Pertemuan COP26 di Glasgow, Skotlandia, Cukup Antigen Untuk Berpergian Menggunakan Pesawat, Orang Terkaya Mungkin Bisa Mengatasi Kelaparan Dunia, Meta Nama Baru Untuk Perusahaan Facebook

157

Good morning

It’s been super cold lately here @catchmeup! HQ so make sure you always stay warm and hydrated. On today’s newsletter, we’ll talk about: the meeting everyone’s talking about, Tesla, Facebook, to the weather. Nope, we’re not turning into a tech newsletter. Enjoy…


Now, here’s to the big meeting: COP26

Yep, at this point we believe you’re already super familiar with COP26. Seriously, this is one of the most important meetings (if not the most!) about climate change. Period. 
 
Tell me the deets.
OK. Jadi meetingnya resmi kick off kemarin waktu setempat di Glasgow, Skotlandia. Terus, meeting ini dihadiri oleh 100an lebih kepala negara dari seluruh dunia untuk ngebahas, “Cui, kita harus ngapain nih demi mengurangi produksi emisi gas biar bumi enggak makin panas?”
 
Emisi gas?
Yoi. Jadi kamu pasti ngeh banget kan guys bahwa makin tahun suhu bumi tuh kerasa makin panas, dan makin banyak berita soal bencana alam yang berseliweran di media. Adapun penyebab dari fenomena ini adalah pemanasan global, di mana produksi emisi gas yang berlebihan (kayak dari produksi batu bara, asap kendaraan, listrik, dll) menyebabkan suhu bumi bertambah, dan jadinya panas deh.
 
Go on…
Nah terus, untuk menghindari efek dari global warming ini, para ilmuan ngasih target nih, bahwa emisi gas karbon yang dilepaskan ke atmosfer HARUS WAJIB KUDU berkurang hingga hampir 50% di tahun 2030 demi menghindari efek buruk dari perubahan iklim (kayak banjir bandang, gelombang panas, cuaca yang nggak menentu, gagal panen, dll). Target ini kemudian diwujudkan juga dalam bentuk Paris Agreement yang di-ttd sama ratusan negara pada 2015 lalu yang berisi soal komitmen negara-negara dunia untuk menurunkan jumlah emisi gas yang mereka hasilkan. Negara-negara ini juga berkomitmen untuk mempertahankan kenaikan suhu, ya cukup maksimal di 1.5 sampe 2 derajat Celsius aja, di level pra-industri.
 
Are we on track?
Oooo tentu tidak. Menurut laporan emisinya PBB tahun lalu, disebutkan bahwa kita lagi otw menuju kenaikan suhu global ke 3,2 derajat Celsius. Terus laporannya juga bilang bahwa kalo saat ini enggak semua pihak take action, maka target 1.5 derajat Celsius bakal lewat di tahun 2030.
 
OMG….
Yep, karena itulah negara-negara be like, “Ayo meeting lagi cui. Kerja-kerja-kerja ngurangin emisi!” Nah kemudian para pemimpin negara berkumpulah untuk meeting COP yang ke 26, dan mereka punya waktu selama 12 hari untuk bikin resolusi baru dalam upaya mereka menangkal krisis global warming. Jadi, sekarang dunia nunggu-nunggu nih, adakah aksi konkrit? atau NATO (No Action Talk Only) aja?
 
Yha jangan NATO dooong…
Ya emang jangan, tapi kalo diliat-liat ya guys, banyak pengamat yang udah skeptis sama meeting ini mengingat negara-negara yang justru merupakan penghasil emisi terbesar di dunia banyak yang yang skip. Misalnya yah, pemimpin dari Rusia, Brasil, dan China memutuskan untuk enggak hadir.
 
Tapi kalo Pak Jokowi hadir kan?
Hadir donk. Beliau langsung terbang dari Roma abis G20 ke Glasgow untuk ikutan COP26. Kata Menlu Bu Retno Marsudi, jadwalnya Pak Jokowi udah padet banget ni gengs, karena bakal ada banyak meeting yang harus diikuti, mulai dari sama Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, Presiden Amerika Serikat Joe Biden, CEO Rockefeller, Jeff Bezos, sampe Bill Gates.
 
Now tell me more about the opening ceremony…
Nah dalam opening-nya ini, para kepala negara dan orang-orang penting di bidang lingkungan menyampaikan speechnya guys. Pertama tentunya ada tuan rumah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang bilang, “Kiamat ini bukan film, tapi kenyataan. Makin lama kita menunggu, bakal makin buruk kondisinya.” Selain Johnson, ada juga Sekjen PBB Antonio Guterrez yang bilang bahwa ketergantungan kita sama fossil fuel bikin kemanusiaan hampir punah. Makanya ni, kita mau menghentikan penggunaannya, atau kehadiran kita yang “dihentikan” oleh fossil fuel.
 
