Corona Updates 13 Desember 2021, Pemerkosaan Santriwati di Bandung, MenKes New Zealand Resmi Tetapkan Smokefree 2025 Action Plan, Panitia Beauty Contest Unta di Arab Saudi Mendiskualifikasi 43 Kontestan

96


Good morning

Welcome back to Monday. What a weekend with 12:12 thingy that made us endlessly scroll our shopping chart yesterday. Shopping is one of our favorite things to do, especially since it’s closer to the holiday season. However, just a gentle reminder that tanggal 25 is still in two weeks so.. make sure you’ve left some budget for instant noodles, lol.


Yep, Monday is when we start the day with… covid19 updates.

We’re almost wrapping up 2021 but guess what? COVID-19 updates is still here. As always, we start with…
 
Home.
  • Per kemarin, total kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 4.258.980 kasus, dengan kasus aktif 5.186 angka sembuh 4.109.865 dan kasus meninggal 143.929.
  • Provinsi dengan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta (861.058 kasus), Jawa Barat (706.615 kasus), Jawa Tengah (483.673 kasus), Jawa Timur (398.964 kasus), dan Kalimantan Timur (157.728 kasus).
  • Penduduk Indonesia yang udah menjalani vaksinasi pertama ada sebanyak 145.910.019 dan vaksinasi kedua 102.445.257 dari target vaksinasi Indonesia sebanyak 208,2 juta penduduk.
  • Sejak dikeluarkan izin penggunaan daruratnya sama BPOM, akhirnya vaksinasi anak untuk usia 6-11 tahun officially bakalan mulai nih, di 24 Desember nanti. Tetapi oh tetapi ada syaratnya nih kalau mau ngadain vaksinasi anak ini, daerah bersangkutan udah harus mencapai minimal 70% vaksin dosis pertama dan minimal 60 % vaksinasi buat lansia dari target daerah masing-masing. Buat daerah yang bisa ngadain, vaksinasi anak ini sifatnya wajib guys, dengan syarat si anak punya NIK dan terdaftar di Kartu Keluarga. Pemerintah sendiri sih targetnya program vaksinasi anak ini bakalan mencapai ke 25-27 juta anak di Indonesia.
  • Jawa Tengah jadi satu-satunya provinsi di Pulau Jawa yang lagi ngalamin pelonjakan Bed Occupancy Rate (BOR) nih. Dijelaskan Jubirnya Satgas Wiku Adisasmito Jumat lalu, BOR pasien COVID-19 naik di Jateng sebanyak 0.36 % dalam kurun waktu tiga hari. Selain Jateng, daerah lain kayak NTT juga naik dari 8,97% jadi 10,31%, terus Kalimantan Tengah dari 1,51 % jadi 2,14 %, ada juga Gorontalo yang dari 0% jadilah ke 1,11 %. Terakhir, Papua juga lagi naik nih BOR nya sampai ke 11,26 %, padahal sebelumnya udah di angka 10,65 %. Karenanya, Pak Wiku meminta warga +62 untuk mempertahankan kesiapsiagaan.
  • Setelah kemarin sempat heboh berita soal permen karet bisa mencegah penularan COVID-19, akhirnya Sabtu kemarin Jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengkonfirmasi kalau berita itu cuma hoax. Dari hasil riset di Website Cell, permen karet kan emang ada proteinnya yah yang bisa ‘menjebak’ partikel virus buat menyebar waktu kita lagi bicara, napas, atau batuk. Tapi again, itu cuman hoax gaes. Bu Siti bilang caranya biar terhindar dari COVID-19 yha dengan menerapkan protokol kesehatan, plus vaksinasi.
  • Seiring dengan dibatalkannya PPKM level 3 pas libur Nataru nanti, Jubir Kemenhub Aditia Irawati bilang bahwa diperkirakan akan ada 11 juta orang yang tetap bakal pergi-pergian di libur Nataru mendatang. Hal ini diketahui juga berdasarkan data dari Survei Nasional dengan mayoritas responden berasal dari Jawa-Bali. Merespons hal ini, Aditia bilang pihaknya bakalan membuat regulasi perjalanan sesuai dengan kondisi di masing-masing daerah, juga sekalian minta rekomendasi dari ahli transportasi dan sosiolog.
  • Kabar gembira untuk kita semua, selain kulit manggis kini ada ekstraknya, COVID-19 kini juga udah lewat masa krisisnya, hehehehe. Hal ini disampaikan oleh Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi yang bilang bahwa kasus COVID-19 harian di Indonesia telah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir, artinya masa krisis kita udah lewat. Menurut Pak Dok, saat ini yang harus disiapkan adalah adaptive recovery dan resiliensi dari sistem kesehatan.
