2021 Penggunaan Daya Listrik Meningkat 6%

191

When your mom always says “Turn off the lamp before you leave the room!”

Listen to her, guys.
Otherwise, kamu ikut berkontribusi atas climate crisis karena penggunaan listrikmu yang boros.
 
Really???? 
Iya. Baru aja nih data dari International Energy Agency menunjukkan kalau sepanjang 2021 demand terhadap daya listrik secara global meningkat sebanyak 6%. Hal ini tentunya berkontribusi memperparah krisis iklim yang sekarang udah parah.
 
Kok bisa demand-nya nambah? 
Ya bisa. Secara musim dingin tahun lalu tuh lebih dingin dari tahun-tahun sebelumnya kan, jadi permintaan listrik meningkat, khususnya di negara-negara bersalju. Terus belum lagi economic recovery yang terjadi karena pandemi, di mana banyak perusahaan yang meningkatkan produksinya dan lagi-lagi, butuh tambahan listrik. Ditambah lagi konsumsi rumahan juga guys, di mana makin lama kita stay indoor, maka makin banyak juga listrik yang dipake. Padahal seperti yang kita tahu, listrik ini banyak yang berasal dari batu bara, di mana pengolahannya menghasilkan emisi yang dilepaskan ke atmosfer dan bikin… jeng-jeng… pemanasan global.
 
ADUH.
Iya, permintaan listrik yang melonjak ini menurut laporan IEA tadi banyak muncul dari negara-negara di Asia Pasifik, di antaranya China dan India. Nah guys, di China aja, kenaikan demand-nya mencapai 10 persen. Hal ini tentunya mengkhawatirkan banget kan, karena berarti bakal makin banyak emisi yang diproduksi.
 
Tapi kan batu bara bukan sumber satu-satunya…. 
Well, emang bukan. Sekarang emang banyak negara yang beralih ke energi terbarukan, yaitu energi yang bisa dimanfaatkan terus menerus karena tersedia di alam secara unlimited, kayak angin atau air. Sumber energi ini beda sama energi tak terbarukan aka energi fosil yang diambil dari bumi, terus pengolahannya juga intensif banget dan menyebabkan polusi meningkat gila-gilaan, limbah juga di mana-mana, dan emisi gas rumah kaca juga makin meningkat tajam. Nah tapi masalahnya adalah, energi terbarukan yang ada sekarang tuh ternyata belum cukup jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan manusia.
 
I see…
Padahal nih yah, listrik yang dihasilkan sama energi terbarukan tuh udah tumbuh sebesar 6% tahun lalu, tapi masih kalah saing juga sama pembangkit listrik tenaga batu bara yang emang udah template dipake dari dulu. Beda sama energi terbarukan, energi fosil ini terbentuk dari kandungan dalam perut bumi yang udah terkubur selama jutaan tahun lalu, dan akhirnya terbentuk jadi batu bara. Karena terus digali, suatu saat, batu bara ini bisa abis guys, dan mereka non-renewable karena proses pembentukannya yang lama banget tadi. Nah di tahun ini, batu bara menghasilkan emisi karbon sebesar 7% dan mencapai titik tertinggi setelah dua tahun yang lalu sempat turun.
 
Terus what can we do? 
Here is the good news. Banyak negara yang saat ini lagi ngegas terus mengembangkan penggunaan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan demi memenuhi demand yang terus bertambah. Di Indonesia sendiri, kemaren Pak Jokowi udah bilang bahwa kita bakal mulai beralih ke energi hijau, secara kita punya banyak area sungai maupun laut yang bisa menghasilkan puluhan ribu megawatt. Jadi, what you can do adalah mengurangi penggunaan listrik dengan energi fosil dan mulai memilih opsi untuk pake energi terbarukan once it’s available.
 
Got it. Anything else?
Yang harus dikejar tuh penurunan emisi karbon guys, karena kalau nggak, dunia bakal makin panas 1.5 derajat celcius dan itu berpengaruh banget buat climate crisis sekarang, gengs. Walaupun dari laporannya International Energy Agency tadi  sektor listrik tetap bakalan meningkatkan emisi, tapi at least kita harus bener-bener usaha bareng nih, untuk mengurangi emisi gas yang dihasilkan dari karbon tadi, yha salah satunya meskipun kecil, mulai dengan matiin lampu pas kamu cabs dari rumah.