Indonesia Mengumumkan Kasus Omicron Pertama

74

When you’re worried about Omicron in Indonesia…

It is happening.
Yoi, Kita semua warga +62 kudu ekstra hati-hati dan having a full awareness soal Omicron ini, gengs. Since Rabu minggu lalu, pemerintah Indonesia udah mengumumkan kasus Omicron pertamanya. Diikuti dua lainnya di hari Jumat.
 
Chill. I’m fully vaccinated.
You probably need to read this. Menkes Budi Gunadi Sadikin bilang varian Omicron tetap berpotensi menjangkiti orang-orang yang udah vaksin, mau itu yang udah vaksin 1 dosis, 2 dosis, bahkan yang udah dapat booster sekalipun. Apalagi yang unvaccinated. Terbukti Omicron yang udah terdeteksi duluan di negera-negara Eropa, yang mana tingkat vaksinasinya udah tinggi banget, bahkan Uni Eropa udah mencapai herd immunity.
 
Lah, kok bisa?
Ini tuh karena varian Omicron penularannya berkali-kali lipat dari varian Delta atau varian lain yang udah udah. Minggu lalu aja jumlah kasus varian ini udah bertambah….. delapan kali lipat di seluruh dunia. Yes, delapan kali lipat gengs. Disampaikan juga sama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meskipun varian ini tuh menyebarnya cepat banget, namun tingkat kematiannya masih relatif rendah.
 
Terus kudu piye?
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, pemerintah udah punya beberapa skenario, guys. Pertama, pemerintah bakalan memperketat aturan secara bertahap. Jadi kalo kasus harian ada lima ratus kasus, maka aturan yang bakal dikeluarkan adalah pengetatan, terus kalau kasusnya naik jadi seribu per hari, maka pembatasannya bakal ditingkatkan kembali. Nah, puncak tertinggi pembatasannya tuh kalau kasus harian kita udah 2.700 per hari.
 
Go on.
Opung Luhut juga bilang bahwa pemerintah bakal lebih strict sama orang-orang yang baru datang dari luar negeri. Beliau menyebut bahwa ada kemungkinan WNI yang baru pulang dari luar negeri karantina mandirinya bakalan ditambah dari 10 hari jadi 14 hari. Terus, ada daftar 11 negara yang warganya udah fix dilarang datang ke Indonesia. Pemerintah juga nambahin list itu dengan Inggris, Norwegia, dan Denmark. Terus menghapus Hong Kong.
 
That’s it?
Nggak dong. Vaksinasi juga masih masuk jadi pertimbangan pemerintah, guys. Menko Perekonomian Airlangga Hartanto bilang pemerintah udah menyiapkan skema vaksinasi buat dijadiin booster. Jadi, untuk sekarang pemerintah masih nyiapin berbagai regulasi supaya di 2022, vaksin booster udah bisa dijalankan dengan menyasar ke kelompok rentan dulu, kayak lansia yang ada di Indonesia.
 
Dananya udah disiapin dong?
Udah. Pemerintah kita udah nyiapin dana sebesar 52 Triliun buat menghadang dan mengantisipasi kehadiran si Omicron ini di Indonesia. Rencananya, dana ini bakal digunakan untuk penanganan COVID itu sendiri dan juga bantuan sosial. Terus, di tahun ini kan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun ini yang sebesar 744 Triliun itu baru dipakai 90% nya, nah sisa dari situ bakalan dialihkan ke Dana PEN tahun depan yang juga dipakai buat penyaluran bansos.
 
Sounds like a plan. Anything else?
FYI, kemarin tuh Opung Luhut tuh juga ngingatin kita semua  tentang keadaan kelam nan mencekam kayak yang terjadi pada saat puncak gelombang kedua pandemi COVID-19 pada Juni-Juli lalu. Makanya, pemerintah mengimbau kita untuk nggak usah ke luar negeri dulu karena emang Omicron tuh udah menyebar banget di seluruh dunia. Se-danger itu di seluruh dunia. Jadinya ya nggak usah mengulangi kesalahan yang sama lah.