Meanwhile, internationally…
  • Per kemarin, total kasus positif Covid-19 di dunia udah mencapai 269.756.387 kasus dan 5.302.306 kasus meninggal. Negara-negara dengan kasus terbanyak adalah Amerika Serikat (49.884.588 kasus), India (34.690.510 kasus), Brazil (22.177.059 kasus), Inggris (10.833.040 kasus), dan Russia (9.812.538 kasus).
  • Pelik ni guys, kondisinya Timnas Sepak bola Malaysia yang harus merelakan empat pemainnya karantina gara-gara terkonfirmasi positif Covid. Adapun keempatnya adalah penjaga gawang Khairulazhan Khalid sama striker Faisal Halim. Nggak berselang lama, back Quentin Cheng juga ikut-ikutan positif, and finally, andalan tim Akhyar Rashid terkonfirmasi Covid. Karena hal ini, keempatnya harus diisolasi dulu, padahal saat ini sedang berlangsung AFF 2020 dan performa Malaysia lagi oke banget nih sejauh ini. Hal ini juga jadi kerugian besar buat Macan Malaya itu karena mereka jadi cuma bisa bawa 24 pemain padahal boleh kok maksimal bawa 30 atlet.
  • Inggris kayaknya harus jaga-jaga nih guys, karena menurut prediksi dari para peneliti di London School of Hygiene and Tropical Medicine, diperkirakan kalau Omicron ini bakal berkembang pesat banget di Januari nanti, dan bakal menyebabkan sebanyak 25.000 sampai 75.000 kematian di Inggris lima bulan dari sekarang. Karena itu, pemerintah diminta untuk makin menggencarkan pemberian booster vaccine ke masyarakat, karena diyakini keefektifan vaksin bisa meningkat sebanyak 70 sampai 75 persen buat orang-orang yang udah terpapar Omicron.
  • Selain Inggris, Amerika Serikat juga lagi gencar banget meminta warganya untuk segera divaksin booster demi membendung penyebaran varian omicron di negara itu. Selain menggencarkan booster, pemerintahan Biden juga memberlakukan berbagai kebijakan lain kayak booster vaccines diperluas, testing gratis di rumah, terus juga pembatasan perjalanan tambahan selama libur akhir tahun ini di mana orang pada kumpul-kumpul. FYI guys, so far udah ada lebih dari 200juta warga AS yang udah fully vaccinated.
  • Di Wina, Austria warga baru aja menggelar aksi protes yang menolak kebijakan wajib vaksin dan perintah untuk stay-at-home di rumah buat mereka-mereka yang belum divaksin. Adapun di Austria, aturan wajib vaksin udah diberlakukan sejak Februari kemarin buat masyarakat 14 tahun ke atas, kecuali biuat beberapa alasan medis. Buat yang nggak mau divaksin, mereka harus bayar denda awal sebesar 600 euros atau setara dengan kurang lebih 10 juta rupiah. Itu pun bisa bertambah jadi 3600 euros atau setara 58 juta rupiah kalau denda awal tadi nggak diselesaikan. Terus, di Austria tuh yang fully vaccinated baru sekitar 68%, termasuk yang paling rendah di Eropa Barat. Hal ini karena banyaknya warga yang masih skeptis sama efektivitas vaksin.
  • Minggu lalu, UNICEF baru aja menyampaikan dukungannya supaya India dan negara-negara tetangganya segera menggelar kelas offline buat sekitar 400juta anak-anak yang udah kelamaan nggak sekolah karena pandemi. Contohnya di Bangladesh ni guys, sekolah tutup udah 18 bulan, dan jadi salah satu yang paling lama di dunia. Hal ini tentu bisa menyebabkan kemunduran pendidikan banget, karena di sana sangat sedikit rumah yang bisa mengakses internet. Karena itu, UNICEF udah bekerja sama dengan pemerintah setempat di negara-negara Asia Selatan buat segera school reopening.
  • Pemerintah Yunani minggu lalu baru aja mengumumkan bahwa orang tua yang enggak mengirimkan anak-anaknya kembali sekolah karena alasan COVID-19 bakal terancam dipenjara selama at least dua tahun, dan juga akan didenda. Yep, hal ini muncul seiring dengan banyaknya ortu di sana yang nggak mau mengirim anaknya kembali ke sekolah karena mereka nggak mau anaknya divaksin, pake masker, atau dites covid. Ampun dah.

