Gempa NTT 7,5 SR Berpotensi Tsunami, Per 1 Januari 2022 Harga Rokok Naik, Pengurangan Emisi Kendaraan di AS, Uskup di Sisilia Menyatakan Bahwa Santa Claus Tidak Ada

113


Good morning

Hi there. It’s officially December 15th, which means that Christmas is just 10 days away. So, we totally can relate if you’re already in your holiday mood (deadlines? What deadlines?). Now, to start your day right, let’s take a look on our podcast hereHave a great day. 


Now let’s you get up to speed on: Gempa NTT.

Catch Me Up!
Yes guys, jadi kemarin sekitar pukul 11.20 WITA, telah terjadi gempa magnitudo dengan kekuatan 7,5 skala Richter yang dikonfirmasi sama BMKG, berpotensi tsunami.
 
Noooo…  
Iya 🙁 masih menurut BMKG, pusat gempa ini berada di 112 km arah barat Laut Larantuka, Flores Timur dengan kedalaman 12 meter dengan kekuatan 7,5 skala Richter. Nah tapi dimutakhirkan lagi sama BMKG jadi 7,4 skala Richter.
 
Tell me more.
Terus, karena Maumere dan Flores adalah dua daerah yang cukup dekat dengan sumber gempa, makanya guncangan-guncangannya juga kerasa di sana. FYI, karena munculnya peringatan dini tsunami ini, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef A Nae Soi udah meminta warganya untuk buru-buru mengevakuasi diri ke bukit. Menurutnya, NTT punya pengalaman tsunami pada tahun 1992, dan evakuasi ke dataran lebih tinggi menjadi opsi terbaik saat ini.
 
Oh no…
Yep, selain di NTT, guncangannya juga terasa sampai di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Di sana, warga yang panik sudah menyelamatkan diri ke gunung. Terus, ada 230 rumah yang rusak guys di sana. Selain di Selayar, gempa juga mengguncang sejumlah daerah lainnya di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTT, NTB, Maluku.
 
Terus terus…
Nah kemudian pada siang menjelang sore kemarin, BMKG akhirnya mencabut peringatan tsunami setelah gempa bumi di NTT. Menurut
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, peringatan tsunami dicabut dua jam pasca-peringatan dini. Beliau juga bilang bahwa enggak ada tsunami sejak pengumuman disampaikan pada 11.30 WITA.
 
Terus sekarang keadaan orang-orang di sana gimana? 
Dampak psikologis mereka udah pasti terganggu banget sih dan fokus pemerintah sana gimana caranya supaya masyarakat nggak terlalu panik. Terus mereka sekarang lagi ngungsi di titik pengungsian yang thank God jumlahnya banyak dan letaknya di dataran tinggi. Selain itu, warga di Pulau Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT banyak yang memilih untuk mengungsi di kapal karena masih trauma tsunami di tahun 1992 lalu.
 
🙁 ada bantuan ga?
Well, kemarin sih Kementerian Sosial RI gercep mengirimkan sejumlah bantuan makanan siap saji untuk warga yang terdampak yang dikirim langsung dari gudang logistik Kemensos yang ada di Kota Bekasi, Jawa Barat. Kata Mensos Bu Tri Rismaharini, bantuan tersebut merupakan buffer stock (stok penyangga) yang disiapkan di gudang logistik bagi wilayah terdampak bencana. Terus abis itu, Kemensos akan segera mendirikan dapur umum di sana.
 
Anything else? 
Nah guys, meski peringatan tsunami udah dicabut, namun BMKG tetap ngingetin masyarakat supaya waspada, karena gempa susulan tercatat masih terjadi. Dwikorita juga meminta masayrakat tetap tenang, namun juga memastikan bahwa bangunan rumahnya masih cukup kuat untuk ditinggali.

