Presiden RI Khawatir Adanya Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Akhir Tahun

122

Who’s raising some concerns?

The government, on covid-19 cases.
 
Still? I thought we passed that.
Belum gengs. wabah covid-19 masih ada di tanah air, dan kemarin, Pak Presiden Joko Widodo baru aja menyampaikan kekhawatirannya.
 
Khawatir kenapa?
Yhaa takutnya angka covid-19 naik lagi di akhir tahun. Jadi dalam Rapat Terbatas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kantor Presiden kemarin, Pak Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan kesiapan seluruh rumah sakit demi mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19 pada akhir tahun 2021. Pak Jokowi juga bilang bahwa Menkes perlu melakukan pemetaan situasi, terutama di daerah yang potensi kasusnya meningkat.
 
Beneran nih?
Iya, apalagi kata Pak Jokowi, Indonesia bakal jadi tuan rumah meeting G20 di tahun depan. Jadi emang urgent banget pengetatan kebijakan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Pak Jokowi juga memerintahkan para bawahannya untuk mempersiapkan rencana penerapan PPKM level 3 dengan baik, dan menjelaskan pada masyarakat tentang urgensi pengetatan ini.
 
..Ok…
Gak cuma itu aja guys, Pak Jokowi juga berpesan supaya pemerintah daerah kembali mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Beliau pengen supaya Pemda bisa mengatur pengendalian pandemi dengan pemulihan ekonomi, supaya kita bisa terus mempertahankan momentum pertumbuhan yang positif.
 
Got it.
Pada kesempatan yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin juga menyebut bahwa Kemenkes udah mengidentifikasi lebih dari 25 mutasi varian virus SARS-CoV-2 Delta di Indonesia. Kata Pak BGS, temuan ini didapatkan dari hasil pemantauan dan pemeriksaan strain virus baru dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS). Serem deh guys, karena kata Pak BGS, virus covid-19 varian delta tuh udah bermutasi di Indonesia. Udah ada anaknya, cucunya…

🙁 Anything else?
Well, terkait perkembangan ini, Pak BGS meminta kita untuk nggak kendor menetapkan protokol kesehatan, dengan pake masker, jaga jarak, dan menghindari kerumunan. Pak BGS juga bilang bahwa pihaknya bakal terus mempercepat sebaran vaksinasi di Indonesia, di mana per kemarin, capaian vaksinasi tanah air udah mencapai 134.614.136 orang yang udah menerima suntikan dosis pertama vaksin. Sedangkan untuk suntikan kedua, jumlahnya udah mencapai 89.426.870 orang.