Now, let’s talk about Pemerkosaan Santriwati di Bandung: #SahkanRUUPKS

Heard about it, but catch me up. 
Jadi, lagi-lagi Indonesia dibuat geram dan kzl banget sama kasus yang baru terungkap di mana ada seorang guru pesantren di Bandung yang memperkosa 21 orang santrinya, sembilan korban bahkan hamil dan melahirkan. Nama gurunya ini adalah Herry Wirawan, dia adalah pemilik dan pengurus Pondok Tahfiz Al-Ikhlas, Yayasan Manarul Huda Antapani, dan Madani Boarding School Cibiru. Herry berulang kali memperkosa para korbannya dari rentang waktu 2016 sampai 2021.

For real??? 
Sadly, yes. Dari 9 korban yang hamil dan melahirkan, salah satu di antaranya sudah melahirkan dua anak, padahal usia santri-santri itu baru 13-17 tahun. Ada juga korban yang nggak sampai hamil, tapi diperkosa juga.  Menurut keterangan dari Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut, Diah Kurniasari, para bayi yang udah dilahirkan oleh korban kini tengah dirawat oleh orang tua korban masing-masing.

 
Hold on, how do we get here?
Well awalnya kasus ini terungkap setelah Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menerima laporan dari orang tua salah satu korban. Jadi waktu itu, salah satu korban pulang ke rumah pada saat Hari Raya Idul Fitri dan diketahui ada yang beda sama anaknya. Ternyata, sang anak tengah hamil. Setelah itu, orang tua kemudian melaporkan Herry ke Polda Jabar. Selanjutnya kasus ini kemudian viral lewat akun Twitter @nongandah yang nge-spill semua kejahatan pelaku.
 
I see…
Nah berangkat dari laporan ini, polisi kemudian gercep menangkap Herry dan kini dia udah ditahan di Rutan Bandung Kebonwaru. Doi berstatus tahanan dan tengah menjalani proses hukum terkait tindakan bejatnya. Dari tertangkapnya Herry inilah, terungkap juga berbagai fakta lainnya guys…
 
Kayak apa tu…
Kayak anak-anak dari hasil korban pemerkosaan digunakan untuk meminta sumbangan sebagai anak yatim piatu, padahal si Herry tahu bahwa itu anaknya. Terus, para korban dan orang tuanya diiming-imingi biaya mondok gratis, supaya mau tinggal di pesantren di tempatnya. Adapun pemerkosaan dilakukan di pesantren, hotel, maupun apartemen. Terus juga ada yang aneh soal pesantrennya guys…
 
Tell me.
Kayak di pesantren itu enggak ada guru lain selain dia, dan para korban juga dipaksa dan dipekerjakan sebagai kuli bangunan pas membangun gedung pesantren di daerah Cibiru. Ga cuma pemerkosa, si Herry ini juga koruptor karena dia mengambil dana “Program Indonesia Pintar (PIP) yang seharusnya diterima para korban. Terus juga ada salah satu saksi yang bilang bahwa penpes dapet dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tapi penggunaannya nggak jelas.
 
Shizzzzz… terus para korban gimana?
Tentunya mengalami trauma berat, bahkan ada yang baby blues dan ngga mau makan. Terus, saat ini juga para korban udah kembali hidup dengan orang tua mereka di bawah pendampingan P2TP2A Garut. Bu Diah menambahkan, selain kepada korban, dia juga memberikan layanan trauma healing ke orang tuanya.
 
Terus hukumannya apa ni buat Si Herry?
Secara aturan sih, doi terancam hukuman 20 tahun penjara. Namun menurut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Asep Mulyana, pihaknya bakal mengkaji lagi nih, kemungkinan hukuman kebiri buat Herry. Namun menurut Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel sih, doi nggak setuju. Karena kalo di Indonesia, kebiri itu pengobatan, bukan hukuman. Dia juga bilang bahwa ketika seseorang dikebiri bukan atas kemauannya, maka si pelaku bisa lebih buas ketika udah keluar dari penjara.

