Tinggalkan Glasgow Jokowi Melanjutkan Pertemuan Di UEA

120

Who’s leaving the meeting early?

Pak Jokowi, dari meeting COP26.
Iya ni guys, Pak Presiden dari negeri +62 ini kemarin udah pulang dari Glasgow untuk lanjut lagi meeting ke Uni Emirat Arab, dan sekarang kehadiran Indonesia di konferensi iklim PBB Tersebut dilanjutin sama perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Nah terus, apa aja sih hasil meeting Pak Jokowi di COP26? Beliau bikin statement apa aja ya? Terus ada deal-dealan apa ni yang jadi oleh-oleh buat lingkungan hidup di tanah air? Well, keep scrolling…

Tell me.
Jadi dalam kesempatan tersebut, Pak Jokowi sempet nyampein soal rencana Indonesia membangun kawasan industri hijau terbesar di dunia. Terus, Indonesia juga akan mulai memasifkan penggunaan energi ramah lingkungan dah bakal meningkatkan produksi energi baru terbarukan (EBT). Adapun lokasi untuk berbagai pengembangan ini rencananya bakal terletak di Kalimantan Utara dan program ini diprediksi bisa mengurangi 40% emisi karbon di tahun 2030 yang eventually bakal nyampe 100% di tahun 2060.

Nice.
Terus Pak Jokowi juga bilang di depan hadirin hadirot bahwa kebakaran hutan dan deforestasi di Indonesia makin turun. Gak cuma itu, Pak Jokowi juga nyampein soal target rehabilitasi 600 hektar mangrove atau hutan bakau pada 2024 mendatang.

Lanjut…
Terus, pernyataan ini juga didukung sama pernyataan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang bilang kalo Indonesia emang berencana ngurangin emisi karbon sekitar 40-50% di tahun 2030 dengan bantuan asing dalam bentuk investasi. Ini adalah target Indonesia yang baru buat Nationally Determined Contributions (NDC) yang diminta sama Paris Agreement. FYI, PBB emang minta negara-negara yang meratifikasi Paris Agreement buat ngasih target baru yang lebih ambisius melihat urgent-nya permasalahan iklim sekarang gengs.

I see. Ada komen-komen menarique ga?
Yep, ada Greenpeace Indonesia yang bilang kalo klaim-klaim pak pres di COP26 tuh omdo alias ngomong doang gengs. Kayak penurunan kebakaran hutan yang diklaim pak pres, itu semua karena faktor iklim, bukan karena campur tangan pemerintah. Menurut Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia M Iqbal Damanik, data-data soal Indonesia yang disampein pak pres pas pembukaan COP26 kemaren juga data yang diambil sebagian aja buat keliatan bagus alias cherry picking.

Realllyyy?
Yep, makanya ni dari sebelum COP26 dimulai, Kelompok masyarakat yang peduli terhadap penanggulangan ancaman krisis iklim dan tergabung dalam Komunitas Peduli Iklim mengirimkan surat terbuka untuk Presiden Indonesia Joko Widodo menjelang COP26. Surat tersebut menjelaskan gimana keadaan Indonesia saat ini sangat kritis, di mana krisis iklim ini mengancam berbagai aspek kehidupan masyarakat muali dari ekonomi, sosial, kesehatan, dan bencana alam besar yang dialami masyarakat. Salah satu yang dicontohkan dalam surat terbuka itu adalah catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang nyebutin kalo pada tahun 2020 aja, sekitar 2.952 bencana terjadi di mana sebanyak 99 persen adalah bencana hidrometeorologi.

Serem…
Banget. Makanya dalam surat ini disebutin kalo Indonesia harus mampu mengatasi krisis iklim serta mencegah meluasnya kerusakan lingkungan, karena ekonomi yang stabil gak memungkinkan tanpa adanya kekuatan sosial dan lingkungan yang sehat. Apalagi dengan hutan yang Indonesia miliki sangat berpotensi buat negara kita jadi negara adidaya penentu arah menghadapi krisis iklim global. Oleh karenanya, ada lima poin penting yang menurut Komunitas Peduli Iklim penting buat dilakuin sama pak pres.

Apa aja tu poin-poinnya?
Pertama, memastikan arah pembangunan ekonomi hijau yang inklusif, berkeadilan, berorientasi pada pertumbuhan kesejahteraan, dan responsif terhadap krisis iklim, melalui pemenuhan ambisi Net Zero Emission lebih cepat dari 2060 melalui peta jalan yang jelas dan terukur. Kedua, memastikan peralihan segera dari sumber energi berbasis fosil seperti batu bara dan turunannya menuju energi terbarukan, dengan kebijakan transisi energi yang inklusif, terdesentralisasi, terukur, dan berkeadilan.

Great. Go on.
Ketiga, memastikan penguatan upaya perlindungan ekosistem alam, termasuk menghentikan alih guna lahan yang tidak selaras dengan aspirasi Indonesia mencapai Net Zero Emission lebih cepat dari 2060. Keempat, memastikan pengelolaan sampah yang menyeluruh, mulai dari pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. And last but not least, memastikan Indonesia menjadi negara tujuan investasi hijau yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, dengan memperbesar insentif aliran pendanaan hijau dan disinsentif pendanaan kotor.

I wanna help! What can I do?
Great! Kamu juga bisa ikutan menandatangani surat terbuka yang ditujukan untuk Pak Jokowi tersebut di www.teamupforimpact.orgSelain itu, kamu juga bisa pilih aksi sederhana tapi bermakna di website tersebut yang bisa kamu lakukan untuk melindungi bumi kita. Cuuus ikutan!