73 Kasus Covid Varian Omicron di Indonesia, 97 Juta Orang Jatuh Miskin Karena Pandemi, Pembantaian di Wilayah Kayah, Timur Myanmar, Pastor Terkemuka & Pahlawan dari Afrika Selatan Meninggal Dunia

148


Good morning!

Hello, Happy Tuesday for those of you who are trying to stay focus on the job and deadlines, while your year-end holidays are juuuust three days away. Hang in there, you got this. So, while waiting for the weekend to come, let’s just catch up with things from Omicron to South Africa. Let’s catch up!


Who’s got some plans on the table?

Our government, over Omicron.

Yoi guys, wabah covid-19 varian omicron ini lagi bikin banyak negara deg-degan dan waspada, seiring dengan tingkat penularannya yang super cepat. Nah di Indonesia sendiri, pemerintah lagi siap-siap nih demi mengantisipasi si omicron.

 
Tell me.
Ok. Jadi per kemarin, Indonesia udah mencatatkan 46 kasus Covid varian Omicron, bertambah 27 kasus di hari Minggu kemarin dari orang-orang yang baru balik dari luar negeri. Adapun orang-orang ini baru kembali dari Mesir, Turki, Malaysia, Saudi Arabia, Kenya, dll. Ada juga kasus WNA dari Nigeria, dan satunya lagi dari petugas kebersihan di Wisma Atlet Kemayoran. Kasus Covid Petugas kebersihan ini juga jadi kasus omicron pertama yang terdeteksi di Indonesia.
 
Go on…

Nah jadi, setelah sang petugas kebersihan itu terdeteksi positif Covid varian omicron, pemerintah langsung me-micro lockdown seluruh tower RSDC Wisma Atlet Kemayoran selama tujuh hari. Keputusan ini diambil juga sebagai antisipasi terjadinya transmisi lokal pada level komunitas di rumah sakit itu. The point is kalau transmisi lokal varian Omicron ini sampai menyebar di masyarakat luas, maka micro lockdown juga bisa diberlakukan di masyarakat.

 
Micro what?
Micro lockdown. Kata Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, pemerintah akan menerapkan lockdown berskala mikro apabila omicron menyebar di masyarakat. Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa lockdown cuma bakal dilakukan kalau jumlah kasusnya udah melebihi ambang batas tertentu dan nggak cuma ngeliat dari kasus harian aja, tapi juga dari perkembangan di rumah sakit dan jumlah kasus kematian. Terus, testing dan tracing bakalan sangat membantu buat identifikasi kasus yang terjadi, plus diisolasi biar penyebaran virusnya nggak meluas kemana-mana.
 
Terus, bilang apa lagi Opung?
Opung Luhut sih bilangnya sistem karantina kayak sekarang tuh emang masih ada kekurangannya. Buktinya kemarin masih ada yang lolos karantina gara-gara pergi dengan keluarga. Makanya, beliau meminta supaya hal kayak gitu enggak kejadian lagi. Beliau juga menegaskan bahwa dispensasi karantina tuh cuma bisa berlaku buat alasan-alasan kuat dan super khusus doang. Kayak alasan kesehatan atau yang lainnya.
 
Ok, back again about the micro lockdown. Did anyone say anything?
Menanggapi micro lockdown yang masuk di rencana pemerintah, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lana mendukung rencana ini. Bisa ngerti juga lah dia kenapa pemerintah bikin ancang-ancang kayak gini. Tapi dengan catatan pemerintah harus memastikan keberlangsungan hidup orang-orang yang terdampak lockdown itu. Pak Melki juga bilang lockdown itu harus tetap dibatasi waktunya biar bisa jadi bahan evaluasi dalam jangka waktu tertentu.
 
I see…
Nah guys, sebagai bentuk antisipasi, pemerintah juga menambah jumlah tes PCR bagi orang yang lagi dikarantina atau baru balik dari luar negeri. Kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kemarin, biasanya peserta karantina dites sebanyak dua kali. Namun kali ini, pemerintah bakal melakukan tes PCR tiga kali kepada orang yang dikarantina.
 
Got it. Anything else?

