Musik Happy Membawa Dampak Positif

144

When you love to start the day with happy songs…

You’re most likely contributing to the economy.
Serius ni guys, karena ternyata ditemukan bahwa ketika masyarakat lebih banyak ngedengerin lagu-lagu yang happy, maka kondisi pasar juga membaik. Yep, penelitian ini dilakukan oleh para researchers dari London Business School dan dirilis dalam Journal of Financial Economics baru-baru ini. Jadi dalam melakukan penelitiannya, mereka mengukur perasaan orang-orang lewat musik dan terus dikaitkan sama market behavior mereka. Dari situ, muncul yang namanya mood congruence, di mana musik yang orang dengarkan tuh mencerminkan mood pendengarnya saat itu. Lagu happy-happy berarti mereka lagi suka cita, lagu yang gloomy berarti mereka lagi sedih, and so on.
 
Nah, Spotify, yang punya playlist sesuai mood itu akhirnya dipakai buat mengukur perasaan yang disalurkan lewat lagu. Mereka pengen ngukur perasaan warga di suatu negara tuh gimana sih based on lagu yang mereka dengarkan tanpa melihat background dari si perasaan itu sendiri, ntah itu gara-gara bola, COVID test, dll.
 
Hasilnya signifikan banget. Ketika orang-orang lebih banyak mendengarkan lagu-lagu happy, maka kondisi market membaik. Terus, orang-orang yang sebelumnya dengar lagu happy juga bakalan lebih konsumtif ngabisin asetnya buat beli reksadana dan ekuitas yang lebih besar. Terus, investor-investor yang sebelumnya baru aja dengar lagu happy, adrenalinnya juga bakalan naik dengan beralih dari obligasi aman punya pemerintah ke saham yang beresiko.
 
To conclude, penelitian yang udah dilakukan di 40 negara dan meliputi 500 miliar kali streams of 58.000 lagu ini pengen menyampaikan pesan bahwa emosi dan perasaan itu ngaruh banget sama stock market. Makanya para investor kudu hati-hati dalam mengambil keputusan.