Corona Updates 6 Desember 2021

132

Since it’s Monday, we’ll start with Covid-19 updates…

And as always, we start from…
 
Home.
  • Per kemarin, 5 Desember 2021, total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 4.257.489 kasus, dengan kasus aktif 7.632 angka sembuh 4.105.994 dan kasus meninggal 143.863.
  • Provinsi dengan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta (864.133 kasus), Jawa Barat (708.012 kasus), Jawa Tengah (486.494 kasus), Jawa Timur (399.526 kasus), dan Kalimantan Timur (158.248 kasus).
  • Penduduk Indonesia yang udah menjalani vaksinasi pertama ada sebanyak 142.030.970 dan vaksinasi kedua 98.623.618 dari target vaksinasi Indonesia sebanyak 208,2 juta penduduk.
  • Pemerintah Indonesia baru aja ngumumin bahwa per 3 Desember ini, cakupan vaksinasi Covid-19 untuk dosis pertama kelompok remaja udah mencapai lebih dari 20 juta jiwa, atau sekitar 76,85 persen dari sasaran. Terus, ada 14,8 juta atau 55,5 persen remaja yang udah menerima vaksinasi dosis lengkap. Meski begitu, pemerintah tetep bakal melanjutkan proses vaksinasi di masyarakat.
  • Baru aja ni guys, lembaga survei Indikator Politik Indonesia menemukan bahwa mayoritas responden surveinya enggak dan kurang setuju terhadap perpanjangan kebijakan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi yang bilang bahwa sebanyak 29,3 persen responden enggak setuju sama sekali dan 35,0 persen kurang setuju terhadap perpanjangan PPKM. Meski begitu, para responden ini mengakui bahwa pembatasan sosial bisa mengurangi laju penularan pandemi Covid-19.
  • Weekend kemarin, Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru aja meresmikan Monumen Pahlawan Covid-19 di Jalan Japati, Bandung. Kata Gubernur Jabar Kang Ridwan Kamil, monumen ini adalah simbol semangat bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang menghargai pahlawan-pahlawannya. Salah satunya adalah pahlawan saat pandemi Covid-19. Adapun di monumen ini tercantum nama-nama para tenaga kesehatan, relawan maupun ASN yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di Jabar, yang dipahat di kedua sisi kiri dan kanan gerbang monumen.
  • Varian Covid-19 omicron yang saat ini tengah mewabah di dunia ternyata bikin Pak Jokowi nahan napas guys, literally. Hal ini disampaikan beliau pas memimpin rapat KADIN di Bali, minggu lalu. Kata Pak Jokowi, dirinya seneng banget pas denger bahwa angka Covid-19 udah membaik, namun beliau jadi menahan napas lagi pas mendengar soal varian omicron.
  • Dalam reuni 212 yang digelar minggu lalu, Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif menyampaikan beberapa tuntutan dari massa. Di antaranya adalah menolak kriminalisasi ulama, serta memberantas korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) dalam bisnis PCR saat ini. Dalam orasinya, Slamet bilang, “Kita hari ini ganyang koruptor, siapa pun orangnya, kelompoknya, partainya yang dalam kondisi krisis, rakyat kelaparan di mana-mana, eh dia embat uang rakyat untuk kepentingan pribadinya,” gitu ceunah guys.

Meanwhile, internationally…
  • Per kemarin, total kasus positif Covid-19 di dunia udah mencapai 265.444.849 kasus dan 5.251.175 kasus meninggal.
  • Negara-negara dengan kasus terbanyak adalah Amerika Serikat (49.051.150 kasus), India (34.633.254 kasus), Brazil (22.138.247 kasus), Inggris (10.479.955 kasus), dan Russia (9.630.296 kasus).
  • Aduh, weekend kemarin, dua ekor kuda nil di Belgia diketahui tertular Covid-19 gengs :(. Keduanya tinggal di Kebun Binatang Antwerp dan temuan ini disebut sebagai kasus Covid-19 pertama yang muncul di spesies tersebut. Adapun kuda nil bernama Imani yang berusia 14 tahun dan Hermien yang berusia 41 tahun dilaporkan tidak memiliki gejala selain pilek. Namun pihak pengelola kebun bintang menyebut pasangan itu tetap menjalani karantina sebagai tindakan pencegahan penularan lebih jauh.
  • Minggu lalu, ketua penelitian WHO Soumya Swaminathan meminta masyarakat dunia supaya jangan panik terkait munculnya varian omicron di berbagai negara. Menurutnya, ya kita cukup berhati-hati aja, dan gausah panik, karena saat ini, kita berada di situasi yang jauh lebih mendingan dibanding tahun lalu. Swaminathan juga bilang bahwa terlalu dini kalo kita menyimpulkan bahwa vaksin yang ada sekarang udah perlu di-rework.
  • Kementerian Kesehatan India baru aja menyampaikan keterangan yang bilang bahwa kemungkinan besar varian omicron enggak akan terlalu parah melanda negaranya. Hal ini karena tingginya angka vaksinasi di India, dan banyaknya warga yang udah terinfeksi duluan oleh varian delta yang mencapai 70% dari populasi. Meski begitu, pemerintah setempat bakal terus mengikuti perkembangan yang ada.
  • Minggu lalu, otoritas kesehatan Inggris baru aja meng-approve penggunaan obat untuk menangani kasus Covid-19, yang diyakini juga bisa efektif dalam menghadapi varian omicron. Adapun pengobatan antibodi bernama sotrovimab ini diyakini aman dan efektif dalam mengurangi risiko dirawat di rumah sakit dan kematian pada para pasien Covid-19 untuk yang kasusnya sedang sampe parah.
  • Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga baru aja meluncurkan berbagai program untuk menghambat penyebaran varian omicron di negaranya. Adapun beberapa program yang didorong adalah meningkatkan akses vaksin booster dan memudahkan akses terhadap tes Covid-19 sendiri di rumah. Kata Biden, ada lebih dari 100juta orang di AS yang bisa dapet booster, tapi masih belum menerima suntikan tersebut. Karenanya, Biden berjanji bakal bikin akses atas suntikan booster ini lebih mudah.
  • WHO juga baru aja ngingetin nih, bahwa larangan bepergian atau travel ban yang diberlakukan saat ini oleh banyak negara bisa mengancam kerja sama internasional dalam menghadapi varian omicron. Menurut pemimpin teknis WHO Maria Van Kerkhove, sebenernya udah banyak peneliti dari Afrika Selatan yang mau membagikan info, data dan sample yang udah mereka dapatkan soal varian baru ini, tapi susah, karena banyak negara yang memberlakukan travel ban dan bikin sharing-nya terhambat.