Seiring dengan makin memburuknya kondisi global gara-gara Omicron, pemerintah lewat Menteri Kesehatan Pak Budi Gunadi Sadikin (BGS) meminta kita supaya enggak keluar negeri dulu guys. Kata Pak BGS, jangan ke luar negeri dulu deh, karena sumber penyakit ada di sana.


Just when you thought COVID-19 is bad enough…

Wait until you read this:
World Bank aka Bank Dunia baru aja menyampaikan prediksinya yang memperkirakan bahwa ada kurang lebih 97 juta orang di seluruh dunia yang jatuh miskin dan menghasilkan kurang dari 2 dolar AS per hari karena pandemi.
 
Really? 🙁
Yep, buat pertama kalinya dalam 20 tahun, tingkat kemiskinan di dunia naik lagi, nih. For the most part, penyebab dari kemiskinan ini macem-macem, mulai dari climate crisis, konflik, hingga perang berkepanjangan yang bikin upaya global untuk menurunkan kemiskinan jadi stuck dan malah angka kemiskinan ini jadi lamaaaa banget turunnya. Namun pandemi has made everything worse karena bikin negara-negara yang udah perlahan keluar dari ekonomi yang rendah dan orang-orangnya yang ekonominya udah mau mencapai rata-rata, justru jadi harus balik di kategori miskin.
 
Ya ampun…
Iya, specifically, laporannya World Bank tadi menyebut bahwa negara dengan pemasukan menengah aka middle income countries kayak India dan Nigeria adalah yang bakal sangat terpengaruh sama kondisi ini. Negara-negara ini juga bakal jadi rumah bagi 80% orang miskin baru di seluruh dunia. Nah, adapun faktor yang bikin upaya penurunan angka kemiskinan ini adalah ngga lain ngga bukan pandemi COVID-19. Karenanya, Bank Dunia juga mendesak dibuatnya kebijakan global untuk mengatasi hal ini.
 
Just… the pandemic?
Nope. Salah satu faktor yang bikin angka kemiskinan naik juga menurut Bank Dunia juga adalah climate crisis. Iya dong, secara kerusakan lingkungan bakal bikin panen gagal, perumahan terendam, sampe memunculkan bencana alam dengan lebih sering, dan tentunya menyebabkan kerugian materi yang ngga sedikit. Terus siapa yang paling terpengaruh? Lagi-lagi warga miskin yang menggantungkan hidupnya sama alam. Misalnya nelayan, petani, dll. Nah guys, ga tanggung-tanggung, climate crisis ini bakal bikin 68 juta sampe 132 juta warga global masuk ke jurang kemiskinan di tahun 2030 nanti. Kalau keadaannya udah se-chaos ini, rasanya buat menjadikan tingkat kemiskinan absolut global ada di angka 3% tuh kayak kurang realistis gitu. Karena itulah, Bank Dunia mendorong dirumuskannya kebijakan yang cepat, signifikan, dan substansial.
 
I see…
Nah, another not-so-good news guys, ternyata di saat yang miskin makin miskin, maka yang kaya makin kaya. Yep, hal ini ketauan dari data World Inequality Lab di tahun 2020 kemarin yang mencatat bahwa orang-orang dengan pendapatan fantastis baru aja mencetak record dengan earning the highest boost buat pendapatan mereka. And did you know bahwa cuma butuh 9 bulan buat orang-orang crazy rich itu buat balikin semua kerugian dia selama pandemi? Hal ini berbanding terbalik dengan ribuan orang yang ekonominya lebih lemah yang harus nunggu belasan tahun untuk bisa recover dari si rona ini.
 
Geez….
Saking parahnya ketimpangan ini guys, Shameran Abed selaku executive director dari BRAC International bilang bahwa kekayaan dari tiga orang terkaya di dunia aja udah cukup untuk menghilangkan kemiskinan level ultra di dunia. Ya emang sih, Abed bilang bahwa kemiskinan ini bukan tanggung jawab si ultra rich aja, tapi just saying, bahwa resources-nya ada kok, kalo mau menyelesaikan masalah ini. Gitu kira-kira, guys.
 
