Arab Saudi & Thailand Menjalin Kembali Hubungan Diplomatik

107

When you decided to be at peace with your ex and started talking again…

Sama guys, Saudi Arabia sama Thailand juga gitu.
 
Random abis. Emang kenapa mereka?
Jadi, setelah lebih dari tiga puluh tahun diem-dieman, akhirnya Selasa lalu, kedua negara memutuskan untuk menjalin lagi hubungan diplomatiknya secara penuh. Keputusan ini diambil dalam pertemuan antara Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan Ocha sama Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman di istananya sang raja di Riyadh.
 
Mereka diem-dieman kenapa emangnya?
Everybody, meet: The blue diamond affair, aka pencurian blue diamond yang sensasional banget pada jamannya. Jadi gini guys, once upon a time di tahun 1989, tersebutlah seorang janitor asal Thailand bernama Kriangkrai Techamong yang bekerja di istana kerajaannya Arab Saudi. Nah si Techamong ini ternyata punya akses buat bersih-bersihin kamarnya pangeran waktu itu, yaitu Pangeran Faisal bin Fahd. Doi kemudian nyolong sejumlah perhiasan seberat 91 kilogram yang terdiri dari batu-batuan berharga dan terlangka di dunia, termasuk di antaranya batu berlian biru super langka sebesar 50 karat. Adapun total dari pencuriannya itu nilainya ditaksir mencapai US$20 juta.
 
OMG. Terus terus…
Nah terus, si perhiasan itu diumpetin doi di tubuh, kantong baju, sampe mesin vacuum cleaner terus dikirim ke rumahnya di Lampang, Thailand. Kebetulan yang punya rumah lagi liburan selama tiga bulan, Tachamong jadi punya kesempatan nih, buat ngirim semua batu berharga hasil malingnya itu ke kampung halaman. By the time pangeran balik dari liburan, Tachamong udah ada di Thailand dan menjual batu-batuan berharga tersebut dengan harga yang jauh dari nilai aslinya.
 
Ouch… Terus terus?
Mengetahui pencurian ini, pihak Arab Saudi langsung ngabarin otoritas Thailand dan di sinilah kondisinya jadi makin runyem, guys. Jadi kan of course yang nge-handle kasusnya polisi Thai dong, dan mereka buru-buru memburu Tachamong. Doi kemudian diperiksa, dan kemudian ngebalikin semua perhiasan yang belum kejual. Untuk yang udah dijual juga ditelusuri sama polisi Thailand, dan yha kalo memungkinkan dibalikin juga. Namun ternyataaa hampir setengah dari bebatuan yang dibalikin adalah fake. Selain itu, batu yang paling berharga yaitu si Blue Diamond tadi ternyata engga balik sampe sekarang. Bete kan tuh Arab Saudi…
 
Masih lanjut ni?
Masih dong. Nah ga lama kemudian, dalam acara charity gala di Bangkok, bermunculanlah rumor bahwa bebatuan itu kayaknya dipake nih, sama para istri-istri pejabat polisi dan militer Thailand yang hadir. Pasalnya, perhiasan yang mereka pake itu hampir sama dengan yang ilang punya Arab Saudi. Hal ini juga bikin publik makin menyoroti kinerja polisi Thai yang dinilai korup dan suka tipu-tipu (kayak di manaa gitu).
 
HAHAHA lanjut donk.
Terus, Arab Saudi makin marah setelah di tahun 1990, dua orang diplomat Saudi yang dikirim untuk turut melakukan pencarian juga mati dibunuh. Terus ada satu lagi seorang businessman Saudi yang dateng khusus ke Thailand untuk investigasi kasus ini juga ikut diculik dan mayatnya ngga pernah ditemukan. Ketiga kasus pembunuhan ini juga ga terungkap sampe sekarang, so Saudi was like, “Enough is enough. we’re done.” Terus terkoyaklah hubungan keduanya.
 
Hadeuuu ngeselin juga ni tetangga. 
Yep, dan kalo kamu beranggapan bahwa, “Ah ga ngaruh juga ni putus hubungan toh negaranya jauh-jauhan (?)” ternyata enggak juga guys. Karena Thailand banyak mengirim tenaga kerja ke Arab Saudi, dan ketika hubungan kedua kerajaan tadi ancur, maka Saudi langsung menghentikan penerbitan visa buat para tenaga migran Thailand yang mau berangkat. Hasilnya, jumlah tenaga migran di Saudi yang awalnya ada sekitar 200ribuan orang turun drastis ke 15ribu. Hal ini juga bikin rugi Thailand, secara di mana-mana namanya pekerja migran kan pahlawan devisa yha. Jadi Thailand sampe kehilangan pemasukan negara sekitar 200 miliar baht dari urusan migran ini. Terus juga warga muslim Thailand yang pengen umroh atau haji ga dikasi visa, dan Arab Saudi juga memperingatkan warganya untuk gausahlah liburan ke Thailand.
 
And now in 2022…
Nah, fast forward to 2022, sebenernya memperbaiki hubungan sama Arab Saudi ini merupakan salah satu kebijakan prioritas PM Thailand Pak Prayuth tadi. Secara, mereka kan tergantung banget sama tourist money dan pemasukan dari para pekerja migran yang kerja di luar negeri. On the other side, Pangeran Salman juga punya pendekatan yang lebih modern, di mana dia pengen mengembangkan ekonomi negaranya supaya lebih terbuka dengan dunia luar dan ngga melulu ketergantungan sama minyak. Karenanya yaudahlah ayo baean aja.
 
Jadi udah baean ni?
Udah. Baeannya juga ditandai dengan dibukanya lagi direct flight Saudi Arabian Airlines dari Riyadh ke Bangkok per Mei mendatang. Plus, mereka juga bakalan mempromosikan Thailand sebagai ‘Tanah Budaya” di postingan Twitter. Terus soal blue diamondnya? Well, kayaknya sih udah harus diikhlasin aja ya gengs ya, secara Pak Prayuth maupun para jajarannya di militer atau polisi yang menjabat sekarang juga udah gatau lagi mau mulai pencarian dari mana, saking udah kusutnya tu investigasi.
 
Got it. Anything else I should know?
Nah, if you are wondering gimana nasib si maling Techamong? Doi udah ditangkap dan awalnya dijatuhi hukuman penjara oleh polisi Thailand selama tujuh tahun. Namun jadinya tiga tahun aja karena dinilai berkelakuan baik (again, kayak di negara manaaa gitu). Dalam wawancaranya setelah bebas, Techamong bilang bahwa dia mau jadi biksu aja seumur hidup, untuk menghapus kesalahan-kesalahannya di masa lalu. Terus, dia juga merasa bebatuan itu kayaknya ada jampe-jampenya, secara setelah pencurian, banyak kejadian sial yang dialami dia dan keluarganya.
 
Ya Pak, bapak ngerusak hubungan diplomatik dan bikin temen-temen bapak gabisa kerja di sono lagi, kurang sial ape?