Ardhito Pramono Ditangkap Bersama Barang Bukti Ganja, Setengah Populasi Eropa Diprediksi Terinfeksi Varian Omicron, Platform Misinformasi & Disinformasi Online Di Seluruh Dunia, Ulang Tahun Oreo Ke 110

27


Bonjour!

Rise and shine, catchers! If you have so many deadlines today, no worries because the weekend is sooo near. Yep, just hang in there, sip your coffee, take your breath, and before you start the day, let’s catch up! on…


When you’ve been singing “So here we go again”…..

Turns out it’s not just a lyric from Ardhito. 
Iya guys. Setelah sederetan artis-artis tanah air dilaporkan terseret kasus penyalahgunaan narkoba, kini ada nama baru lagi yang masuk ke deretan nama itu. It’s the Bitterlove’s Ardhito Pramono.
 
No….
Yep, jadi Ardhito ini baru aja diamankan dari rumahnya di Kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur sekitar pukul 2 dini hari kemarin. Adapun awalnya, Satres narkoba Jakarta Barat cuma nge-spill bahwa ada aktor sekaligus musisi berinisial AP yang ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba. Selanjutnya seiring dengan perkembangan kasus, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo menjelaskan bahwa Ardhito memang ditangkap di kediamannya bersama barang bukti berupa ganja.
 
Go on…
Pak Ady kemudian menjelaskan bahwa setelah barang bukti itu disita, mereka juga udah melakukan tes urin terhadap yang bersangkutan, dan hasilnya positif. Sampai berita ini ditulis, Ardhito masih diperiksa secara intensif buat berbagai pemeriksaan kesehatan dan buat cari tahu lebih dalam motifnya apa nih sampai pake narkoboy, terus dapetnya dari mana, dan ganja seperti apa yang digunakan? Nah itu juga masih dalam tahap observasi.
 
Terus kondisi Ardhitonya sendiri?
Well, setelah menjalani berbagai pemeriksaan di ruang penyidik Polres Metro Jakarta Barat, Ardhito langsung dibawa ke Unit Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) buat lanjut ke pemeriksaan kesehatan. Nah, pas otw ke Unit Dokkes-nya itu, Ardhito yang pakai baju polosan putih cuma nunduk dan ketika wartawan nyerbu, doi nggak mengeluarkan sepatah kata pun aka diam seribu bahasa.
 
Hiks…
Nah guys, penangkapan ini bikin netijen dan fansnya Ardhito mixed up feeling gitu. Antara kecewa, tapi ngga kaget. Karena yha sebelumnya juga doi udah sempat cerita lewat obrolannya bareng Gofar Hilman di YouTube bahwa dirinya emang punya riwayat make narkoba. Di tahun 2015, waktu masih di Aussie, Ardhito mengaku pernah mengonsumsi narkoba jenis Nipan aka Magadon karena depresi baru putus sama pacarnya dan masalah keluarga. Doi bahkan hampir OD, tapi abis itu Ardhito bilang bahwa dia udah nggak make sama sekali. Adapun kecewanya ya karena doi lagi terlibat dalam berbagai proyek, di antaranya sejumlah konser dan film. Jadi tentu bakal terganggu dong.
 
OK. Anything else?
Selain Ardhito Pramono, sederetan artis udah ditangkap terkait kasus penyalahgunaan narkoba ini, gengs. Ada yang bikin heboh saking nggak nyangkanya yaitu Rizky Nazar, terus pemain sinetron Jeff Smith yang ditangkap buat kedua kalinya, terus yang baru dijatuhi vonis satu tahun penjara Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie.

Who’s on a high alert?

Europe. 
Iya nih guys. Penyebaran virus COVID-19 akibat varian Omicron ini makin mengkhawatirkan aja deh. aja. Sampe-sampe, baru aja WHO menyampaikan peringatannya bahwa mungkin banget nih, bakal ada lebih dari setengah populasi Eropa yang terinfeksi varian omicron dalam enam sampai delapan minggu ke depan.
 
Whaaaat?
Yep, bayangin guys, sampe 10 Januari lalu, 26 negara di Uni Eropa udah melaporkan 1% dari populasinya yang tertular COVID-19. Terus, angka infeksi di sana saat ini udah meningkat sampe dua kali lipat cuma dalam waktu dua minggu aja. Menurut regional director-nya WHO buat Eropa Dr. Hans Kluge kenaikan tajam ini terjadi karena emang varian Omicron menyebarnya secepat itu. Even ketika kamu menghindarinya sekalipun, yha dia bakalan selalu haunting kamu dan menyebabkan social disruption buat semua orang.
 
Emang divaksin nggak cukup ya?
Nah, ini dia “better news” nya guys. Jadi masih menurut dr. Hans, penggunaan vaksin yang ada saat ini terbukti bisa memberikan perlindungan atas kasus COVID-19 yang parah dan kematian, termasuk juga varian omicron. Contohnya di Denmark, walaupun baru aja mengalami lonjakan kasus yang tinggi, namun pasien yang dirawat di rumah sakit mayoritas adalah orang-orang yang ngga divaksin. Terus ga tanggung-tanggung, perbedaannya mencapai enam kali lipat. WOW.
 