OK. What can we do?
Nah, sebenernya ada satu solusi yang bisa dilakukan sama masyarakat global demi menghindari bertambahnya terus penduduk miskin di dunia. Yep, 100 buat kamu yang jawab vaksin. Karena dengan meratanya distribusi vaksin, maka pandemi juga bisa cepet selesai, dan eventually ekonomi juga bisa cepet recover. Namun yang terjadi sekarang 87% dari vaksin masih terkonsentrasi di negara-negara kaya, kayak US dan Europe, bahkan Israel aja lagi siap-siap mau booster ke empat. Meanwhile, baru 8% warga di Afrika yang fully vaccinated.

When things are getting more terrifying in Myanmar…

Lagi dan lagi, pembantaian terjadi Myanmar.
Hiks, iya ni guys. Kali ini, pembunuhan massal terjadi di daerah Timur Myanmar, namanya wilayah Kayah, di mana ada sekitar 35 orang meninggal. Mirisnya, para korban meninggal ini kebanyakan adalah anak-anak dan perempuan, serta ada dua orang aktivis NGO dari Save the Children yang sampe sekarang masih hilang.
 
🙁
Adapun pembantaian ini dilakukan oleh tentara junta militer yang sejak Februari lalu emang berhasil merebut kekuasaan di Myanmar setelah mengkudeta pemerintah yang legit di bawah pemerintahan demokratisnya Aung San Suu Kyi. Sejak itu pula lah, berbagai aksi pembunuhan terhadap warga sipil kerap terjadi, dan dilakukan oleh tentara militer. Hal ini bisa terjadi karena banyak warga yang ga setuju dengan kembalinya tentara militer di pemerintahan, secara hasil pemilu sebelumnya jelas-jelas menunjukkan bahwa Suu Kyi dkk menang pemilu in a landslide. Tapi kok maen dikudeta gitu aja sama para jenderal-jenderal itu. Gitu.
 
Noooo 🙁
Iya guys, terkait aksi pembunuhan di Kayah ini, Myanmar’s National Unity Government (NUG) atau kelompok yang dikudeta aka in exile menyebut bahwa ini adalah pembunuhan yang keji banget, secara dilakukan cuma sehari sebelum Natal. NUG juga mendesak supaya komunitas internasional segera mengambil tindakan tegas untuk menyudahi berbagai aksi pembantaian dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh junta militer terhadap warganya sendiri.
 
But like, whyyy mereka ditembakin?
Nah, menurut media pemerintah sih, para tentara militer emang menembak dan membunuh sejumlah “teroris dengan senjata” yang melawan pada pemerintah. Mereka nggak meng-confirmed ada berapa korban yang dibunuh, terus gaada komentar lebih jauh juga soal insiden ini. Pokoknya para korban tadi teroris, aja.
 
Tapi emang bener?
Enggak sih. Kalo menurut kelompok militer yang prodemokrasi, warga yang dibunuh kebanyakan pengungsi yang mencari perlindungan dari para junta militer tadi. Terus dalam insiden ini juga ada dua orang aktivis Save the Children yang hilang pas lagi otw pulang ke rumah untuk libur tahun baru. Dalam keterangan resminya, Save the Children mengutuk aksi ini dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap prinsip HAM internasional.
 
How did the international community react?
Nah, UN Under-Secretary-General for Humanitarian Affairs and Emergency Relief Coordinator Martin Griffiths bilang bahwa dia ngeri banget sama pembunuhan yang terjadi di Myanmar, dan mendesak otoritas terkait untuk menginvestigasi kejadian ini. Beliau juga menegaskan bahwa penyerangan terhadap warga sipil itu haram dan dilarang dalam hukum internasional.
 
Anything else?
Sejak kudeta terjadi, kondisi di Myanmar bener-bener berantakan. So far diduga udah ada 1.300 orang meninggal dan lebih dari 11ribu orang ditangkap oleh para kelompok militer. Terus dalam hal penanganan COVID-19healthcare workers di sana bener-bener harus bekerja secara diam-diam karena khawatir ditangkap para tentara junta. Untuk nge-swab juga mereka sampe pake bambu, karena supply alkes yang terbatas. Meanwhile untuk warga yang positif, mereka hanya dikasih parasetamol atau vitamin aja, karena cuma itu obat yang ada. 🙁

When people are mourning…

In South Africa.
Yep guys, berita duka datang dari Afrika Selatan setelah pada Hari Minggu kemarin, sehari setelah Natal, pastor terkemuka dan pahlawan anti-apartheid asal Afsel Desmond Tutu meninggal dunia. Mantan Uskup Agung Cape Town itu meninggal di usia 90 tahun, karena penyakit yang dideritanya.
 