OK. Anything else?
Nah guys, kasus Herry ini sebenernya kembali shed a light on maraknya kasus kekerasan seksual di dunia pendidikan. Menurut komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi, pesantren menempati urutan kedua setelah universitas dalam hal kasus kekerasan seksual dalam periode 2015-2020. Terkait hal ini, beliau kemudian mendorong supaya Kementerian Agama membuat mekanisme terkait pengawasan di pesantren.

Who’s kissing cigarettes goodbye?

New Zealanders.
Yoi guys, karena minggu lalu, Menteri Kesehatan New Zealand, Dr. Ayesha Verrall, baru aja mengumumkan kalau di 2027 nanti, masyarakat yang saat ini berusia 14 tahun ke atas nggak akan bisa lagi membeli rokok seumur hidupnya. Aturan ini rencananya bakal resmi ditetapkan tahun depan dan merupakan bagian dari Smokefree 2025 Action Plan.

Whoaaa bold. Gimme some background.

OK. Jadi dengan aturan ini, maka orang-orang yang sekarang masih ngerokok sih bakal teteup bisa beli rokok, namun pemerintah bakal meningkatkan usia batas merokok secara bertahap, hingga nantinya bakal tercipta masyarakat yang entirely bebas rokok. Terus guys, mulai tahun depan kan orang yang berumur 14 tahun ke bawah bakal dilarang seumur hidup untuk beli rokok. Jadi gambarannya nih, nanti di tahun 2050, orang berusia 42 atau lebih tua bakal bisa beli rokok, namun yang lebih muda udah nggak bisa, karena udah dilarang itu. Jadi nanti makin lama, warga yang lebih muda makin bebas rokok.
 
I see….
Yep, jadi dalam dalam keterangannya minggu lalu, Dr. Ayesha bilang bahwa pemerintah mau make sure supaya generasi muda itu never start smoking agar mereka penuh semangat dan kaya akan cita-cita. Karena yha udah pada tahu lah ya bahayanya ngerokok tuh kayak apa, dan merokok ini juga jadi the leading cause of preventable death aka kematian yang bisa dihindari di New ZealandNot to mention rokok juga jadi penyebab timbulnya penyakit kanker. Karenanya, New Zealand simply nggak mau kehilangan generasi emas yang bakal memimpin negara mereka di masa depan.
 
Nice…
Secara spesifik, New Zealand mau mengurangi national smoking rate mereka di angka 5% di tahun 2025, dan terus menurun hingga ke angka nol. Fyi, untuk saat ini, sebanyak 13% orang dewasa di negara berpenduduk 5 juta orang itu masih ngerokok. Pemerintah juga menghitung bahwa merokok udah menyebabkan kematian bagi sekitar 5.000 orang per tahun, dan menyumbang 15% penyebab kematian di Selandia Baru.
 
Any other regulations, though?
Yep, selain nggak akan menjual rokok ke anak berusia 14 tahun ke bawah, toko-toko yang jualan rokok bakalan super duper dibatasi. Dari 8.000 stores yang ada sekarang, nantinya cuma 500 stores aja yang boleh jualan rokok. Terus rokok yang dijual juga harus dipastikan yang kadar nikotinnya super duper rendah.
 
I wonder what the citizens think…
Well, tentunya ada yang dukung dan enggak ya. Misalnya, warga yang mendukung emang merasa khawatir dengan fenomena saat ini di mana banyak anak-anak yang udah merokok. Terus, Dr. Natalie Walker, pakar riset dari University of Auckland bilang kalau dengan adanya smoking free implementation plan ini, New Zealand jadi pemimpin dunia yang bold banget dan men-tackle isu rokok ini.
 
So, is anyone saying no?
Yeps, ada yang bilang kebijakan untuk ngurangin kadar nikotin yang adiktif luar biasa itu malah kebijakan nggak guna. Karena itu cuma bakal bikin orang beli rokok dengan jumlah yang lebih banyak buat dapetin jumlah nikotin yang seharusnya. Hal ini cuma bakal bikin masyarakat menengah ke bawah makin menderita. Tapi hal ini dibantah sama Dr. Ayesha yang bilang, “Yha kalo nggak gitu kan lo nggak berenti nyebat.”
Lanjut, masih dari yang kontra sama kebijakan ini, ada yang bilang kalau smoke-free plan ini cuman bikin black market bertambah jumlahnya, dan berkembang luas pasarnya. Yak karena orang-orang yang nggak bisa lepas dari sebat ini udah nggak bisa lagi merokok secara legal, tapi masih kekeuh pengen merokok, ya udah black market adalah jalan ninjanya nggak sih. Beberapa tahun terakhir black market yang jualin tobacco emang sedang berkembang pesat banget di sana.

