Korea Utara Dilanda Krisis Pangan

96

When you’re talking about black swan, but it’s not Mila Kunis…

Jadi maksudnya Bella Swan? Edward Cullen?
Bukan beb. Kita lagi mau bahas soal Korea Utara yang lagi dilanda krisis pangan besar-besaran sejak awal tahun ini.
 
Ouch, terus apa hubungannya sama black swan?
Well, karena saking parahnya bencana kelaparan kali ini, pemerintah Korea Utara melalui the Supreme Leader Kim Jong-un kemudian mengimbau pada warganya untuk mengkonsumsi angsa hitam yang “enak”. Media setempat juga turut mempromosikan mam black swan ini karena selain enak, dagingnya juga punya manfaat kesehatan dan bakal meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
 
Random sih. Kenapa black swan ya?
Well, yea that’s why banyak media internasional juga yang menilai kebijakan ini bizarre. Tapi emang pemerintah Korut terkenal suka milih alternatif yang aneh-aneh untuk menyelesaikan masalah ekonomi dalam negerinya dibanding membuka diri dan melakukan mekanisme market yang lebih bebas like the rest of the world. Jadi, sebelumnya juga pas ada krisis pangan di tahun 1990, papanya Kim Jong-un aka Kim Jong-il justru mempromosikan makan kelinci atau burung unta, yha daripada membuka diri atau import makanan dari luar gitu.
 
Geez…
Yoi, tapi yang jelas sih Kim Jong-un ga main-main sama planning-nya ini guys. Doi bahkan udah mendirikan dan meresmikan peternakan angsa hitam bernama Kwangpho Duck Farm minggu lalu, yang emang ditujukan untuk mengembangbiakkan angsa hitam. Selain itu, pada kesempatan yang sama, pemerintahannya Jong-un juga ngasih kabar gaenak nih buat warganya: Kekurangan makanan aka krisis pangan kemungkinan bakal berlangsung sampe tiga setengah tahun lagi yaitu tahun 2025.
 
Whattt? Cinca?
Iya beneran guys. Hal ini terjadi karena Korea Utara menutup perbatasannya sama China sejak pandemi covid-19 terjadi di tahun 2020. Padahal, sebagai sama-sama negara komunis China merupakan partner dagang paling penting buat Korut. Terus juga AS masih meng-sanksi Korut, jadi mereka juga susah dapet bantuan dari dunia internasional, dan pada tahun 2019 lalu, banjir bandang juga menghantam Korut hingga bikin warga gagal panen. Jadi yha rumit banget situasinya di sana.
 

I see, go on.
Terus, di tahun 2020 bencana alam yang parah terjadi lagi dan merusak lahan warga yang menyediakan supply makanan. Jadi di tahun 2020 aja, ada tiga badai topan yang melanda Korut dan hal ini of course bikin persediaan makanan di sana jadi menipis. Terus, thanks to global warming, berbagai bencana alam terus terjadi di sana, kayak misalnya tahun ini, Korea Utara mengalami kekeringan akibat suhu yang tinggi banget dibanding tahun-tahun sebelumnya. Akhirnya di bulan Juli 2021 kemaren, Kim Jong-un yang sempet kurusan mengakui situasi krisis pangan di Korea Utara.

 
Jadi efek global warming juga nih?
Ya iya banget lah, sampe-sampe pas September kemarin, Jong-un ngadain meeting besar sama para jajaran partai komunisnya karena kondisi panen yang gagal terus akibat banjir dan tanah longsor. Jong-un bilang cuaca lagi abnormal banget neh, dan dia memerintahkan supaya jajarannya memperbaiki land management dan pemanfaatan sungai supaya bencana-bencana ini enggak terjadi lagi.
 
Hmmm. Anyone saying anything?
Yes. Ada pelapor khusus PBB untuk Korea Utara Tomas Ojea Quintana yang minta supaya sanksi internasional buat Korut dicabut aja demi mengatasi krisis tersebut. Quintana minta buat UN Security Council buat ngasih bantuan kemanusiaan ke Korea Utara, karena dari laporan terakhirnya di awal Oktober kemaren, warga-warga negara tersebut terancam gabisa makan banget, terutama anak-anak dan orang tua. Terus juga ada Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang bilang kalo dia mau negosiasi sama Kim Jong-un kalo doi mau menghentikan program nuklirnya.

 

🙁
Selain AS, China juga bilang bahwa mereka bakal ngebantu Korea Utara sebisa mereka. Contohnya dengan ngirimin pasokan makanan ke negara tersebut. Menurut Menteri Luar Negeri Wang Yi, fokus utama China saat ini adalah menjaga kestabilan wilayah Korea Utara, termasuk dari ancaman krisis pangan. Makanya, China bersama Rusia bilang kalo mereka bakal berusaha buat mencabut sanksi Korea Utara dengan menulis draft resolusi.

 

Got it. Anything else?
Selain nyaranin buat makan angsa hitam, Kim Jong-un juga nyaranin hal lain buat para warganya dalam menghadapi krisis makanan berkepanjangan ini. Warga Korea Utara diminta buat tighten the belt, alias ngurangin makan. Pemerintah Korea Utara bakal mulai melakukan pembatasan stok beras untuk warganya supaya cukup dalam menghadapi krisis sampe 2025. FYI guys, sebenernya kondisi di Korut ini menyedihkan banget, karena dalam laporannya pada 2019 lalu, Food and Agriculture Organization (FAO) memprediksi bahwa ada sekitar 10juta (atau 40% dari populasi) warga Korut yang kelaparan setelah negaranya gagal panen. Dengan makin parahnya global warming yang bikin bencana alam lebih sering terjadi, diyakini kondisinya bakal makin berat nih, buat rakyatnya Jong-un.