So vaccine sounds good…
Ya iya, tapi di sana juga masih banyak negara yang tingkat vaksinasinya rendah. Contohnya di Eropa Timur, vaksinasi di sana adalah yang terendah di dataran Eropa, yaitu baru 50% aja. Hal ini of course menyebabkan concern karena bikin populasinya lebih rentan terhadap virus dan bisa menimbulkan masalah yang lebih serius.
 
Terus? Booster?
Uhmmm enggak juga sih guys. Sebenernya WHO nih nggak  merekomendasikan booster buat masyarakat umum karena dikhawatirkan bakal memperburuk keadaan vaksinasi saat ini yang nggak merata. Meski begitu, dalam statement-nya kemarin dr. Hans bilang bahwa emang booster ini bakal sangat berguna dalam melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan. Karenanya, booster boleh dipake untuk pekerja esensial aja, termasuk guru.
 
Guru?
Iya, dr Hans bilang, sekolah harus jadi tempat terakhir yang ditutup dan yang pertama dibuka. Hal ini karena emang pendidikan tuh esensial banget guys. Salah satu contohnya di Prancis, walaupun minggu lalu mereka masih menutup sekolah, namun perdana menterinya yang bernama Jean Castex bilang bahwa ke depannya, anak sekolah bakal bisa tes PCR sendiri di rumah kalo emang ada temen sekolahnya yang kena Covid. Dengan begitu, sistem sekolah bisa terus berjalan.
 
Ok. Anything else I should know?
Nah guys, selain ngomongin soal Omicron, WHO juga ngingetin nih, bahwa COVID-19 masih berstatus pandemi dan belum jadi endemi. Mereka juga menolak berbagai pandangan dari pemerintah negara-negara yang bilang bahwa mereka mau memperlakukan COVID-19 ini kayak flu biasa aja. Menurut senior emergency officer WHO untuk Eropa Catherine Smallwood, masih jauh bro kalo mau nganggep COVID-19 ini endemi. Masalahnya, ni virus masih unpredictable.

Since YouTube is your best friend…

You’d better be caferul.
Iya ni guys karena ternyata, platfrorm yang jadi best friend kamu selama pandemi itu disebut sebagai salah satu saluran utama buat tersebarnya misinformasi dan disinformasi online di seluruh dunia. Nah loo…
 
Ah masa?
Iya. Ga main-main, hal ini disampaikan oleh gabungan dari 80 fact-checking organisations dari seluruh dunia. Jadi dalam surat terbukanya kemarin yang dialamatkan pada CEO YouTube Susan Wojcicki, grup ini menyebut bahwa mekanisme yang dimiliki YouTube saat ini dalam mencegah tersebarnya misinformasi terbukti “kurang cukup”.
 
Kayak gimana tu…
Well, kan selama ini YouTube udah punya policies sendiri yah buat menangani misinformation, yaitu dengan menerapkan Prinsip 4R yang meliputi: Menghapus konten yang melanggar kebijakan, mengurangi rekomendasi konten beresiko buat muncul di Home, terus kasih credit yang kredibel buat konten yang berisi berita dan informasi, sama kasih reward sama content creator yang terpercaya. Nah tapi, menurut fact-check organisation yang terdiri dari fact-checking team-nya Washington Post, dan organisasi lain di Asia, Inggris di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika ini, langkah-langkah yang diambil YouTube masih belum mempan buat menangkal misinformation yang ada di platform mereka, terutama dalam konten terkait pemilu dan kesehatan.
 
Terus solusi dari mereka gimana? 
Ada beberapa langkah rekomendasi yang di-propose oleh mereka, di antaranya YouTube perlu memperkuat penjelasan context dari konten ada di platform-nya. Terus, YouTube juga direkomendasikan untuk menyediakan translator yang terpercaya biar kalau ada hoaks dalam bahasa selain English tuh bisa langsung ditindak. Selanjutnya, YouTube juga diminta untuk terus membatasi pergerakan content creator yang suka nyebarin hoaks biar mereka nggak bisa me-monetize channel mereka. Jadinya nggak bisa dijadiin cuan, dan diharapkan hasilnya mereka berhenti menyebarkan informasi yang nggak bener lewat konten di YouTube.
 
Serem sih emang hoaks tuh…
Iya guys, apapun bentuknya, penyebaran konten hoaks itu bisa berakibat fatal banget. Contohnya tahun lalu, ada seorang laki-laki dari Inggris yang tewas setelah menolak buat divaksin gara-gara terpengaruh sama konten anti-vaksin yang ada di YouTube. Ada juga yang harus kehilangan istrinya di Florida gara-gara terpengaruh sama konten di Facebook yang bilang pandemi itu cuma hoaks. Nah September tahun lalu, YouTube akhirnya mengeluarkan kebijakan yang bakal nge-takedown semua konten anti-vaksin di platformnya. Tapi teteup aja banyak yang heran kenapa kok lama banget action-nya.
 
