Merger Gojek dan Tokopedia Berujung Gugatan

30

Who’s hiring some lawyers?

GoTo.
Yep, karena ternyata merger di antara Gojek dan Tokopedia pada Mei lalu berujung ke lawsuit.
 
Really?
Yep, jadi keduanya yang merger dan membentuk entitas GoTo ini baru aja digugat oleh Terbit Fintech ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat atas penggunaan nama merek perusahaan hasil merger tersebut yaitu GoTo. Gak main-main, total gugatannya sampe Rp2,08 triliun gengs.
 
Wait, I need more background.
Jadi, dua perusahaan unicorn yaitu Gojek dan Tokopedia kan baru aja nih melakukan merger atau penggabungan kedua perusahaan pada bulan Mei 2021 kemaren dan menghasilkan entitas perusahaan baru bernama GoTo. CEO Tokopedia William Tanuwijaya menjelaskan arti nama GoTo yang merupakan gabungan dari Gojek dan Tokopedia, serta kependekan dari gotong royong yang menggambarkan semangat persatuan pas launching.
 
I see, terus kenapa sekarang digugat?
Karena, PT Terbit Financial Technology mengklaim kalo mereka adalah satu-satunya pemilik dan pemegang hak yang sah atas merek terdaftar “GOTO” beserta segala variasinya. Bahkan, merek tersebut udah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI. Terbit Fintech bilang kalo merek “GOTO”, “goto”, dan “goto financial” yang dibawa oleh PT Aplikasi Anak Bangsa (Gojek) dan PT Tokopedia mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek “GOTO”.
 
Whoah…
Makanya, Terbit Fintech pun meminta Gojek dan Tokopedia menghentikan penggunaan merek GoTo dalam bentuk variasi apapun. Gak cuma itu, mereka juga meminta Gojek dan Tokopedia membayar ganti rugi materiil sebesar Rp1,8 triliun dan rugi imateril Rp250 juta, makanya total gugatan jadi Rp2,08 Triliun. Gugatan ini diajukan sejak tanggal 2 November 2021 silam.
 
Wow that’s a lot of money for sure. Anyone saying anything?
Yep, ada Corporate Affairs GoTo Astrid Kusumawardhani yang bilang kalo sebenernya GoTo udah terdaftar di badan atau lembaga terkait. Tapi pihaknya juga bilang kalo mereka lagi mendalami kasus ini terlebih dahulu dan bakal menghormati segala proses hukum yang berlaku. Hal ini disampein sama Astrid hari Minggu tanggal 7 November kemaren.
 
Got it. Anything else?
FYI, hal serupa juga lagi dialamin sama Facebook yang baru aja melakukan rebranding induk perusahaannya dengan ganti nama jadi Meta. Hal ini bikin perusahaan tersebut digugat oleh perusahaan The Meta PC yang bilang kalo nama “Meta” udah jadi punya mereka. Meskipun udah beroperasi sekitar setahun under the name, perusahaan ini baru aja ngedaftarin hak atas merek “Meta” bulan Agustus kemaren. Perusahaan yang ngejual komputer ini bilang bakal ngebatalin lawsuit ini kalo Facebook mau bayar 20 miliar USD, bahkan bakal ngasih nama “Meta” ke Facebook.