I see. Anything else I should know?

Yang menarik guys, emang sih, jumlah perokok di New Zealand udah menurun banget, jadi 13% tadi, dari 28% di beberapa dekade lalu. Meski begitu, jumlah perokok paling banyak adalah suku asli New Zealand yaitu Māori dan Pacific Islanders, kalo yang White Europeans mah emang udah banyak yang nggak ngerokok. Karenanya, para pengamat kebijakan di sana meminta pemerintah untuk membuat kebijakan yang juga memfokuskan pada pengurangan konsumsi rokok di Māori dan Pasifika households.

Who’s just got Botox but not humans?

Camels.
Iya ni guys, ada-ada aja ya. Jadi minggu lalu, panitia penyelenggara beauty contest buat unta di Arab Saudi (yes, you read it right) baru aja mendiskualifikasi 43 kontestan karena ketauan pake botox. Yep, jadi di sana, setiap tahunnya pemerintah mengadakan King Abdulaziz Camel Festival, di mana para pemilik unta bakal memperlombakan unta miliknya untuk memperebutkan hadiah uang yang mencapai US$66 juta. Adapun yang jadi penilaian dari beauty contest ini adalah ukuran kepala, leher, wajah, hingga tubuh unta. Yoi, udah kayak beneran beauty contest ni guys.
 
Nah biar memperbesar peluang untanya menang, banyak peserta yang menyuntikkan botox hingga filler di pipi maupun bibir untanya. Untuk memastikan hal ini, enggak main-main, pihak panitia bakal memindai para unta pake sonar maupun x-ray.
 
FYI guys, tahun ini, unta yang ketahuan menggunakan botox adalah yang terbanyak sejak festival ini digelar. Jadi emang unta adalah bagian dari kebudayaan yang pentiiing banget di wilayah gurun, di antaranya Arab Saudi. Menurut data dari Saudi Press Agency (SPA), saat ini ada US$1,5juta unta yang dilindungi banget sama pemiliknya, dan diawasi dengan menggunakan microchip. 

“F*ck him.”

 
Weeeew gitu guys kata mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump ke sobinya sendiri, yaitu Presiden Israel Benjamin Netanyahu. Jadi, kemarahan ini muncul karena Bibi, panggilan akrab Netanyahu ternyata termasuk yang pertama ngucapin selamat ke Joe Biden pas udah kepilih jadi presiden Januari lalu, padahal waktu itu Trump masih menganggap pemilunya curang dan doi nggak terima hasil pemilu. Hal ini disampaikan Trump dalam wawancaranya dengan jurnalis Israel, Barak Ravid pas membahas soal peluncuran bukunya yang bertajuk: “Trump’s Peace: The Abraham Accords and the reshaping of the Middle East” minggu lalu. Saking betenya, kata Trump, dia sampe sekarang masih diem-dieman sama Bibi.
 
Ouch, raise your hand if you’re feeling betrayed like Trump lately.

Announcement


Thanks to Novizan, mas-mas & Dewa for buying us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Care so much about your skin? Read these skincare tips. 

Angel’s Stories

1. Angelku baru-baru ini adalah landlord rumah yang sekarang aku tinggalin. Dari kemaren aku dan housemate udah kalang kabut nyari rumah baru karena dia ga bales-bales. Akhirnya dia ngasih nomor yang dia sering pake dan dia setuju untuk renew agreement sewa dan harganya ga dinaikin :’) Seneng banget karena ga perlu nambahin beban orang tua dengan harga sewa yang naik. Cinta banget deh sama landlord-ku. Thanks Car*💜💜
-DM-
 
2. Today is my birthday. Setiap ulang tahunku, mamaku selalu yang ngucapin pertama kali ketika aku bangun tidur. Aku bersyukur, Tuhan mengirimkan malaikat seperti mamaku yang selalu ada untukku. Semoga kalian semua bertemu dengan seseorang yang selalu ada untuk kalian. Terima kasih Mama!
-matcha addict-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)