Politik Filipina Memanas Jelang Pemilihan Presiden 9 Mei 2022

28

Who’s gearing up for elections?

The Philippines.
Yep, iklim politik di Filipina lagi memanas ni gengs karena tanggal 9 Mei 2022 nanti, bakal resmi diadain pemilihan presiden.

 
Reaaaally?
Yep, terus Komisi Pemilihan Umum (KPU) aka ketua panitia pemilu di sana juga udah mulai menutup pendaftaran bakal calon kandidat presiden dan wakil presiden Filipina tahun depan. In case you’re wondering, yes, presiden dan wakil presiden di Filipina dipilih secara terpisah gengs, bukan berpasangan kayak di Indonesia.
 
Menarique…

Ya gitu deh. Tapi, bukan berarti para calon kandidat gak bisa bekerjasama sejak awal-awal pemilu. Contohnya aja yang dilakukan sama anak Presiden Filipina saat ini Rodrigo Duterte yaitu Sara Duterte-Carpio. Sara mencalonkan diri jadi wakil presiden dan udah mengumumkan kerja samanya dengan salah satu calon kandidat presiden yaitu Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. Yang juga anaknya dari Presiden Filipina sebelumnya, Ferdinand Marcos. Jadi kayak Mbak Puan jadi wapresnya Mas Gibran. Gitula kira-kira.

Lol ok….
Nah, lanjut soal panas-panas perpolitikan di sana, jadi hari Selasa kemaren keduanya resmi mengumumkan kalo Duterte dan Marcos bakal berpasangan jadi calon presiden dan wakil presiden Filipina. Sara sendiri merupakan anak dari Presiden Filipina saat ini Rodrigo Duterte dan diusung oleh partai Lakas-CMD (Christian Muslim Democracy). FYI, Duterte jadi presiden sejak 2016 lalu dan gak dibolehin ikutan pemilu lagi oleh konstitusi karena di Juni 2022 nanti sudah habis menjabat selama enam tahun. Sara saat ini merupakan Walikota Davao sejak 2010 dan sebelumnya doi merupakan wakil wali kota di sana. Bisa dibilang, Sara ini diunggulkan dengan background-nya secara politik. Menariknya adalah, capresnya Marcos juga punya power yang sama besarnya or even bigger dari Sara.

Well he does sound familiar…
That’s because Ferdinand “Bongbong” adalah anak dari diktator Filipina Ferdinand Marcos yang digulingkan dari kekuasaannya tahun 1986 silam setelah berkuasa selama 20 tahun. Bongbong pernah jadi senator dari tahun 2010 sampe 2016 lalu. Selain itu, Bongbong juga pernah jadi Gubernur dan Anggota Kongres. Doi dinominasiin sama partai PFP, partai yang dibentuk tahun 2018 oleh para pendukung Rodrigo Duterte. Nah, banyak pengamat yang bilang kalo keduanya adalah tandem yang kuat dalam pemilu 2022 nanti. Tapi, ternyata banyak yang gak setuju ni sama pencalonan Bongbong.

Siapa tu yang gak setuju?
Adalah sekelompok orang yang tergabung dalam Campaign Against the Return of the Marcoses and Martial Law ni yang gak setuju Bongbong nyalon. Katanya sih karena Bongbong masih punya tuntutan atas penghindaran pajak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Hal ini berkaitan sama kekuasaan bokapnya aka Marcos sr yang setelah digulingkan dinyatakan harus bayar pajak atas korupsi pemerintahan bapaknya di pengadilan tahun 1997, dan sampe sekarang belom ada resolusi apa-apa. Kemaren, kelompok ini bersama dengan kelompok lain yang mengecam pencalonan Bongbong bikin petisi buat mengeliminasi Bongbong dari pemilu.

Waduh… Any words from Bongbong?
Yha doi bilang kalo petisi tersebut ga ada dasarnya gengs. Buktinya, kemaren-kemaren dia udah kepilih jadi senator, anggota kongres, dan gubernur. Terus kenapa sekarang doi jadi gak eligible buat ikutan pilpres? Gitu ceunah. Intinya, Bongbong udah bertekad bulat buat ngelanjutin pencalonan dirinya sebagai presiden Filipina bareng sama Duterte-Carpio tahun depan.

I see. What about other candidates?
Ada kandidat lain yang menarik ni gengs, yaitu Manny Pacquiao aka petinju asal Filipina yang pamornya udah sampe level internasional. As you guys probably know, Manny sendiri juga udah lama terjun di dunia politik, di mana doi merupakan senator Filipina saat ini. Dalam kampanyenya, Manny sering kali menyatakan bahwa doi pengen memenjarakan para koruptor, termasuk di dalamnya orang-orang di pemerintahannya Duterte maupun Marcos. Manny juga bilang di tanggal 11 November kemaren kalo doi bakal memenjarakan dan menginvestigasi pemerintah-pemerintah sebelumnya atas kasus korupsi.

Whoa, that’s ballsy.
Yep, mengingat Sara dan Bongbong dua-duanya punya hubungan sama pemerintahan lama. Tapi mungkin masih kurang kali ya guys, karena sebuah survei yang dilakukan di Filipina bulan Oktober kemaren menyatakan Bongbong masih memiliki popularitas di tengah pemilih lebih tinggi daripada Manny dan Wakil Presiden Filipina saat ini yang juga nyalon buat tahun depan yaitu Leni Robredo.

Hmmm. Anything else?
On the other handRodrigo Duterte sendiri juga baru aja nyalonin diri jadi senator di detik-detik terakhir pas awal minggu ini. Padahal sebelumnya, Rodrigo udah janji kalo doi gak bakal berpolitik lagi abis lengser dari jabayannya sebagai presiden. Bahkan tadinya sebelum ngomong janji itu, doi dikabarin kepikiran buat nyalon jadi wakil presiden. Emang ajaib gengs pemilu Filipina kali ini, bahkan yang daftarin diri jadi calon presiden ke KPU sana ada 97, dan lebih dari setengahnya ditolak sejak awal sama KPU pendaftarannya. Hmmm, jadi berlomba-lomba duduk di bangku kepresidenan ni…