Pengungsi Rohingya asal Myanmar Menuntut Facebook

117

When you’re a lawyer working for Facebook…

You’ve probably been working overtime…
Asli guys, karena Facebook lagi menghadapi mayan banyak tuntutan hukum. Yang terbaru dateng dari pengungsi Rohingya asal Myanmar yang menuntut Facebook dengan meminta kompensasi sebesar 150 miliar USD atau setara dengan 2.165 triliun Rupiah. Ga tanggung-tanggung, gugatannya didaftarkan oleh para pengungsi di dua pengadilan, yaitu di Amerika Serikat dan di Inggris.
 
Whoaaa what happened?
Jadi dalam gugatannya itu disebutkan bahwa Facebook digugat karena dinilai gagal membendung penyebaran ujaran kebencian di platformnya. Kegagalan inilah yang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan meletusnya aksi pembantaian terhadap etnis minoritas di Myanmar di tahun 2018 lalu. Pembantaian oleh kelompok militer Myanmar ini kemudian menyebabkan puluhan ribu etnis Rohingya meninggal, diperkosa, dan terluka. Selain itu, ada juga hampir satu juta pengungsi Rohingya yang jadi pengungsi di negara lain dan nasibnya terlunta-lunta. Menurut PBB, aksi pembantaian ini cocok banget kayak genosida yang sering dicontohin di buku-buku.
 
Ya ampuuun…
Nah terus, para pengungsi ini juga menggugat Facebook yang dinilai mempromosikan disinformasi dan pola pikir ekstremis yang berujung pada kekerasan di dunia nyata. Selanjutnya, Facebook dibilang mau menukar kehidupan orang-orang Rohingya demi penetrasi market di negara yang kecil aja di Asia Tenggara. Para pengungsi ini juga mengeluhkan sikap Facebook yang disebut enggak bereaksi apa-apa terkait isu ini, padahal sekitar tahun 2013 dan 2017, mereka udah sering diperingatkan soal menjamurnya konten kebencian terhadap Rohingya di platformnya.
 
Emang postingan kebenciannya kayak apa sih?
Well, cautions ya, karena kata-katanya sadis banget. Kayak: “Kita harus membantai mereka kayak apa yang Hitler lakukan pada kelompok Yahudi.” Post lain bilang bahwa mereka harus menyiram bensin ke api supaya para pengungsi bisa bertemu Allah lebih cepat.
 
Iewwww.
Yes, dan terkait hal ini, di tahun 2018 PBB juga udah bilang bahwa Facebook emang punya andil nih, dalam pembantaian warga di Myanmar. Menurut perwakilan dari PBB Yanghee Lee, berbagai hal di Myanmar emang dilakukan via Facebook, mulai dari membantu orang miskin, hingga menyebarkan ujaran kebencian. However, beliau khawatir kalo Facebook udah berubah jadi “monster” dan enggak digunakan dengan semestinya.
 
Well, I believe Facebook has a say…
Oh iya, dalam keterangannya beberapa saat setelah pembantaian itu terjadi, pemimpin FB Mark Zuckerberg dan Sheryl Sandberg mengeluarkan pengumuman yang bilang bahwa menurut komisi HAM internalnya, emang ni FB kurang melakukan aksi yang cukup untuk menghindari terjadinya kekerasan di sana. Selain itu, keduanya juga setuju bahwa harusnya mereka mengambil tindakan lebih.
 
Yhaa ngaku ugha. Anything else now?
Well sejauh ini, Facebook yang sekarang udah ganti nama jadi META belum ada komentar apa-apa soal gugatan ini. Namun gugatan ini jadi menarik guys, secara Facebook udah ngaku tadi tuh, bahwa mereka harusnya emang bisa berbuat lebih banyak dalam mencegah pembantaian tadi.