When you’re a part of “sebats dulu squad…”

ere comes the… not so good news for you.
Karena per 1 Januari 2022 nanti, tarif cukai hasil tembakau (CHT) bakal naik sebesar 12%, dan itu berarti, harga rokok juga otomatis bakalan naik.  Hal ini disampaikan langsung sama bendahara negara aka Menteri Keuangan aka Bu Sri Mulyani dalam keterangan persnya kemarin.
 
Gimana gimana katanya?
Jadi dalam konferensi pers itu, Bu Ani menjelaskan bahwa kenaikan tarif cukai rokok ini udah mempertimbangkan beberapa aspek, di antaranya pengurangan konsumsi rokok, perhatian kepada buruh pabrik rokok, hingga penyebaran rokok illegal. Bu Ani menjelaskan, jadi awalnya Pak Presiden memberi arahan untuk kenaikan cukai rokok sebesar 10 persen hingga 12,5 persen. Terus akhirnya ditetapkan di 12 persen.
 
Terus terus…
Nah, tapi enggak serta merta kenaikannya dipukul rata gitu gengs. Bu Ani juga menjelaskan bahwa ada perbedaan kenaikan bea cukai bagi rokok yang dibuat dengan tengan dan dengan mesin. Jadi untuk kretek yang dibikin pake tangan, maka kenaikan cukainya adalah yang terendah, yakni sebesar 2,5 persen, secara mereka padat karya kan. Sedangkan yang dibikin pake mesin, maka kenaikannya paling tinggi, yakni sampai 14,3 persen.
 
I see. 
Lebih jauh Bu Ani juga menjelaskan bahwa negara tuh perhatian juga sama kesehatan warganya. Beliau menjelaskan bahwa keluarga Indonesia dengan anggota keluarga perokok memiliki potensi anak stunting alias kekurangan gizi sekitar 5,5 persen lebih tinggi dari yang tidak merokok. Selain itu, para perokok juga lebih berisiko 14 kali terinfeksi covid-19 dibandingkan dengan bukan perokok. Karenanya, negara pengen terus mengurangi jumlah perokok, terutama anak-anak.
 
Paham.
Terus dari sisi penanganannya juga ni gengs, jadi dengan tingginya potensi tertular covid-19 pada perokok, maka negara juga jadi harus turut membiayai penanganan perokok yang menjadi pasien virus corona. Nah untuk sektor kesehatan ini aja, di tahun 2021 untuk therapeutic-nya pemerintah sampe harus  mengeluarkan dana sebesar Rp62,01 triliun. Terus untuk biaya kesehatan akibat merokok, angka yang harus di-spend mencapai Rp17,9 triliun sampai Rp27,7 triliun. GEDE BANGET KAN.
 
Yha gede sih. 
Makanya, berangkat dari alasan inilah Bu Ani meningkatkan cukai rokok tadi guys buat tahun depan. Terus beliau juga menyatakan harapannya supaya prevalensi rokok anak di Indonesia juga turun. Selain itu, kenaikan cukai juga diprediksi bakal menekan produksi rokok hingga 3 persen dan menaikkan indeks kemahalan menjadi 13,8 persen.
 
Terus duit hasil dari cukainya mau diapain?
FYI dulu guys, kenaikan cukai ini sejalan sama upaya pemerintah mencapai target penerimaan cukai dalam APBN 2020 sebesar Rp193,5 triliun. Nah nanti, duitnya bakal dibagikan ke pemda dalam rangka untuk menjaga kesehatan dan untuk kesejahteraan masyarakat terutama petani dan pekerja industri hasil tembakau.
 
Olrite, well. Anyone says anything?
Ada. Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), Benny Wahyudi menilai kalo kenaikan tarif cukai hasil tembakau ini nggak wajar, karena lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi sama inflasi yang terjadi di negara kita. Kekurangan penjualan yang bakal terjadi dibilang nggak bakal nutupin biaya produksinya.
 
