Kunjungan Paus Fransiskus Ke Cyprus

90

Who’s just showing some solidarity?

Pope Francis.
Yoi guys, minggu lalu, Vatikan baru aja mengumumkan bahwa mereka bakal membantu merelokasi at least 12 orang pencari suaka dari Cyprus ke Italia untuk kemudian re-settle di sana. Pengumuman ini disampaikan pada hari kedua kunjungan Paus Fransiskus ke Cyprus, dan merupakan salah satu bentuk solidaritasnya kepada negara kecil itu yang harus menampung banyak banget pencari suaka dari negara-negara konflik.
 
Tell me more.
OK. Jadi dalam kunjungannya ke Cyprus selama lima hari itu, Paus Fransiskus emang udah diagendakan untuk meng-address isu krisis imigran di Eropa yang kian parah. Nah, dalam pidatonya di istana kepresidenan, Paus Fransiskus bilang bahwa beliau tengah berkunjung ke sebuah negara yang kecil, tapi sejarahnya besar. Terus juga negaranya telah menghubungkan banyak orang, bukan justru mengisolasi mereka. Selain itu, Cyprus juga disebut sebagai pintu gerbang antara Timur Tengah dan Eropa.
 
Go on…
Adapun terkait refugee ini, Paus Fransiskus juga menegaskan bahwa tiap negara punya tanggung jawab moral buat menerima para pengungsi yang melarikan diri dari peperangan, kebencian dan penindasan. Menurutnya, negara-negara ini nggak bisa memalingkan wajah dari isu ini. Beliau juga menyampaikan kecamannya atas negara-negara “Barat” yang menolak menerima para migran dan memilih untuk mengembalikan para migran ini ke negaranya di mana mereka bakal disiksa dan dipenjara.
 
What is this migrant crisis thing?
Well, ini adalah masalah yang lumayan pelik yang tengah dihadapi Eropa saat ini, terkait makin banyaknya imigran dari negara-negara konflik di Timur Tengah yang menjadi pengungsi di berbagai negara Uni Eropa. Yang paling baru adalah datangnya puluhan ribu imigran asal Suriah, Irak, Iran, dll ke perbatasan Belarus dan berharap bisa re-settle di Eropa (Catch Up! on the issue here) dan ini menyebabkan krisis refugee yang parah di sana guys. Kalo Cyprus sendiri, secara letaknya yang berbatasan sama negara-negara kayak Suriah, Israel dan Turki, maka mereka jadi negara dengan populasi imigran terbanyak di Uni Eropa. Hal inilah yang dicoba di-address dalam kunjungannya Paus Fransiskus kali ini.
 
OK, anything else?
Nah, keputusan relokasi yang diambil oleh Paus Fransiskus ini kemudian mengingatkan publik sama aksi serupa yang dilakukannya di tahun 2016, di mana waktu itu beliau membawa 12 orang pengungsi asal Suriah di pesawat yang ditumpanginya setelah berkunjung ke lokasi pengungsi di Yunani. Adapun para pengungsi ini kemudian direlokasi di Italia dan dibina oleh komunitas sosial di sana untuk dibantu nyari kerja dan memulai hidupnya kembali.