Indonesia Masuk Final AFF 2020, Ibu di Bekasi Disuruh Tangkap Sendiri Pelaku Pelecehan Seksual Anaknya, Penerimaan Pajak Negara Melebihi Target APBN, TikTok Jadi Website Paling Banyak Dikunjungi

90


Hello there!

Uh oh it’s TIMNAS DAY! Are you excited? Have you got your red and white jersey prepared? Ready to scream at the top of your lungs to support #TeamGaruda? Just… mind your jantung now, and in case you need some guides about the game, you can listen all about it in our podcast here, or just scroll down. Go!


Hi, it’s your guide on AFF 2020 final.

Yep, if today everyone around you looks so nervous, but also excited, don’t get confused. They’re probably just looking forward for the final game tonight of AFF 2020, di mana partai final dari kejuaraan sepak bola ASEAN itu bakal digelar. Kayak yang kamu udah tahu, finalnya itu antara Indonesia dan Thailand, dan kita bakal memperebutkan gelar juara AFF 2020. Nah sebelum ikutan nobar, ini dia berbagai info yang kamu perlu tahu soal final nanti malam!
 
AFF 2020? 2021? 2022? Kamu harus tahu ni guys, bahwa meski namanya AFF 2020, namun turnamennya digelar pada tahun 2021, dan finalnya bakalan digelar dua kali, dan yang kedua, bakal diadakan pada 1 Januari 2022, aka tahun depan. Yep, thanks to COVID, turnamen ini nggak berjalan sesuai jadwal. Tapi sama halnya dengan Euro dan Tokyo Olympics, namanya teteup 2020. Cuma actual date-nya aja yang beda.
 
Tuan rumah. Nah terus, yang jadi tuan rumah adalah Singapura. Makanya, nanti malam tim Garuda bakal bertanding di Singapore National Stadium dengan kapasitas 55ribu orang. But againdue to COVID, pertandingannya cuma boleh ditonton langsung sama sepuluh ribuan orang aja.
 
Peserta. Secara namanya ASEAN Football Federation (AFF) Cup, jadi peserta kejuaraan kali ini adalah negara-negara di ASEAN plus Timor Leste aja. Nah dari sepuluh negara, masing-masing dibagi ke dalam satu grup yang berisi lima negara. Dalam fase grup ini, Indonesia satu kelompok sama Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Laos. Sisanya di grup sebelah.
 
Fase grup. Untuk bisa lolos ke babak final kayak hari ini, tentunya Timnas kita harus lolos dari fase grup dulu. Nah performa Indonesia cemerlang banget ni gengs di fase grup dengan tiga kemenangan dan satu kali imbang. Tim Garuda kita belum terkalahkan sejak di penyisihan grup kemarin, di mana pas lawan Kamboja kita menang 4-2. Terus lawan Laos, menang lagi 5-1, dan lawan Malaysia kita menang juga 4-1. Selanjutnya pas sama Vietnam, kita imbang 0-0. Selanjutnya di partai semifinal, kita ketemu Singapura yang laganya dramatis banget kemaren, di mana posisinya imbang 1-1 di leg pertama, dan kita menang dengan kemenangan 4-2 di leg kedua.
 
Shin Tae Yeong. Yep, nama ahjussi satu ini gabisa kita lepaskan dari penampilan cemerlang Indonesia pada AFF 2020 kali ini karena beliau adalah sosok pelatih Timnas Indonesia. Shin Tae Young resmi direkrut Indonesia sejak Desember 2019 lalu, dan setelah melalui berbagai seleksi dan pemusatan pelatihan, pada awal Desember kemarin doi mengumumkan 30 orang pemain yang lolos masuk ke Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Beberapa nama yang masuk adalah beberapa jagoan di klubnya sendiri, kayak Asnawi Mangkualam, Evan Dimas, Irfan jaya, dan Nadeo Argawinata yang ada di posisi kiper.
 
Timnas termuda. Yoi guys, Timnas Indonesia saat ini adalah timnas termuda yang berlaga di Piala AFF. Adapun rata-rata usia pemain Indonesia ada di angka 23,8 tahun. Jauh lebih muda dibandingkan Malaysia misalnya, yang rata-rata pemainnya berusia 26,8 tahun, dan juara bertahan Vietnam dengan rerata 24,7 tahun. Adapun untuk tim lawan kita di final nanti, yaitu Thailand, rerata usia pemainnya adalah 27,10 tahun.
 