NGERI IH. Anything else I should know?
Konferensi ini selain dihadiri sama para pemimpin dunia, juga diwarnai oleh aksi protes dari warga yang menuntut supaya para pemerintah mengambil langkah yang lebih konkrit dalam menangkal perubahan iklim. Hadir di kerumunan para protesters juga ada Greta Thurnberg yang merupakan aktivis lingkungan asal Swedia. Kata Greta, itu tu… pemimpin-pemimpin di dalem ber-acting peduli aja sama masa depan kita. Tapi yha perubahan enggak akan datang dari mereka.
Mau liat ga guys, efek global warming di seluruh dunia kayak apa? Cek di sini yuk.

When you want to travel but need to have a PCR …

Ga punya PACAR gimana dong.
Hehehe bukan itu sih, tapi tes PCR gengs, stands for Polymerase Chain Reaction, yang belakangan lagi jadi prahara. Penyebabnya, aturan pemerintah yang mewajibkan penumpang penerbangan untuk menunjukkan hasil tes PCR, padahal kasus covid19 di Indonesia justru udah turunSo everybody was like, “Hmmm something fishyyy?”
 
Yeah, heard about that.
Rite. Nah kemudian warga, netijen sampe Mbak Puan Maharani yang baliho “Kepak Sayap Kebangsaan”-nya muncul di mana-mana itu mempertanyakan kebijakan ini. Banyak yang curiga, aturannya dibuat untuk memfasilitasi kebutuhan bisnisnya lab-lab tes covid19 yang ada di tanah air.
 
Bisnis gimana maksudnya?
Well, baru aja nih, mantan Direktur YLBHI Agustinus Edy Kristianto menyebut dugaan bahwa Menko Marves Luhut B. Pandjaitan udah bisnis tes PCR sejak awal pandemi, melalui GSI lab yang namanya disebut ikut mendirikan PT GSI. Namun, hal ini udah diklarifikasi guys, sama jubirnya Pak Menko, Jodi Mahardi. Doi bilang bahwa Opung Luhut hanya mendorong pihak swasta yang hendak membantu penanganan pandemi.
Selain Opung Luhut, muncul juga nama Menteri BUMN Pak Erick Thohir.
 
OMG…
Yep, terkait perkembangan ini, udah mulai banyak pihak yang bersuara. Ada politisi PPP Achmad Baidowi yang mendesak supaya dugaan keterlibatan para menteri ini dibuka aja ke publik. Menurutnya, dugaan tersebut merupakan hal yang wajar karena kebijakan pemerintah soal syarat perjalanan di masa PPKM juga berubah-ubah terus. Selain itu, seruan juga datang dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kesehatan dan Keadilan yang mendesak supaya pemerintah membuka informasi seluas-luasnya soal besaran harga komponen tes PCR tersebut. Yhaa biar transparan dan akuntabel aja gitu.
 
Got it. Anything else?
Well, seiring dengan desakan masyarakat yang kian ramai, pemerintah akhirnya melonggarkan syarat perjalanan dengan menggunakan pesawat. Dengan aturan baru ini, maka masyarakat udah enggak perlu tes PCR lagi sebelum naik. Cukup antigen aja. Adapun aturan baru ini disampaikan kemaren, oleh Menko PMK Muhadjir Effendy.

When you’re the richest people on the planet…

You could probably solve world hunger.
Yoi guys, itu yang dikatakan sama Direktur UN World Food Programme (WFP) David Beasley dalam wawancaranya sama CNN minggu lalu. Nah, statement ini kemudian nge-trigger bosnya Tesla, aka orang terkaya kedua di dunia, Elon Musk.
 
Hold on. Give me some background.
OK. Jadi dalam wawancaranya itu, Beasley bilang bahwa orang-orang ultra kaya bisa membantu mengakhiri kelaparan global kalo mereka menyisihkan 2% aja dari pendapatannya buat isu tersebut. Secara spesifik, Beasley nge-mention dua orang terkaya nomor satu dan dua di dunia, yaitu: Mimin dan kamu yang lagi baca. Eeeeh salah. Maksudnya Jeff Bezos bosnya Amazon, dan Elon Musk yang juga bosnya Tesla.
 
Ha. Amin sis.
LOL. Nah selain itu, Beasley juga bilang bahwa para orang kaya ini perlu mengambil langkah ekstra buat mengakhiri bencana kelaparan. Doi juga menambahkan bahwa US$6 Miliar itu udah cukup banget untuk membantu 42juta orang yang kelaparan di seluruh dunia. FYI, Musk sendiri net worth-nya mencapai sekitar US$289 miliar, jadi permintaan tadi yha emang 2% aja dari kekayaannya.
 
