Taliban Melarang Perempuan Bepergian Jauh Sendirian

111

When things are getting worse for women in Afghanistan…

Karena baru aja, Taliban mengeluarkan aturan baru yang melarang cewek untuk jalan-jalan atau bepergian jauh sendirian.
 
What?
Yes guys. Hari-hari di Afghanistan makin suram aja nih sejak kedudukan Taliban Agustus lalu. Setelah sebagian besar anak-anak perempuan banyak yang putus sekolah, update terbarunya sekarang perempuan di sana nggak boleh berpergian jauh kalau sendirian. Harus ditemenin kerabat laki-laki.
 
Reallyyyy?
Yep, aturan ini baru aja diterbitkan oleh Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan Taliban minggu ini. Sadeq Akif Miuhajir, jubir di kementerian itu bilangnya sih aturan tersebut diberlakukan buat menghindari perempuan dari segala macam bahaya atau gangguan yang terjadi. Namun banyak pihak yang menilai, ya aturannya untuk makin membatasi pergerakan perempuan Afghanistan aja sih.
 
🙁
Ga itu aja guys, aturannya juga mengatur bahwa kalau ada perempuan nggak pake hijab di tepi jalan dan mau nebeng, maka enggak boleh diiyain. Karena itu juga dilarang. Terus untuk perjalanan lebih dari 72 km, maka perempuan wajib ditemenin laki-laki. Selanjutnya, ada juga peraturan yang mengharuskan perempuan harus pakai hijab kalau lagi cari transportasi umum. Di mana aturan ini sebenernya agak redundant juga karena rata-rata perempuan di Afghanistan itu udah pakai hijab, yang menutupi tubuh dari kepala sampai kaki termasuk bagian wajah.
 
Ya ampun…
Yep, pemakaian hijab ini juga berlaku buat para presenter perempuan yang tampil di TV. Presenter laki-lakinya juga harus pakai pakaian yang “appropriate”, meskipun emang nggak detail sih pakaian yang appropriate buat laki-laki tuh yang kayak apa. Terus, kementerian di sana juga udah melarang perempuan-perempuan buat tampil di sinetron-sinetron atau opera sabun gitu, guys.
 
Got it. Does anyone say anything?
Ada. Heather Barrassociate director dari Woman’s right buat Human Rights Watch mengkritisi aturan ini dengan bilang bahwa aturan ini cuma bikin kaum perempuan di Afghanistan semakin terpenjara. Beliau juga menyebut bahwa peraturan yang engga ngebolehin perempuan pergi sendiri itu sama aja kayak memutus kesempatan yang perempuan punya buat bergerak dengan bebas, pindah ke kota lain, atau melarikan diri in case mereka mengalami domestic violence.
 
Got it. Anything else?
Sejak pertama kali memegang tampuk kepemimpinan pada Agustus lalu, Taliban berkali-kali bilang bahwa mereka sebenernya berkomitmen kok, sama hak-hak perempuan di negaranya. Namun kayaknya sih, statement ini manis di bibir memutar kata aja guys, karena faktanya, pasca rezim Taliban kembali, banyak perempuan yang ngga bisa kembali ke sekolah maupun dunia kerja. Kerjaan yang diperbolehkan buat cewek strictly hanya di bidang medis aja. Terus, Taliban juga menghapuskan Kementerian Perempuan yang justru merupakan institusi yang mempromosikan hak-hak perempuan melalui hukum di negara tersebut. Hiks…