Suasana Panas Antara MPR dengan Kemenkeu

133

When things are heating up in MPR vs Kemenkeu…

Here’s your updates.
Yoi guys, the newest drama terjadi di negeri +62 ini antara Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani dan rombongan pak bapak buibuk di MPR. Saking ramenya, pimpinan MPR sampe minta Bu Ani untuk dicopot dari jabatannya sebagai Menkeu lho!
 
Whoaaa spill the tea!
OK. Jadi kemarin, Wakil Ketua MPR, Fadel Muhammad menilai bahwa Bu Ani enggak cakap dalam mengatur kebijakan pemerintahan yang berkelanjutan. Karena itulah, doi meminta supaya Pak Jokowi memberhentikan bendahara negara tersebut. Adapun permintaan ini merupakan hasil rapat bersama seluruh pimpinan MPR yang berjumlah 10 orang.
 
Tapi kenapa harus dicopot?
Beberapa alasan sih gengs kata Pak Fadel. Misalnya, Bu Ani yang memotong anggaran MPR. Padahal, jumlah pimpinan MPR saat ini udah mengalami perubahan dari empat orang jadi 10 orang. Selain itu, Pak Fadel juga kecewa sama Bu Ani yang dinilai enggak menepati janji terkait jumlah pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar dan membatalkan kehadiran dalam rapat dengan pihaknya secara tiba-tiba. Kata Pak Fadel, MPR adalah sebuah lembaga tinggi negara, jadi yha harus mendapatkan perlakuan yang wajar dibandingkan sama lembaga negara lain.

Ya ampun…
Iya guys, selain Pak Fadel, Ketua MPR Bambang Soesatyo juga ikut ber-statement nih. Menurutnya, Bu Ani ni udah beberapa kali diundang rapat sama MPR, tapi doi enggak pernah datang. Hal ini menunjukkan bahwa Bu Ani enggak menghargai MPR sebagai lembaga tinggi negara.
 
I believe Bu Ani has a say…
Iya ada. Menurut Stafsus Menkeu Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo, yha emang sempet tu, Bu Ani dapet undangan rapat sama MPR sebanyak dua kali. Namun dua-duanya beliau berhalangan hadir karena yang pertama, ada rapat internal sama Pak Jokowi, kedua, ada rapat sama DPR. Meski nggak hadir, pada rapat pertama itu Bu Ani sempet mengutus Wamen Keuangan Suahasil Nazara untuk ikutan rapat lho.

Terus kalo soal anggaran dipotong?
Nah kalo soal anggaran ini gengs, Bu Ani langsung ngasih penjelasan di Instagramnya. Menurutnya, seiring dengan pandemi covid-19, maka seluruh kementerian dan lembaga harus melakukan refocusing anggaran sebanyak empat kali, tak terkecuali MPR. Refocusing anggaran ini ditujukan untuk membantu penanganan covid-19 di Tanah Air dengan menyalurkan subsidi upah, memberikan bantuan untuk pelaku usaha kecil, hingga meningkatkan penerimaan bantuan sosial.
 
I see…
Nah tapi tetep aja guys, soal pemotongan anggaran ini emang udah keburu bikin para anggota MPR bete. Selain Pak Fadel dan Bamsoet,
Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Muzani juga bilang bahwa kebutuhan biaya MPR dalam melaksanakan tugas enggak boleh dianggap kecil, karena MPR memiliki beban dan tanggung jawab yang semakin berat dibandingkan periode sebelumnya. Adapun tanggung jawab yang dimaksud adalah menjaga ideologi negara serta Empat Pilar Negara yang meliputi Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Undang-undang Dasar (UUD) 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
 
OK. Anything else?
Terkait kisruh ini, Istana kemudian angkat bicara. Menurut Mensesneg Pak Pratikno, segala hal berkaitan sama pengangkatan atau penggantian menteri merupakan hak prerogatif Pak Jokowi, karena itu emang urusannya beliau. Yaudah gitu aja guys.