Duit tuh? 
Yoi. Meanwhile, Beasley bilang bahwa covid19 tuh bener-bener bikin banyak negara jatuh miskin dan warganya mengalami wabah kebakaran. Contohnya aja setengah dari populasi Afghanistan, yaitu sekitar 22.8juta orang saat ini tengah menghadapi krisis akut. Terus juga ada sekitar 3.2juta anak-anak di bawah usia lima tahun di sana yang juga dalam resiko kelaparan. Karenanya kemarin itu Beasley bilang, “Step up now, on a one-time basis.
 
I see…
Nah tapi kemudian omongan ini ditanggepin dong sama Musk, dan lewat apalagi kalo bukan…. Twitter. Jadi dalam postingannya itu, Musk bilang, “Kalo WFP bisa ngejelasin gimana caranya duit sebesar US$6 miliar bisa mengakhiri wabah kelaparan, gue bakal menjual saham Tesla gue saat ini juga. TAPI, harus terbuka untuk diaudit dan accounting, supaya publik juga bisa liat ke mana tu duit perginya.”
 
Weeeew…
Yep, twitnya of course dibales dong gengs sama Beasley. Doi bilang yhaa bisa, laporan keuangan kita silakan di-review sama tim u karena kita emang terbuka kok. Terus, Beasley juga menambahkan bahwa US$6 miliar emang enggak akan menyelesaikan bencana kelaparan, tapi bisa melindungi masyarakat dari ketidakstabilan geopolitik, migrasi massal, dan menyelamatkan 42juta orang dari krisis baik yang muncul dari covid, climate crisis, maupun konflik.
 
Got it. Anything else?
Emang di masa pandemi ini, ditemukan bahwa kekayaan orang-orang ultra tajir di Amerika Serikat meningkat tajam, sampe dua kali lipat. Terus untuk Tesla sendiri, minggu lalu mereka baru aja nih, jadi perusahaan keenam di US history yang punya nilai sebesar US$1 Triliun, dan menjadi kedua yang tercepat meraih posisi tersebut setelah Facebook.

Who’s not doing enough research?

FACEBOOK.
Aka META. Yoi, perusahaan digital asal Amerika Serikat yang baru aja tumpengan aka ganti nama ini lagi jadi bahan lucu-lucuan di Israel guys, khususnya di komunitas pengguna bahasa Hebrew. Hal ini karena ternyata, META itu dalam bahasa Hebrew artinya “Kematian”. Jadilah fenomena ini jadi pembahasan seru di antara netijen sana yang bahkan come up dengan hashtag Twitter #FacebookDead. Facebook juga dinilai para netijen kurang riset dalam menentukan nama barunya, dan hal ini diyakini bakal jadi bahan lucu-lucuan di komunitas Yahudi untuk beberapa waktu ke depan.
Adapun menurut CEO-nya META Mark Zuckerberg, penggantian nama ini dilakukan untuk menghindari kebingungan antara nama Facebook sebagai parent company (aka punya anak-anak juga kayak WhatsApp, Facebook, Instagram, dll), dan Facebook sebagai sosial media. Karenanya, bakal lebih helpful kalo nama parent company itu ya beda aja dari nama brand produknya. FYI, emang pergantian nama FB ini lagi jadi pembahasan di kalangan tech industry, mengingat pergantiannya dilakukan pas FB lagi menghadapi berbagai masalah, kayak whistle blower yang dilakukan mantan karyawannya, hingga misinformasi publik.

“Waspada cuaca ekstrim sepekan ke depan!”

Wiiiw gitu guys isi peringatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terkait cuaca ekstrem yang di-posting di akun Instagramnya kemarin. Adapun durasi cuaca ekstremnya dimulai dari 31 Oktober 2021 sampe 6 November, dengan berbagai bencana hidrometeorologi kayak banjir, tanah longsor dan angin kencang.

Hiks, be careful guys…

Announcement


Thanks to Oyen❤ for buying us coffee yesterday!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Been starting your day with a Cup of Joe? Well, congrats, because in case you don’t know, here are some health benefits of coffee.

Angel’s Stories

1. Ini kisahnya sederhana sih, dan aku yakin udah sering juga dishare di CMU. Cuma aku mau cerita versiku ya. Jadi kemarin sore, aku lagi jalan pulang dari kantor menuju halte busway. Terus aku ngeliat ada anak kucing yang lagi dikasih makan sama seorang strangers yang kebetulan lagi lewat daerah situ. Klo diliat-liat sih kayaknya si strangers ini niat banget ya, karena dia punya makanan kucing kering gitu yang udah dibungkus-bungkusin. Rasanya adem banget liat kejadian begini di tengah berita kekejaman sama hewan yang lagi sering terjadi.
-Rama-
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)