Indonesia Kalah di Leg Pertama 4-0, USA Menerbitkan Kebijakan Baru Waktu Karantina, Taliban Melarang Perempuan Bepergian Jauh Sendirian, Nilai Transaksi Belanja Harbolnas di e-Commerce Tembus Rp 18,1 T

120


Good morning!

It’s a little gloomy today @catchmeup! HQ due to last night’s AFF result, but… the hope is still there. A lot can happen in 90 minutes (or more!) so while we’re waiting for the second leg, let’s just enjoy the fact that New Year is right ahead of us. Sit down and really think about what you want to achieve in 2022, and may the force be with you (and the national team!)


Let’s start with… last night’s results.

So, what happened last night?
We 
lost the first leg for 4-0. Sedih ya guys, tapi jangan patah semangat dulu, karena leg-nya ada dua. Masih ada leg kedua di tahun depan.
 
OMG 🙁 Tell me everything. 
Sure. Bertempat di Stadion Nasional Singapura, Tim Garuda kita yang digawangi oleh Evan Dimas, Asnawi Mangkualam, Nadeo Argawinata, dkk tampil dengan jersey merah khas tim Garuda. Tim Indonesia bertanding memakai formasi 5-4-1. Formasi ini adalah formasi yang berbeda ketika tanding melawan Singapura di semifinal kemarin. Sementara di tim lawan, Thailand dengan kapten Chanatip Songkrasin bermain dengan posisi 3-6-1. Sama kayak kita, timnas Thailand dengan jersey serba birunya itu juga pakai formasi yang beda ketika di semifinal melawan Vietnam.
 
Terus terus….
Terus hasil akhirnya adalah empat gol tanpa balas tadi, di mana gol dari tim Thailand dicetak oleh Chanathip Songkrasin, Supachok Sarachat, dan Bordin Phala.  And yes, kita harus berbesar hati ketika Chanatip mencetak gol sebanyak dua kali. Adapun gol pertama dari tim Gajah Perang itu terjadi ketika pertandingan baru berjalan selama dua menit.
 
Dua menit?
Yes. Di awal pertandingan, tim Thailand emang udah agresif melakukan berbagai serangan ke gawang Indonesia. Posisi 1-0 ini berlangsung terus sampe turun minum menuju babak kedua. Nah sebenernya, Indonesia punya beberapa peluang ngegolin, misalnya oleh Asnawi di menit ke-35, dan oleh Witan ke Dewangga di menit ke-40. Tapi ya belum berbuah hasil guys, hingga akhirnya kita masuk ke babak kedua…
 
OK…
Nah di babak kedua ini, ada pergantian pemain dari tim Indonesia, sampe tiga sekaligus. Ada Evan Dimas, Kadek Agung, dan Elkan Baggott yang masuk menggantikan Rachmat Irianto, Fachruddin, dan Edo Febriansah. Kali ini Timnas kita udah main lebih terbuka, tapi kemudian di menit ke-52 Chanatip meloloskan gol keduanya pakai tendangan datar. Terus, waktu Irfan Jaya coba nyerang pake tendangan dekat, eh kipernya Thailand, Siwarak, udah stand by aja nangkep itu bola. Nggak gol deh. Gituu aja terus sampe Thailand ngebobolin lagi gawang kita two more times. So, there’s that, Indonesia kalah dari Thailand 0-4.
 
Well, any words?
Yep, dalam konferensi pers seusai pertandingan, pelatih Indonesia Shin Tae Yong menyebut bahwa gol cepat Songkrasin di menit kedua itu memengaruhi penampilan pemainnya, sehingga kalah dengan skor telak. Terus juga banyak pemain yang baru pertama ini masuk final, jadi yha ngaruh juga. Faktor lain adalah peluang yang dimiliki Indonesia yang ngga berbuah jadi gol, dan finally, emang Thailand yang mainnya bagus banget aja. Terkait hal ini, Tae Yeong bilang bahwa dirinya bakal mempersiapkan tim untuk pertandingan selanjutnya.
 