Anything else?
Selain rokok, ternyata rokok elektrik juga naik harga ni guys, dan ga tanggung-tanggung, kenaikannya sampe minimum 17,5 persen. Kata Bu Ani, kenaikan cukai bagi rokok elektrik cair dan lainnya ini diambil karena konsumsi terhadap jenis rokok ini yang juga terus meningkat kayak rokok tembakau biasa. Nah guys, kalo kamu kepo soal berapa aja kenaikan harga rokoknya, yuk cek daftarnya di sini.

When fresh air could literally save lives…

Iya guys,
Kita harus bener-bener perhatian deh ini sama udara yang kita hirup. Karena penelitian terbaru yang dilakukan oleh Harvard University di Amerika Serikat menyebutkan bahwa ribuan nyawa dan ratusan miliar dollar udah terselamatkan gara-gara pengurangan emisi kendaraan yang berlaku di Amerika Serikat.

Hmm what? Background please.
Jadi gini, dalam melakukan penelitiannya itu, para researchers dari Harvard meneliti efek dari berkurangnya emisi kendaraan dalam satu dekade terakhir. Hasilnya, ditemukan bahwa angka kematian berkurang dari 27.700 di tahun 2008 menjadi 19.800 kematian di tahun 2017. Terus, manfaat ekonomi dari penurunan emisi kendaraan ini juga banyak banget guys, yaitu mencapai US$270 milyar.

 
Whoaaa…
Yep, jadi dalam studi yang dirilis di the Proceedings of the National Academy of Sciences itu disebutkan juga bahwa kalo sampai sekarang kendaraan tetap menghasilkan emisi yang sama kayak di tahun 2008, maka angka kematian di tahun 2017 bakal 2,7 kali lebih tinggi. Yha thankfully guys, pemerintahan mereka gercep mengambil kebijakan yang beralih dari energi fosil kayak bensin, ke energi terbarukan.
 
Nice…
Nah tapi, manfaat yang diraih dari penurunan emisi ini cuma mencapai 3% dari 19% keseluruhan keuntungan kalau dilihat dari sisi ekonominya. Kok bisa gitu? Iya, karena kebijakan penurunan emisi ini cuma ditujukan buat membatasi polusi udara, instead of climate crisis. Kalau kata Susan Anenberg, pakar kesehatan lingkungan dan kesehatan global dari Universitas George Washington sih gitu. Terus juga, progresnya disebut melambat seiring dengan makin banyaknya orang yang nyetir ke mana-mana dan pake mobil yang berukuran besar. Jadi yhaa sebenernya kemajuannya ga begitu substansial guys, kecuali emang pemerintah bener-bener mengeluarkan kebijakan yang tegas nih, soal emisi kendaraan ini.
 
Terus gimana? 
Yhaa tetep sih, pemerintah harus memberlakukan kebijakan yang lebih tegas lagi dalam mengurangi emisi kendaraan. Menurut Ernani Choma, selaku peneliti environmental health dari isu ini, pemerintah harus memperketat kebijakan terkait ukuran mobil dan penggunaannya. Karena kalo tren ini ngga berubah, maka hasil studi yang tadi nggak akan efektif lagi di masa depan.
 
OK. Anything else?
Well, pengurangan emisi kendaraan memang jadi salah satu fokus kebijakan dari pemerintahan Amerika Serikat saat ini, di bawah Joe Biden. Negeri Paman Sam itu rencananya bakal mengubah semua kendaraan di sana jadi kendaraan listrik secara keseluruhan di 2035. Terus, bangunan pemerintah juga harus bebas polusi karbon di tahun 2030, dan seluruh kendaraan dinas berubah jadi mobil listrik. Nggak tanggung-tanggung, sebanyak 60.000 mobil listrik langsung diborong sama Biden buat dipakai sama anggota-angota perlemen. FYI guys, kebijakan Biden ini merupakan bagian dari rencana untuk menghilangkan emisi CO2 pada tahun 2050.

When you’re sooo excited for Christmas…

You probably don’t wanna hear this.
 