FYI, Pastor Tutu ini dikenal sebagai pemuka agama kulit hitam yang enggak cuma aktif di bidang keagamaan, namun juga sangat vokal menentang pendudukan kelompok kulit putih di negaranya. Beliau aktif menolak politik apartheid (politik pemisahan warga kulit putih dan kulit hitam di Afsel) dan menyuarakan isu-isu HAM di masyarakat. Di masa-masa ketika pemerintahan kulit putih makin agresif dan dominan di Afsel, Tutu berani untuk turun ke jalan dan memprotes kebijakan pemerintah saat itu. Hal ini kemudian berujung dengan dibebaskannya pahlawan anti apartheid lainnya, Nelson Mandela dari penjara, dan kemudian doi jadi presiden and eventually menghapuskan politik apartheid dari negaranya. Nah, keaktifan Pastor Tutu dalam menyuarakan isu HAM dan anti-apartheid ini kemudian membuat dirinya dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian di tahun 1984.
 
Selain kegiatan aktivismenya, Pastor Tutu juga merupakan warga kulit hitam pertama yang memimpin Gereja Anglikan di Afrika Selatan. Kepergian beliau kemudian bikin masyarakat internasional berkabung, salah satunya adalah PBB yang menyebut Pastor Tutu sebagai inspirasi bagi keadilan sosial, kebebasan, dan perjuangan tanpa kekerasan.

“Dengan alasan apa pun tidak boleh mati lampu.”

Gitu guys kata menteri BUMN Pak Erick Thohir kepara Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait persiapan untuk KTT G20 di Bali pada Oktober 2022 mendatang. Kata Pak Erick, pokoknya pas penyelenggaraan nanti para petugas enggak boleh kecolongan apalagi sampe mati lampu, terutama di titik-titik penting kayak hotel tempat kepala negara berkumpul maupun saat konferensi berlangsung.

Now singing: Cintaku tanpamu ya sayang, bagai malam tiada… berlalu…

Announcement


Thanks to Zhalika for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you want to look younger everyday, avoid these habits. 

Angel’s Stories

1. Jadi setelah papaku meninggal, aku harus gantiin salah satu hal yang biasa papa aku lakuin, yaitu anter jemput mama. Dan hari ini setelah anter mamaku, aku harus lewat pasar yang jalannya rasa sempit gitu yang akhirnya salah satu dagangan kena bagian belakang motor. Aku panik sampe malah diem lietin aja, tapi untungnya bapak yang bawa motor di belakang aku bantuin ngelepasin. Padahal beliau bisa aja ngelewatin aku dan lanjut jalan kaya pengendara lainnya. Tapi beliau pilih bantuin aku dulu:’). Aku bener-bener merasa bersyukur banget karena bisa ketemu orang baik. Terima kasih banyak, Pak!
-Anonymous-
 
2. Hi! Ini cerita minggu lalu sih, tapi aku baru keinget sekarang. That Monday was my first day at my new job. Aku berangkat dari tempat tinggal naik ojol ke kantor baru. Aku tiba 15 menit sebelum waktu wajib kedatangan. Pas sampe gedung, aku baru sadar aku salah alamat (karena nama kedua gedungnya sama dan aku udah ga ngecek lagi pas pesen ojol karena terburu-buru berangkat). Memang beda beberapa ratus meter aja sih, tapi karena jalan kaki pasti bakal ngabisin waktu, aku langsung cegat taxi. Pas sampe di tujuan dan mau bayar (masih based price yaitu Rp6.500), supirnya ga pegang kembalian (aku gaada uang kecil). Install aplikasi Blue Bird biar bisa bayar non tunai juga lemot banget internet hapeku. Akhirnya supirnya berkata, “Gapapa mba, saya ikhlasin aja.” Di situ mau nangis karena hampir telat tapi bersyukur bisa ketemu orang baik sekali. Sehat-sehat terus ya pak! Semoga rezeki Bapak lancar dan Bapak sukses dunia akhirat.
–SelaluBersyukurSetiapHari-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)