97 Juta Orang Jatuh Miskin Karena Pandemi

103

Just when you thought COVID-19 is bad enough…

Wait until you read this:
World Bank aka Bank Dunia baru aja menyampaikan prediksinya yang memperkirakan bahwa ada kurang lebih 97 juta orang di seluruh dunia yang jatuh miskin dan menghasilkan kurang dari 2 dolar AS per hari karena pandemi.
 
Really? 🙁
Yep, buat pertama kalinya dalam 20 tahun, tingkat kemiskinan di dunia naik lagi, nih. For the most part, penyebab dari kemiskinan ini macem-macem, mulai dari climate crisis, konflik, hingga perang berkepanjangan yang bikin upaya global untuk menurunkan kemiskinan jadi stuck dan malah angka kemiskinan ini jadi lamaaaa banget turunnya. Namun pandemi has made everything worse karena bikin negara-negara yang udah perlahan keluar dari ekonomi yang rendah dan orang-orangnya yang ekonominya udah mau mencapai rata-rata, justru jadi harus balik di kategori miskin.
 
Ya ampun…
Iya, specifically, laporannya World Bank tadi menyebut bahwa negara dengan pemasukan menengah aka middle income countries kayak India dan Nigeria adalah yang bakal sangat terpengaruh sama kondisi ini. Negara-negara ini juga bakal jadi rumah bagi 80% orang miskin baru di seluruh dunia. Nah, adapun faktor yang bikin upaya penurunan angka kemiskinan ini adalah ngga lain ngga bukan pandemi COVID-19. Karenanya, Bank Dunia juga mendesak dibuatnya kebijakan global untuk mengatasi hal ini.
 
Just… the pandemic?
Nope. Salah satu faktor yang bikin angka kemiskinan naik juga menurut Bank Dunia juga adalah climate crisis. Iya dong, secara kerusakan lingkungan bakal bikin panen gagal, perumahan terendam, sampe memunculkan bencana alam dengan lebih sering, dan tentunya menyebabkan kerugian materi yang ngga sedikit. Terus siapa yang paling terpengaruh? Lagi-lagi warga miskin yang menggantungkan hidupnya sama alam. Misalnya nelayan, petani, dll. Nah guys, ga tanggung-tanggung, climate crisis ini bakal bikin 68 juta sampe 132 juta warga global masuk ke jurang kemiskinan di tahun 2030 nanti. Kalau keadaannya udah se-chaos ini, rasanya buat menjadikan tingkat kemiskinan absolut global ada di angka 3% tuh kayak kurang realistis gitu. Karena itulah, Bank Dunia mendorong dirumuskannya kebijakan yang cepat, signifikan, dan substansial.
 
I see…
Nah, another not-so-good news guys, ternyata di saat yang miskin makin miskin, maka yang kaya makin kaya. Yep, hal ini ketauan dari data World Inequality Lab di tahun 2020 kemarin yang mencatat bahwa orang-orang dengan pendapatan fantastis baru aja mencetak record dengan earning the highest boost buat pendapatan mereka. And did you know bahwa cuma butuh 9 bulan buat orang-orang crazy rich itu buat balikin semua kerugian dia selama pandemi? Hal ini berbanding terbalik dengan ribuan orang yang ekonominya lebih lemah yang harus nunggu belasan tahun untuk bisa recover dari si rona ini.
 
Geez….
Saking parahnya ketimpangan ini guys, Shameran Abed selaku executive director dari BRAC International bilang bahwa kekayaan dari tiga orang terkaya di dunia aja udah cukup untuk menghilangkan kemiskinan level ultra di dunia. Ya emang sih, Abed bilang bahwa kemiskinan ini bukan tanggung jawab si ultra rich aja, tapi just saying, bahwa resources-nya ada kok, kalo mau menyelesaikan masalah ini. Gitu kira-kira, guys.
 
OK. What can we do?
Nah, sebenernya ada satu solusi yang bisa dilakukan sama masyarakat global demi menghindari bertambahnya terus penduduk miskin di dunia. Yep, 100 buat kamu yang jawab vaksin. Karena dengan meratanya distribusi vaksin, maka pandemi juga bisa cepet selesai, dan eventually ekonomi juga bisa cepet recover. Namun yang terjadi sekarang 87% dari vaksin masih terkonsentrasi di negara-negara kaya, kayak US dan Europe, bahkan Israel aja lagi siap-siap mau booster ke empat. Meanwhile, baru 8% warga di Afrika yang fully vaccinated.