Jejak Karbon Pada Makanan Yang Dikonsumsi

29

When you think the way you eat doesn’t affect the climate…

Everybody, meet: Sustainable Culinary Journey.

Yep, tau gak sih gengs, bahwa dari setiap makanan yang kita konsumsi, pasti ada jejak karbonnya? Misalkan ni kalo kamu makan makanan impor, jejak karbonnya pasti lebih tinggi daripada makanan yang berbahan lokal karena makanannya dikirim dari luar negeri, jadi perjalanannya lebih panjang, dan tentunya bikin energi kayak bensin dan resources yang kepake lebih banyak dibanding makanan yang dibeli dari petani lokal. Tapiii, meskipun keliatannya pangan jadi salah satu masalah krisis iklim, kalo menurut Direktur Climate Reality Project Indonesia Amanda Katili Niode, pangan justru malah bisa jadi solusinya gengs.

 

Jadi hal ini disampaikan sama Bu Amanda di acara “Jelajah Rasa & Budaya Gorontalo dan Bone Bolango” hari Selasa minggu lalu. Acara ini mengenalkan pangan lokal khususnya wilayah Gorontalo dan Bone Bolango sebagai solusi dari masalah sustainability. Menurut Bu Amanda, pangan lokal selain rasanya yang enak dan cocok banget sama lidah Indonesia ternyata bisa menjadi solusi krisis iklim. Bu Amanda sendiri yang lagi di Glasgow, Skotlandia untuk menghadiri acara COP26 juga bilang kalo selain pangan lokal, pegiat lingkungan juga menyuarakan konsumsi pangan nabati yang lebih rendah emisi dibanding pangan hewani.

 

FYI, Bu Amanda juga menulis buku “Memilih Makanan Ramah Iklim” bersama dengan ahli teknologi pangan asal Gorontalo, Zahra Khan. Menurut Zahra, makanan Gorontalo ini kaya banget akan rasa karena terletak di antara wilayah pegungan dan lautan yang menambah citarasa kuliner Gorontalo. Selain emang enak, makan makanan lokal juga pastinya baik buat iklim.

 

Adapun acara ini adalah roadshow menuju acara puncak Festival Kabupaten Lestari 2021 yang bakal diadakan di Gorontalo dan Bone Bolango pada 23-28 November 2021 mendatang. Dari acara kemaren aja yang menampilkan banyak ragam kuliner Gorontalo dan Bone Bolango aja udah seru banget ni gengs, kebayang gak sih acara puncaknya nanti kayak apa? Ngiler bayanginnya, hihihi.