Got it. Anything else?
Well, masih ada kesempatan buat Indonesia menang di AFF kali ini. Syaratnya, Indonesia kudu wajib menang di leg keduanya melawan Thailand di 1 Januari besok, dengan selisih gol sebanyak 4 atau lebih. Tapi, kalau Indonesia kalah lagi di pertandingan itu, udah bisa dipastikan Indonesia bakal keluar sebagai runner up, di mana kita udah mendapatkan gelar itu sebanyak lima kali.

Who’s making some updates?

The US Center for Disease Control and Prevention (CDC), on quarantine.
Yep, jadi baru aja minggu ini, Lembaga Pengontrolan dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menerbitkan kebijakan baru soal waktu karantina buat orang-orang yang positif Covid. Jadi aturan itu memotong waktu karantina pasien yang positif dari yang awalnya 10 hari jadi 5 hari aja. Dengan catatan, mereka ga ada gejala. Terus bagi yang terpapar sama Covid tapi udah divaksin sampai dapat booster, jadinya nggak perlu karantina sama sekali.
 
Hah gimana?
Begini guys, jadi isolasi ini kan gunanya buat memisahkan orang-orang yang terpapar virus dari yang nggak, supaya virusnya ngga menular gitu. Untuk mereka yang positif, maka harus diem di rumah/lokasi isolasi dan nggak boleh ke mana-mana selama 5-10 hari di mana itu adalah masa paling krusial karena bisa menyebarkan virusnya ke orang lain.
 
OK…
Nah namun seiring perkembangannya, di US, CDC baru aja memutuskan untuk nge-cut waktu karantina buat masyarakat AS yang positif Covid dari yang sebelumnya 10 hari jadi 5 hari aja, kalau mereka nggak bergejala. Terus, bisa ditambah lima harian lagi kalau mereka teteup ketemu orang meskipun pakai masker. Adapun untuk yang udah ada gejala, maka kalau gejalanya udah membaik setelah lima hari, maka mereka bisa langsung cuss keluar, ketemu sanak saudara dan teman bermain. Tapi yha  teteup harus pakai masker selama sekitar lima harian juga.
 
Seriously? Despite the Omicron?
Yoi. Pihak dari CDC sendiri sih bilangnya keputusan ini diambil karena setelah ditelusuri dan virusnya juga semakin diteliti, ternyata penularan miss rona ini rawan di awalnya aja. Sekitar 1-2 hari sebelum timbulnya gejala dan 2-3 hari setelahnya. dr. Anthony Fauci juga berharap dengan CDC nge-cut waktu karantina ini, supaya orang-orang bisa balik segera ke rutinitas mereka, dan kehidupan masyarakat tetap berjalan lancar.
 
But, this Omicron…..

Nah, soal ini, Direktur CDC dr. Rochelle Walensky udah melakukan penelitian dan menemukan bahwa menurutnya, efek dari Omicron ini enggak parah-parah banget. Beliau juga menyebut bahwa vaksinasi dan booster ini efektif banget untuk mencegah penularan, jadi yang penting di-booster aja. Makanya, ngeliat dari berbagai daya yang ada, Rochelle dan CDC sepakat buat bikin kebijakan kayak gini.

 
Pasti ada pro kontranya dong tuh…

Oh jelas. Professor dari Harvard Yonatan Grad bilang bahwa aturan ini tuh cuma mempertimbangkan sisi ekonominya aja dan mengesampingkan science. Beliau menyebut, pengurangan waktu isolasi tuh cuma memperbesar kemungkinan penularan virusnya. Terus, doi juga sanks….i orang-orang yang keluar isolasi masih mau pakai masker di saat orang-orang lain kebanyakan udah nggak.

 
I want to know the people on the pro side…

Ada juga yang pro sama keputusan ini, gengs. Seorang ahli virologi dari Kanada, Angela Rasmussen menyebut bahwa enggak ada salahnya karantina cuma 5 hari. Di Delta juga dulu gitu kan, jadi yha dicoba aja. Gimana-gimananya liat nanti gitu. Beliau juga bilang hal ini bisa banget diterapkan dengan alasan yang jauh lebih masuk akal dan resiko yang lebih rendah.