Iya, jadi di tengah-tengah antusiasme warga dalam menyambut natal, seorang uskup di Sisilia, Italia menyampaikan sesuatu yang bikin shock para jemaatnya guys, yaitu… Santa Claus sebenernya gaada. Yep, jadi minggu lalu, uskup yang bernama Antonio Staglianò itu menyampaikan di depan anak-anak bahwa Santa Claus itu sebenernya ga ada. Beliau juga menambahkan bahwa seragam merah yang identik dipake santa itu bahkan sebenernya dipilih oleh Coca Cola untuk keperluan iklan. Statement ini of course bikin para orang tua marah, secara Santa Claus kan identik banget sama perayaan natal yang bakal berlangsung beberapa minggu lagi.
 
Ga lama setelah statement ini viral, keuskupan Noto tempat sang uskup bernaung kemudian menyampaikan permintaan maafnya dalam akun Facebook mereka. Disebutkan bahwa sebenernya mereka nggak bermaksud bikin kecewa anak-anak, namun statement-nya dimaksudkan untuk menjelaskan makna dari tradisi natal yang makin ke sini, perayaannya makin “komersil” dan ‘de-Christianized”. 
 
Terus ni guys, dalam wawancaranya sama koran La Repubblica, sang uskup menjelaskan bahwa beliau bukannya bilang bahwa Santa Claus itu enggak ada, namun anak-anak tadi perlu mengetahui apa yang nyata dan enggak. Finally, beliau juga menyampaikan bahwa saat ini Natal lebih identik sama lampu-lampu dan belanja, aaaand no longer belongs to Christians. Gitu katanya guys.

“Iya, kita bagi-bagi hadiah seperti ada kupon berhadiah bagi mereka yang divaksin, hadiah utamanya sepeda baru.”

Gitu guys kata Kepala Polsek Tawang, Tasikmalaya Ipda Wawan Setiawan, kepada wartawan ketika menjelaskan soal hadiah doorprize yang diberikan pada warga yang mau divaksin. Kata Pak Polisi, pihaknya emang sengaja menyediakan doorprize untuk menarik minat masyarakat supaya mau vaksinasi. Dan untungnya minat masyarakat tinggi guys, di mana 169 dosis yang disediakan langsung habis.
 
Yep, anything to get the shot…

Announcement


Thanks to huney, Shayasasha, Dee, seseorang, Bhima Adhiguna, ishanisa, and dyanti for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Just by running 10 minutes a day, you can get these major benefits.

Angel’s Stories

1. Kamis lalu beres meeting jam 10 malem. Situasi capek, PMS, dapet kabar jelek, bikin nangis sepanjang jalan pulang gatau mau kemana. Tiba-tiba kepikiran telpon temen yang lama banget ga ketemu cuma numpang peluk dan nangis abis itu bisa ketawa lagi di jam 12 malemnya. Alhamdulillah, makasih ya..
-Anonymous-
 
2. Jadi aku tinggal di Jogja, dengan UMR yang uhuk bikin hidup engep-engepan. Nah bulan ini, ceritanya uang aku kepake banyak buat beli laptop karena laptop lama aku udah ga memungkinkan buat kerja. Jadinya bisa dibilang lagi ga pegang uang banyak. Tapi aku usaha banget buat tetep nyisihin uang buat berbagi (aku ada plan donasi bulanan) dan karena aku anaknya gampang tersentuh, jadi kalo ada iklan donasi di socmed kadang aku bela-belain ngasih walau ngga seberapa . Nggak disangka, aku dapet notif kalo keterima di kantor baru dengan gaji yang jauhh lebih banyak dari yang sekarang, plus fasilitas yang bikin aku bersyukur banget :”)💚 Ditambah lagi bisnis aku yang tadinya lagi sepi kedatengan orderan lumayan rame juga akhir-akhir ini. Alhamdulillah, bersyukur bangettt awalnya niat bantuin dan nyenengin orang, malah jadi ikut kebantu dan seneng juga❣️ Jadi, jangan lupa berbagi ya guys!✨
-Narwhal-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)