Wow, ok. I wonder if YouTube has a say… 
Ada dong. Jubirnya YouTube, Elena Hernandez bilang mereka udah bekerja sama dengan berbagai fact-checker di beberapa negara buat nge-tackle masalah ini. Pengguna YouTube juga udah diarahkan ke konten-konten yang terpercaya dan nggak abal-abal, sehingga konten yang ditampilkan juga reliable. Plus, YouTube juga berkomitmen untuk langsung menghapus konten yang memuat hoaks dan misinformasi. Contohnya aja nih guys, mereka udah menghapus video dari Presiden Brazil Jair Bolsonaro yang memuat hoaks tentang antivax. Yep, walaupun udah kena, Si Jair ini masih ngegampangin COVID-19 dan gamau divaksin guys.
 
Got it. Anything else?
Over the time, concern internasional terhadap penyebaran konten misinformasi emang makin besar. Hal ini diperparah dengan pandemi yang bikin makin banyak orang stay di depan gadgetnya lebih lama. Beberapa platforms kayak Meta, WhatsApp, Twitter dan YouTube tentunya jadi yang paling disorot karena emang mereka merupakan platfrom medsos yang paling banyak digunakan saat ini. Dan so far, platform-platform itu bilang bahwa mereka udah menjalin banyak kerja sama dengan berbagai lembaga fact checking demi mencegah penyebaran hoaks, terutama terkait pandemi. Tapp ya teteup guys, tameng paling kuat ada di kamu aka audience.

Who’s celebrating its 110th birthday?

Iya, lucu ya guys, ternyata snack kesukaan kita pas masih kecil itu umurnya jauuuh dari kecil, yaitu udah 110 tahun! Nah menyambut ulang tahunnya itu, Oreo baru aja mengumumkan bahwa mereka bakal merilis rasa baru secara terbatas, yakni rasa Chocolate Confetti Cake. Yep, kayak namanya, krim dan cookie dari Oreo edisi spesial ini bakal diisi dengan sprinkles aka confetti yang berwarna-warni dengan biskuit rasa kue cokelat. Nah yang unik, Oreo bilang bahwa ini adalah pertama kalinya mereka merilis biskuit Oreo yang ada sprinklesnya, baik di luar dan di dalam! Nah buat kamu yang penasaran, mungkin bisa jastip, karena Oreo bakal mulai menjual rasa spesialnya ini di Amerika Serikat pada 31 Januari mendatang untuk waktu yang terbatas.
 
FYI, ini bukan pertama kalinya Oreo merilis rasa-rasa spesial yang unik dan menarik banget buat dicobain. Sebelumnya, Oreo juga pernah merilis biskuit rasa Lady Gaga, toffee crunch, hingga ultimate chocolate cream cookie.

“Sakit kepala ini semuanya,”

Ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pas lagi jadi pembicara di acara peluncuran BUMN Holding Pangan, kemarin. Kata Pak Lutfi, kerjaan lagi banyak banget neh, secara banyak komoditas pangan yang harganya lagi naik, kayak cabe hingga minyak goreng. Karenanya, jajarannya lagi pada sakit kepala.
 
Same pak, same…

Announcement


Thanks to Maulana, Dine, and Nadhira for buying us coffee today! 

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Journaling is proven to have so many benefits, and here are some of them.

Angel’s Stories

1. Beberapa hari ini lagi digeber banget sama revisian projek yang kayak projek Sangkuriang dan Roro Jonggrang. Pusing sih malah jadi gak mood kerja banget hiks. Tapi kemudian datanglah coworker yang bilang, “Kamu udah ngelakuin hal yang bener!” dan disemangatin gitu tuh rasanya kayak oase di padang pasir banget. Kadang kita tuh cuma butuh motivasi (dan validasi?) eksternal dikit, buat yakin bahwa we’ve done our best. So, whatever you’re doing right now, you’re great! Keep on fighting fellas. 😉
-itsacipa-
 
2. Kemarin malam aku lagi makan di pinggir jalan, di warung pecel lele gitu. Terus ga berapa lama dateng mbak-mbak yang pesen makan juga, dan ga lama dateng bapak-bapak yang kayaknya lemes banget. Si bapak itu pesen buat dibungkus, terus penjualnya bilang bahwa uangnya kurang tiga ribu. Terus kata bapaknya, “Ya udah secukupnya aja bu, dikurangin aja yang tadi saya pesen.” Eh ngga disangka si mbak yang keliatannya cuek itu bilang, “Sama saya aja bu sisanya nanti sekalian.” Si bapak kemudian tersenyum sambil bilang makasih. Aku yang cuma ngeliat scene ini cuma bisa tersenyum dalam hati. Ternyata orang baik masih banyak yaaa…
-RP-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)