 
Got it. Anything else?

So far, CDC juga menekankan bahwa strategi terbaik dalam menghadapi Omicron ini adalah dengan get vaccinated and get booster. Selain itu, warga juga diimbau untuk tetep pake masker di tempat-tempat yang high-risk terjadinya penularan, dan always get tested.


When things are getting worse for women in Afghanistan…

Karena baru aja, Taliban mengeluarkan aturan baru yang melarang cewek untuk jalan-jalan atau bepergian jauh sendirian.
 
What?
Yes guys. Hari-hari di Afghanistan makin suram aja nih sejak kedudukan Taliban Agustus lalu. Setelah sebagian besar anak-anak perempuan banyak yang putus sekolah, update terbarunya sekarang perempuan di sana nggak boleh berpergian jauh kalau sendirian. Harus ditemenin kerabat laki-laki.
 
Reallyyyy?
Yep, aturan ini baru aja diterbitkan oleh Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan Taliban minggu ini. Sadeq Akif Miuhajir, jubir di kementerian itu bilangnya sih aturan tersebut diberlakukan buat menghindari perempuan dari segala macam bahaya atau gangguan yang terjadi. Namun banyak pihak yang menilai, ya aturannya untuk makin membatasi pergerakan perempuan Afghanistan aja sih.
 
🙁
Ga itu aja guys, aturannya juga mengatur bahwa kalau ada perempuan nggak pake hijab di tepi jalan dan mau nebeng, maka enggak boleh diiyain. Karena itu juga dilarang. Terus untuk perjalanan lebih dari 72 km, maka perempuan wajib ditemenin laki-laki. Selanjutnya, ada juga peraturan yang mengharuskan perempuan harus pakai hijab kalau lagi cari transportasi umum. Di mana aturan ini sebenernya agak redundant juga karena rata-rata perempuan di Afghanistan itu udah pakai hijab, yang menutupi tubuh dari kepala sampai kaki termasuk bagian wajah.
 
Ya ampun…
Yep, pemakaian hijab ini juga berlaku buat para presenter perempuan yang tampil di TV. Presenter laki-lakinya juga harus pakai pakaian yang “appropriate”, meskipun emang nggak detail sih pakaian yang appropriate buat laki-laki tuh yang kayak apa. Terus, kementerian di sana juga udah melarang perempuan-perempuan buat tampil di sinetron-sinetron atau opera sabun gitu, guys.
 
Got it. Does anyone say anything?
Ada. Heather Barrassociate director dari Woman’s right buat Human Rights Watch mengkritisi aturan ini dengan bilang bahwa aturan ini cuma bikin kaum perempuan di Afghanistan semakin terpenjara. Beliau juga menyebut bahwa peraturan yang engga ngebolehin perempuan pergi sendiri itu sama aja kayak memutus kesempatan yang perempuan punya buat bergerak dengan bebas, pindah ke kota lain, atau melarikan diri in case mereka mengalami domestic violence.
 
Got it. Anything else?
Sejak pertama kali memegang tampuk kepemimpinan pada Agustus lalu, Taliban berkali-kali bilang bahwa mereka sebenernya berkomitmen kok, sama hak-hak perempuan di negaranya. Namun kayaknya sih, statement ini manis di bibir memutar kata aja guys, karena faktanya, pasca rezim Taliban kembali, banyak perempuan yang ngga bisa kembali ke sekolah maupun dunia kerja. Kerjaan yang diperbolehkan buat cewek strictly hanya di bidang medis aja. Terus, Taliban juga menghapuskan Kementerian Perempuan yang justru merupakan institusi yang mempromosikan hak-hak perempuan melalui hukum di negara tersebut. Hiks…

When you looooove shopping during Harlbolnas…

Apparently, you’re not the only one. 
 
