Menteri BUMN Sudah Menutup 70 Perusahaan BUMN

90

Who’s putting up “closed for business” sign?

Menteri BUMN Pak Erick Thohir.
Yoi guys, kamu tahu enggak, ternyata Menteri BUMN Pak Erick Thohir sejauh ini udah menutup 70 perusahaan BUMN lho. Katanya, alesannya sih karena perusahaan-perusahaan ini emang udah gak beroperasi lagi. Adapun hal ini disampaikan pada Hari Sabtu kemaren pas acara Orasi Ilmiah di Universitas Brawijaya,
 
Whaaaat?
Yep, Pak Erick bilang kalo perusahaan-perusahaan yang ditutup ini udah gak beroperasi sejak tahun 2008-an. Perusahaan-perusahaan ini juga udah gak bisa berkompetisi lagi sama perusahaan lain, otomatis yha gak menguntungkan. Jadinya ditutup sekalian deh sama Pak Erick.
 
OMG…
Lebih lanjut, Pak Erick juga menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan yang terhitung sejak tahun 2008 gak beroperasi ini harus ditutup sekarang. Tujuannya supaya gak terjadi pemborosan anggaran, dan akhirnya BUMN bisa kembali berkompetisi di kancah nasional maupun global. Soalnya, selama ini perusahaan yang gak beroperasi tersebut masih dapet anggaran kan, padahal yha kondisinya enggak menguntungkan. Jadi yaudah deh supaya gak keluar anggaran untuk sesuatu yang enggak menghasilkan, mending ditutup aja kalo kata Pak Erick.
 
I see.
Nah, terus dari September kemaren, Pak Erick juga udah ngasih tau ni kalo emang ada rencana untuk menutup tujuh perusahaan BUMN yang udah gak beroperasi. BUMN yang dibubarkan tersebut adalah PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT PANN (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero).
 
Banyak ugha.
Yep, soalnya Pak Erick bilang kalo pemerintah lagi mau menekankan efisiensi buat perusahaan-perusahaan pelat merah ini, supaya ada kepastian yang jelas terkait perusahaan-perusahaan ini dan pertanggungjawabannya ke Presiden. Sebelumnya, Pak Jokowi juga udah beberapa kali menyampaikan ke Pak Erick supaya kalo ada BUMN yang sakit ya ditutup aja. Apalagi buat BUMN-BUMN yang enggak efektif dan enggak mampu meningkatkan daya saing.
 
OK. Anything else?
Well, in a totally related news, Pak Erick juga minggu lalu baru aja bilang bahwa Pak Jokowi bakal meluncurkan Merah Putih Fund pada pertengahan Desember mendatang. Adapun Merah Putih Fund ini merupakan pendanaan lokal untuk mendukung startup Indonesia supaya jadi perusahaan dengan skala yang lebih besar. Alasannya, kini banyak perusahaan startup Indonesia yang pindah ke luar negeri untuk memperoleh pendanaan yang lebih besar. Nah jadi supaya ga kemana-mana, ya diluncurkanlah Merah Putih Fund ini.