Sama-sama lagi disanksi. Guys, inget insiden ketika bendera merah putih engga bisa berkibar pas kontingen Indonesia menang di Thomas Cup kemaren? Nah kejadian ini bakal terjadi lagi, karena sanksi dari Lembaga Anti Doping Dunia (WADA) atas Indonesia masih berlaku. However, sanksi ini juga ternyata lagi dijalani sama Thailand, jadi siapa pun yang menang nanti, bendera negaranya masing-masing engga bisa berkibar. Hiks.
 

Thailand. Now about our rival, jadi tim dari Negara Gajah Putih itu bakal jadi lawan yang nggak main-main nih gengs, karena catatan sejarah menunjukkan bahwa mereka emang yang paling sering memenangkan Piala AFF. Selain itu, Tim Thailand asuhan Alexandre Polking itu jadi tim dengan pertahanan terbaik, secara mereka cuma kebobolan gol waktu ngelawan Filipina doang, itupun masih menang 2-1. Lainnya waktu ngelawan Timor Leste, Myanmar, Singapura, abiss dibantai nggak dikasih gol sama mereka. Terus waktu semifinal ngelawan Vietnam yang ada dua leg, Thailand juga masih sekuat itu dengan nggak ada gol satupun yang dicetak sama Vietnam. Mereka menang 2-0 di leg pertama, dan imbang 0-0 di leg kedua.

 
Muda, berbahaya. Yep, itu tadi kesan dari Pelatih Thailand Alexandre Polking terhadap Timnas Indonesia yang akan dihadapinya nanti. Polking bilang bahwa pertandingan final nanti bakal sengit, walaupun doi tetap optimis bisa bawa pulang piala AFF ke Thailand.
 
Dream crusher. Hiks. Jadi menurut catatan, Thailand merupakan negara yang paling sering menghancurkan mimpi Indonesia di AFF. Misalnya aja nih, Indonesia udah lima kali masuk final, lima kali-lima kalinya gagal jadi juara, dan tiga di antaranya berhadapan dengan Thailand. HOWEVER, inget guys, there’s always a first timeSo let’s hope that this is gonna be the first time that we can win against Thailand in the final and finally bring the trophy home. 
 
Bonus. Yep, udah banyak ni guys bonus yang menunggu buat Timnas Indonesia kalo menang nanti. Misalnya, dari Menpora yang udah bilang bahwa tentunya bakal ada bonus dari pemerintah meski belum bisa disebutkan dalam bentuk apa. Terus ada juga dari Crazy RicMalang Gilang Widya Pramana yang sekarang udah ngasih 500juta buat Timnas, dan bakal nambahin 1 miliar lagi kalo Timnas bisa menang. Ada juga restoran Holywings yang juga menjanjikan bonus sebesar 1 miliar buat tim garuda.
 
Nah, kamu mau bonus juga? Ikutan yuk kuis AFF Trivia di IG-nya Catch Me Up! jam 08:00 WIB nanti. Tiga orang pemenang bakal dapet saldo e-wallet dari mimin lho! Cus!

When the police provides self-service…

*Trigger warning: This content mentions sexual harrasment, which could be unsettling for some readers. Proceed with cautions!
 
What happened?
Udah mau akhir tahun, tapi masiiiih aja ada kejadian soal polisi yang bikin netijen geleng-geleng kepala. Kali ini adalah soal seorang ibu di Bekasi yang melapor ke polisi atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan terhadap anak perempuannya yang baru berumur 11 tahun. Eh pas lapor, doi malah disuruh nangkep sendiri si penjahat.
 
Wah literally self-service.
Yoi. Jadi terduga pelaku pelecehan seksual ini apparently tetangga mereka. Awalnya korban diiming-imingi bakalan ditraktir makan kepiting dan kerang, eh malah dicium pipi kiri-kanan sebanyak dua kali, terus digendong. Pelaku yang masih belum diketahui namanya ini juga masukin jarinya ke alat kelamin korban, terus ngancam supaya si korban nggak ngadu. Ketika akhirnya dia speak up ke keluarganya, ibunya langsung bikin laporan kan tuh ke Polda Metro Bekasi di 21 Desember kemarin. Nah tahu dia dilaporin, pelaku lalu coba kabur ke Surabaya.
 
Terus…. ditangkap di Surabaya?
Nggak. Ibu korban berinisial DN awalnya laporan ke polisi nih bahwa di pelaku mau kabur ke Surabaya, tapi polisi engga melakukan penangkapan dengan alasan belum ada perintah penangkapan. And guess what? Polisi-polisi itu justru suruh Bu DN dan keluarganya buat tangkap sendiri aja itu pelaku. “Lo jual gue beli!” dan Bu DN pun beneran ke stasiun sebelum kereta ke Surabaya berangkat.
 