Karena ternyata guys, hasil riset dari lembaga keuangan NielsenIQ menemukan bahwa nilai transaksi belanja pengguna e-commerce di harbolnas tahun ini tembus sampe Rp18,1 triliun. Nilainya naik sampe 56 persen dari Rp11,6 triliun pada 2020. Whoooa!
 
Nah, menurut penjelasan dari Direktur Nielsen Indonesia Rusdy Sumantri, ada beberapa faktor yang emang bikin nilai transaksi ini meningkat, di antaranya adalah karena jumlah pengguna internet di Indonesia yang naik 32 persen dari 34 juta pada 2020 menjadi 45 juta orang pada 2021. Hal ini tentunya bikin jumlah pembeli online atau pengguna e-commerce melesat hingga 88 persen dari 17 juta menjadi 32 juta orang pada periode yang sama. Selain itu, Rusdy juga menyebut bahwa kenaikan ini terjadi karena kebijakan PSBB sampai PPKM yang bikin kebanyakan masyarakat harus melakukan aktivitas di rumah aja sejak 2020. Karena adanya kebijakan ini, maka behavior konsumen juga jadi berubah, di mana banyak yang akhirnya yang memutuskan untuk belanja online aja. Selain itu, faktor-faktor promo kayak gratis ongkir hingga cashback juga ternyata jadi faktor yang bikin nilai belanja online melesat naik di tahun ini guys.
 
FYI, adapun jenis barang yang paling banyak dibeli adalah baju yang mencapai 80%. Disusul kosmetik di 53 persen, produk perawatan skin care sampe 40 persen, makanan dan minuman 38 persen, dan pembayaran tagihan atau isi ulang pulsa 36 persen.

“Enggak usah dibahas, itu udah lewat.”

Wiwww gitu guys kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat ditanya soal pencopotan empat orang Dirjen Bina Masyarakat (Bimas) Kristen, Katolik, Hindu dan Budha di lingkungan Kementerian Agama yang menuai polemik belakangan ini. Pak Menag bilang, persoalannya udah selesai, jadi jangan dibahas lagi. FYI, emang baru aja nih, ada enam orang pejabat eselon 1 di Kemenag yang diberhentikan oleh beliau. Menanggapi pemecatan ini, sikap para Dirjen beda-beda, ada yang ikhlas menerima, ada yang menilai cacat prosedur dan mau menggugat keputusannya ke PTUN.
 
When it’s the holiday season and your family keeps asking you about your ex…

Announcement


Thanks to Joy & Seseorang for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

As the New Year is approaching, heres some tips for you to keep your New Year’s resolutions on track.

Angel’s Stories

1. Hello~ hello~~first thing first, thank you to CMU team yang ngebuat gue merenungkan qotd by Roy Bennet. Tbh, qotd tersebut mengingatkan gue dengan psikolog yang membantu quarter life crisis gue yang belum selesai-selesai. I wanna thank him for saying strengthening words that day. You saved me. The notes that I should find myself first, instead of losing me to find others. You made me enjoy the time I am taking for healing. I would be joyful If one day we met by any coincidence and even if we don’t, I’d still feel great. At least I’ve talked to one of God’s Angels who made me understand what values mean hehehe. Oh yaa, even until today I haven’t felt home as a safe place, you’ve asked me to tell random stories to my family. Thanks to that advice, I feel less awkward while we get together 😀
-Anonymous-
 
2. Tahun 2021, sudah mau berakhir. Sepanjang tahun aku selalu berdoa untuk selalu diberikan yang terbaik khususnya dalam ‘pekerjaan’ tapi sampai saat ini belum mendapatkannya. Ingin sekali rasanya bahagiain diri sendiri dan ortu. Tapi memang belum saatnya. Satu hal yang selalu aku syukuri dengan dikelilingi lingkungan baik, tidak iri dan dengki dengan pencapaian orang, serta lebih tenang dalam menghadapi kegagalan. Semoga kita selalu diberikan kemudahan dan kesehatan. Aamiin. <3
-Anonymous-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)