USA Menerbitkan Kebijakan Baru Waktu Karantina

77

Who’s making some updates?

The US Center for Disease Control and Prevention (CDC), on quarantine.
Yep, jadi baru aja minggu ini, Lembaga Pengontrolan dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menerbitkan kebijakan baru soal waktu karantina buat orang-orang yang positif Covid. Jadi aturan itu memotong waktu karantina pasien yang positif dari yang awalnya 10 hari jadi 5 hari aja. Dengan catatan, mereka ga ada gejala. Terus bagi yang terpapar sama Covid tapi udah divaksin sampai dapat booster, jadinya nggak perlu karantina sama sekali.
 
Hah gimana?
Begini guys, jadi isolasi ini kan gunanya buat memisahkan orang-orang yang terpapar virus dari yang nggak, supaya virusnya ngga menular gitu. Untuk mereka yang positif, maka harus diem di rumah/lokasi isolasi dan nggak boleh ke mana-mana selama 5-10 hari di mana itu adalah masa paling krusial karena bisa menyebarkan virusnya ke orang lain.
 
OK…
Nah namun seiring perkembangannya, di US, CDC baru aja memutuskan untuk nge-cut waktu karantina buat masyarakat AS yang positif Covid dari yang sebelumnya 10 hari jadi 5 hari aja, kalau mereka nggak bergejala. Terus, bisa ditambah lima harian lagi kalau mereka teteup ketemu orang meskipun pakai masker. Adapun untuk yang udah ada gejala, maka kalau gejalanya udah membaik setelah lima hari, maka mereka bisa langsung cuss keluar, ketemu sanak saudara dan teman bermain. Tapi yha  teteup harus pakai masker selama sekitar lima harian juga.
 
Seriously? Despite the Omicron?
Yoi. Pihak dari CDC sendiri sih bilangnya keputusan ini diambil karena setelah ditelusuri dan virusnya juga semakin diteliti, ternyata penularan miss rona ini rawan di awalnya aja. Sekitar 1-2 hari sebelum timbulnya gejala dan 2-3 hari setelahnya. dr. Anthony Fauci juga berharap dengan CDC nge-cut waktu karantina ini, supaya orang-orang bisa balik segera ke rutinitas mereka, dan kehidupan masyarakat tetap berjalan lancar.
 
But, this Omicron…..

Nah, soal ini, Direktur CDC dr. Rochelle Walensky udah melakukan penelitian dan menemukan bahwa menurutnya, efek dari Omicron ini enggak parah-parah banget. Beliau juga menyebut bahwa vaksinasi dan booster ini efektif banget untuk mencegah penularan, jadi yang penting di-booster aja. Makanya, ngeliat dari berbagai daya yang ada, Rochelle dan CDC sepakat buat bikin kebijakan kayak gini.

 
Pasti ada pro kontranya dong tuh…

Oh jelas. Professor dari Harvard Yonatan Grad bilang bahwa aturan ini tuh cuma mempertimbangkan sisi ekonominya aja dan mengesampingkan science. Beliau menyebut, pengurangan waktu isolasi tuh cuma memperbesar kemungkinan penularan virusnya. Terus, doi juga sanks….i orang-orang yang keluar isolasi masih mau pakai masker di saat orang-orang lain kebanyakan udah nggak.

 
I want to know the people on the pro side…

Ada juga yang pro sama keputusan ini, gengs. Seorang ahli virologi dari Kanada, Angela Rasmussen menyebut bahwa enggak ada salahnya karantina cuma 5 hari. Di Delta juga dulu gitu kan, jadi yha dicoba aja. Gimana-gimananya liat nanti gitu. Beliau juga bilang hal ini bisa banget diterapkan dengan alasan yang jauh lebih masuk akal dan resiko yang lebih rendah.

 
Got it. Anything else?

So far, CDC juga menekankan bahwa strategi terbaik dalam menghadapi Omicron ini adalah dengan get vaccinated and get booster. Selain itu, warga juga diimbau untuk tetep pake masker di tempat-tempat yang high-risk terjadinya penularan, dan always get tested.