Wait, gimana gimana?
I repeat, Bu DN disuruh tangkap sendiri pelakunya, gengs. Terus bener aja. si terduga pelaku udah mau berangkat ke Surabaya, untungnya langsung ditangkap sama Bu DN. Dia kemudian mengamankan pelaku dan menyerahkannya ke kepolisian dan meminta supaya pelaku diadili seadil-adilnya. Bu DN juga minta polisi bertindak tegas dan nggak bertele-tele. Karena yha masa udah disuruh nangkep sendiri, terus ngga ada satupun polisi yang bantuin atau mendampingi. Yha lu harusnya kerja dong, masa w. Gitu guys kira-kira.
 
Terus respons polisinya gimana dong tuh?
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan jelasinnya gini. Syarat penangkapan itu kalau misalnya udah ada dua alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHP, yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, atau keterangan terdakwa. Nah, waktu pelapor ngambil surat permintaan visum, polisi juga belum dapat dua alat bukti yang dibutuhkan itu. Makanya belum bisa ditangkap pelakunya, gengs. Rentang waktunya juga terlalu singkat kalau kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Alolysius Suprijadi. Minimal penangkapan itu setelah dua hari, meanwhile, penangkapan terjadi sehari setelah laporan masuk.
 
Ya kan mau KABUR pelakunya kak.
Ya gitu deh. Tapi untungnya, pelakunya kini udah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan pasal 289 KUHP dan pasal 82 Undang Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda lima miliar rupiah. Polda Metro Jaya juga bakalan mendalami kasus ini lebih dalam dan cari tahu tindakan polisi yang nyuruh warga sipil tangkap polisi itu gimana, biar nanti petugas Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) yang turun tangan.
 
Got it. Anything else?
Kasus ini sekarang juga udah ditangani sama penyidik dari Pelayanan Perempuan dan Anak, gengs. Selain itu, baru aja nih Bu DN juga justru meminta maaf sama Kapolres dan seluruh jajarannya karena kemarin waktu ngelapor dalam keadaan emosi. Permintaan maaf itu dia sampaikan waktu orang-orang dari Polres yang datang ke rumahnya dan minta klarifikasi terkait keluhannya.

When you’ve finally met your target…

Bu Sri Mulyani can relate.
Yassss good morning for all of us except koruptor yang suka ngemplang pajak, karena untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir, penerimaan pajak negara melebihi target APBN.
 
Wiiiiii
Yoi, keren banget kan? Jadi hal ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kemarin. Dalam keterangannya, dilaporkan bahwa sampe 26 Desember 2021, jumlah neto penerimaan pajak tanah air mencapai Rp 1.231,87 triliun atau tembus 100,19 persen dari target yang diamanatkan dalam APBN sebesar Rp 1.229,6 triliun. Hal ini makin keren karena bisa tercapai di tengah-tengah pandemi, di mana kayak yang kamu tahu, ekonomi banyak negara lagi struggling.
 
Nice. Tell me more.
OK. Jadi dalam keterangannya, Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani bilang bahwa tahun 2021 menjadi tahun yang bersejarah bagi instansinya, karena di tengah pandemi Covid-19, penerimaan pajak negara bisa tembus sampe 100 persen. Kata Bu Ani, di saat pemulihan ekonomi masih berlangsung, DJP justru mampu mencapai target 100 persen bahkan sebelum tutup tahun. Untuk itu, Bu Ani juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kerja para jajarannya itu.
 
Sounds good…
Yep, at the same time, Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo juga bilang bahwa capaian ini belum pernah terjadi dalam 12 tahun terakhir. Untuk itu, beliau juga berterima kasih sama kamu-kamu yang tetap patuh menjalani kewajiban meski saat pandemi Covid-19. Selain kamu, Pak Suryo juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini enggak lepas dari kerja keras 46.000 pegawai pajak di seluruh tanah air. Menurutnya, ada 138 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang berhasil mencapai target penerimaan pajak lebih dari 100 persen.
 
Any concerns, however?
Yep, karena pandemi covid19 masih melanda, tetep aja pemerintah harus jaga-jaga ni guys, karena ketidakpastian risiko pandemi COVID-19 masih membayangi. Selain itu, penerimaan negara tentu dituntut semakin besar untuk dapat menutupi defisit APBN yang ada. Nah, karena itulah DJP bakal teteup meningkatkan kinerja untuk menghadapi 2022.
 
