangan lagi buat meraup korban-korban selanjutnya.
 
Go on.
Sementara dari sisi korbannya, banyak dari mereka yang pada belum melek investasi. Jadinya ketika ada iming-iming keuntungan yang tinggi, mereka pada mau. Terus, ketika dimintain duit dari pelaku, mereka yha nurut aja gitu guys. Terus, sistem investasinya tuh juga beda-beda, guys. Ada yang dari referral di sosmed, sampe ya skema ponzi tadi.
 
Terus dari OJK ada tindakan ga?
Ada. Jadi masih kata Bu Wiwit, dari pertengahan 2020 sampai 2021 kemarin, OJK dan Satgas Investasi udah menutup 425 investasi ilegal aka bodong dan ribuan fintech bodong juga. Deputi Keuangan Digital OJK Irmansyah, bilangnya mereka nggak bakalan tinggal diam dan berusaha keras buat meminimalisir berbagai perilaku kejahatan di industri keuangan tanah air. Terus, mereka juga udah nyiapin berbagai langkah pencegahan untuk mengatasi investasi bodong ini.
 
Apa aja tuh?
Pertama, OJK tuh sekarang lagi gencar-gencarnya memperkenalkan produk-produk investasi yang aman sekaligus menguntungkan buat masyarakat. Berbagai sosialisasi juga lagi sering dilakukan di berbagai daerah yang di mana korban investasi bodong itu banyak tinggal. Terus, OJK juga punya tim yang mem-blok berbagai jenis website investasi bodong. Terus, OJK juga udah menggandeng beberapa lembaga buat memerangi investasi bodong ini, guys. Di antaranya, ada kepolisian, kejaksaan, Kementerian Perdagangan, Kominfo, dan BKPM.
 
Got it. Anything else?
Nah, sebagai kaum muda pecinta cuan, kita juga harus selalu hati-hati guys dalam menanamkan investasi kita. Jangan sampe malah amsyong, gara-gara kena tipu. Nah kalo kata Bu Wiwit tadi, ada beberapa ciri investasi bodong, di antaranya menjanjikan keuntungan yang enggak wajar dalam waktu cepat, menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru, sampe memanfaatkan tokoh masyarakat atau tokoh agama untuk menarik minat berinvestasi.

Who’s giving away some free stuff?

American government.
Iya ni guys, pemerintah Amerika Serikat baru aja meluncurkan program yang akan membagikan alat tes COVID-19 gratis buat para warganya. Yep, you read it right. Gratis, tis, tis. All they need to do adalah mendaftarkan permintaan ke website yang udah disediakan pemerintah, terus dalam jangka waktu tujuh sampe 12 hari, alat tesnya bakal dikirimkan dan nyampe ke rumah. Adapun satu rumah cuma boleh me-request maksimal empat alat tes aja. Nah guys, seiring dengan mewabahnya varian Omicron, beberapa waktu lalu Presiden AS Joe Biden emang udah bilang bahwa pemerintahannya bakal menyediakan sampai setengah miliar alat rapid tes secara gratis buat warganya dan akan dikirim via pos. Program ini kemudian akan mulai dilaksanakan minggu ini, di mana warga AS bisa mendaftarkan request-nya melalui website COVIDtests.gov.
 
FYI, saat ini varian Omicron emang udah mengkhawatirkan banget di AS, di mana 99,5% dari kasus COVID-19 yang ada di sana merupakan varian tersebut. Terus menurut data dari Johns Hopkins University, diketahui bahwa sejauh ini ada 777.453 kasus positif COVID-19 dan 1.797 kematian setiap harinya.

“Kita tidak bisa nambah utang lagi.”

Gitu guys kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kepada PLN kemarin, mengingat utang PLN yang udah mencapai Rp500 triliun. Menurut Pak Erick, daripada nambah utang, PLN didorong untuk membentuk holding dan subholding. Terus nanti holdingnya harus bisa mencari sumber pendanaan lain kayak dari skema korporasi atau lainnya.

When its akhir bulan and you realllly want to use your paylater option…

Announcement


Thanks to Tanpa nama, Kiki, & Yede for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations


Loving yourself is the key to happiness, and here are some small things you can do to love yourself more.


Angel’s Stories

1. Dari dua semester lalu I have invested lots of time and energy to this one organization dengan harapan aku dapet development yang bakal berguna begitu kelar kuliah. Sayangnya awal tahun ini aku gak berhasil dapetin role lagi di organisasi ini. Sebenernya sedihhhhhhh banget, baru pertengahan Januari 2022 rasanya udah banyak banget failures yang aku lalui. Sedihnya lagi karena usahaku gak pernah gak maksimal. Sempet mikir, “Apa iya aku seburuk itu sampai gak dapat role?” “Kinerjaku buruk ya?” And more negative and self-destructive thoughts. Tapi beruntungnya aku diingetin sama mamaku dan temen temenku kalau kegagalan kali ini cuma bakal jadi batu loncatan untuk kesuksesanku yang belum datang. Mungkin aja kalau aku masih bertahan di situ bakal ada hal nggak baik untukku. Tuhan tahu yang terbaik untukku jadi mungkin aku gagal bukan karena aku incapable tapi ini cara Tuhan melindungi dan mengarahkan aku ke platform yang lebih baik. So untuk temen-temen yang mungkin mengalami kegagalan serupa, it’s better if you let it out and cry if you must but please look forward and believe in yourselves. Apa pun kegagalan yang sedang dihadapi itu bukan akhir dari segalanya (even though it might feel like that at first), your time zone will come! And whatever it is I hope you find it in yourselves to believe in your strengths again!
-Jateng-
 
2. Gakk ada yang spesial: sekolah, piket, pulang. Aku harus nunggu jemputan yang lamaa banget. Aku mau marah ke kakakku, tapi ga semua di luar kendali aku kan? Ternyata ban motor bocor :(( Aku ngerasa bersalah karena udah sempet kesel. Aku belajar buat sabar dan ga gampang emosi dari hal terkecil.
-Kia-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)