Varian Omicron Sudah Tersebar di Banyak Negara

82

When you’ve been taking down your walls…

Jangan dulu guys.
Bukan, bukan sama gebetanmu yang udah lama kamu gantung, tapi sama varian COVID-19, omicron.

Itu bukannya nama startup-startup gitu ya.
Itu unicorn but nice try, lol. Karena ternyata, baru aja nih organisasi kesehatan dunia aka WHO kemarin mengumumkan bahwa varian omicron ini kemungkinannya udah tersebar di banyak negara, dan kamu salah banget kalo menganggap varian ini “ringan” aja.

We’re still dealing with this, reallly?
Yep, beneran. Jadi dalam keterangan dari pimpinan WHO Tedros Adhanom Gebreyesus, disebutkan bahwa sekalipun Omicron ini efeknya nggak separah varian lain, tapi orang-orang bisa aja kewalahan kalo healthcare system-nya enggak ada persiapan. So far, varian ini udah menyebar di 77 negara, dan kata Pak Tedros sih, dengan kecepatan penularan yang belum pernah ditemukan sebelumnya di varian lain.

Terus harus gimana dong 🙁
Do it all, kata Pak Tedros. Vaksin wajib, cuci tangan kudu, ventilasi udara dan social distancing juga harus. Pokoknya bukan berarti udah vaksin, terus kamu bisa take down your walls dan mengabaikan protokol. Gitu katanya. Beliau juga menambahkan bahwa dalam 10 minggu terakhir, pihaknya udah berusaha secepat mungkin mengirimkan vaksin ke negara-negara yang paling membutuhkan. This brings us to the next point, which is…

Vaccine inequality.
Correct. Pak Tedros bilang bahwa yha emang ada sedikit bukti bahwa efektifitas vaksin berkurang dalam mencegah kasus parah dan kematian, namun booster juga tu belum tentu efektif. WHO juga menyampaikan kekhawatirannya kalo apa yang terjadi tahun ini bisa terulang lagi di tahun depan, yakni, penimbunan vaksin oleh negara-negara kaya *looking at u, US and Europe*.

Terus, kita gabole dapet booster ini?
Ya kalo kata Pak Tedros sih, mereka nggak anti-booster, mereka cuma anti kesenjangan aka inequality. Pokoknya fokus mereka adalah menyelamatkan nyawa, di mana aja. Beliau juga menjelaskan bahwa di banyak negara, orang-orang yang masih kena covid dan kasusnya parah adalah mereka yang belum divaksin. Jadi ya itu yang harus jadi fokus, yaitu memvaksin yang belum divaksin.

Emang parah banget vaccine inequality ini?
Oh iya banget guys, buktinya sejauh ini, masih ada 41 negara masih belum bisa mencapai target vaksinasi 10 persen dari jumlah populasinya dan ada 98 negara belum mencapai target vaksinasi 40%. Meanwhile, negara-negara maju kayak di Amerika Serikat dan Uni Eropa udah mencapai herd immunity, bahkan udah mulai mem-booster warganya. Terus kalau di Indonesia sendiri, tingkat vaksinasi kita udah ada di angka 70.37% buat dosis pertama dan 49.42% buat dosis kedua dari total populasi.

Noted. Anything else?
Nah guys, kalo di Indonesia belum terdeteksi, maka di Amerika Serikat, varian omicronnya udah menyebar sebanyak 3% dari total keseluruhan kasus covid19 yang ada di sana, padahal minggu lalu masih kurang dari 1%. Karena itulah guys, pemerintah AS lagi bersiap-siap supaya healthcare system mereka enggak kewalahan. Selain itu, Biden Administration juga makin menggencarkan booster vaksin bagi warganya.