Got it. Anything else?
Nah, karena berhasil memenuhi target, maka kemungkinannya para pegawai DJP Kemenkeu bakal dapet bonus ni guys dari pemerintah. Jumlahnya juga ga tanggung-tanggung, dari Rp5,36 juta sampai Rp117,37 juta. Nah sebenernya, aturan soal bonus ini udah berlaku sejak tahun 2015, tapi secara ngga pernah nyampe target, maka bonusnya juga ga pernah cair. Tapi yha tahun ini berbeda, karena penerimaan pajaknya justru lebih dari target. Terkait hal ini, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Kemenkeu Neilmaldrin Noor belum bisa memastikan soal bonusnya, karena belum ada pengumuman secara resmi dari pemerintah. Pokoknya w mau fokus mengoptimalkan penerimaan pajak di tahun ini dulu aja, ceunah.

What’s got the most visit in 2021?

My memory? With my ex?
Nope, TikTok. But honestly though, move on already. Anyway heuheuu balik ke TikTok guys, jadi ditemukan bahwa di tahun ini, TikTok menjadi website yang paling banyak dikunjungi oleh user di internet. Yep, you read it right. Paling banyak, bahkan sampe ngalahin Google maupun Facebook. Jadi dalam analisa atas traffic web yang dilakukan oleh perusahaan software Cloudflare, ditemukan bahwa TikTok menjadi platform sekaligus website yang paling banyak dikunjungi di tahun ini. Padahal sebelumnya, traffic-nya TikTok ga pernah lebih tinggi dari ranking tujuh. Namun tahun ini, posisinya berubah di mana TikTok justru bertengger di posisi pertama. Menurut keterangan dari analyst-nya Cloudflare João Tomé dan Sofia Cardita, sepanjang tahun ini emang TikTok berhasil naik secara perlahan, mulai dari Bulan Februari lalu. Traffic-nya terus meningkat sampe akhirnya di bulan Agustus, TikTok berhasil mendominasi traffic paling banyak di internet. Selain itu, growth-nya TikTok juga engga bisa dipisahkan dari kondisi pandemi covid19 yang bikin sebagian besar masyarakat terjebak di rumah dan mencoba mencari sumber hiburan baru.
 
Fyi, setelah TikTok, sepuluh websites lain yang paling banyak dikunjungi di tahun ini secara berturut-turut adalah Google, Facebook, Microsoft, Apple, Amazon, Netflix, YouTube, Twitter, dan WhatsApp.

“Kalau kau mau tidak miskin, bertani lah.”

 
Gitu guys kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) kepada you you pada para millenial yang ngga mau miskin. Hal ini disampaikan SYL dalam acara OJK bertajuk “Tantangan Milenial Merebut Peluang Akses Pembiayaan dalam Ekosistem UMKM dan Ekonomi Hijau” yang digelar kemarin. SYL bilang, kamu mungkin banget tajir kalo jadi petani karena nilai ekspor yang tinggi dan indikator daya beli petani yang makin kuat di pedesaan.
 
Bye, we’re buying a land.

Announcement


Thanks to Seseorang for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

This holiday season have forced you to make small talks with everyone? We know how it feels. Check these tricks to make small talks less awkward.

Angel’s Stories

1. Hidupku dulu tuh nggak tenang banget. Ada aja masalah yang datang secara beruntun. Cape banget rasanya hidup. Sampai akhirnya aku ketemu 2 boygroup asal negeri sakura, JO1 dan INI. Mereka, sumpah, mood booster banget. Mereka tuh bisa jadi motivator sekaligus pelawak juga. Happy banget nontonin mereka. Lagu-lagu mereka juga keren dan relate sama aku. Dan entah kenapa, setiap aku merasa sedih, marah, atau badmood gitu mereka tiba-tiba update sesuatu. Entah itu di Twitter, YouTube, atau private mail. Sampai aku sendiri merasa, “Wah mereka tau ya aku lagi sedih,” gitu. Huhu makasih ya udah hadir di hidup aku, udah jadi penyemangat aku, udah jadi obat buat aku. And especially to my oshi (bias): Ren & Masaya, thank you so much. I learned a lot from your experiences. Thank you for teaching me what it means to be patient and grateful. Sayang kalian banyak-banyak, sehat terus 22 bujangku ❤
-FA-
 
2. I decided to exercise instead of hibernating. Yes, you heard that right, I exercised! Kelihatan remeh memang. It’s just a-15-minute walk with Bude Leslie di YT. But hey, I’ve been fighting my demon for two years straight now. I owe myself these exercises, to make up for those times I chose to bury myself deep in the blanket. Kalau aku akhirnya ada kekuatan untuk bergerak, hope you do too very berry soon😺
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)