Isu Reshuffle Kabinet Indonesia Maju, 3 Juta Warga Myanmar Membutuhkan Bantuan Kemanusiaan, Pertemuan Online Penanggulangan Krisis Iklim Oleh Para NPS, Adele Rilis Lagu Galau Kedua Berjudul “Hold On”

98

Hi there

Welcome to Wednesday. It’s the midweek, so don’t forget to take a little breather if you already feel overwhelmed. Remember, it’s always a good idea to take a pause and focus on yourself every once in a while. Aaand, since it’s Wednesday, don’t forget to check our podcast here. Enjoy.


Who’s singing “Everyday I’m reshuffling”?

Pretty sure that’s not the right lyrics but… LMFAO?
Yep, but we did modify the lyrics cos katanya sih isu reshuffle kabinet lagi panas-panasnya ni guys sekarang. Yoi, kabar-kabari soal siapa menteri yang bakal dicopot dan siapa yang bakal masuk ke kabinet Indonesia Maju selalu jadi isu terhangat di dunia perpolitikan. Nah akhir-akhir ini, isu reshuffle kembali muncul, gara-garanya adalah Jenderal Andika Perkasa yang hari Senin kemaren udah disetujuin sama DPR RI buat jadi Panglima TNI, untuk ngegantiin Marsekal Hadi Tjahjanto yang pensiun tahun ini. Dari situlah, Marsekal Hadi dikabarin bakal masuk kabinet Presiden Jokowi ni gengs, meaning bakal ada yang di-reshuffle.
 
Whaaat? Dari mana isunya?
Yha namanya juga isu, suka tiba-tiba muncul gitu, kan. Tapi yang pasti isu ini udah ada dari beberapa bulan yang lalu, dan makin menguat dengan pensiunnya Marsekal Hadi dari jabatan Panglima TNI. Menurut kabar yang beredar, dengan pensiunnya Marsekal Hadi dari jabatan Panglima TNI, maka ada kemungkinan doi dikasih jabatan baru. Beberapa jabatan yang diperkirakan bakal diamanahkan ke Marsekal Hadi di antaranya adalah Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang sekarang ditempatin sama Pak Moeldoko, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan yang kini ditempati Mahfud M.D., atau Menteri Perhubungan yang sekarang dijabat Budi Karya Sumadi.
 
Wew…
Selain itu juga kalo kata Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes, hal ini juga sejalan dengan sikon di kabinet yang udah hampir memasuki tahun ketiga, yang mana merupakan waktu yang pas buat melakukan evaluasi, which could also lead to reshuffling. Ditambah juga dengan bergabungnya PAN ke koalisi Jokowi belakangan ini, makanya diperkirakan bakal ada “jatah” buat mereka di kabinet.
 
Hmmm, anyone saying anything from that side?
Yep, Pak Moeldoko sebagai perwakilan Istana dari minggu lalu udah bilang kalo kabar soal Marsekal Hadi bakal dapet posisi di kabinet ni belom pasti. Katanya, kalo baru pensiun kan enggak melulu langsung dapet jabatan kan? Terus juga disebutkan bahwa masih ada waktu sebelum Marsekal Hadi bener-bener digantiin sama Pak Andika, jadi belom perlu dikaitin sama reshuffle kabinet.
 
Menarique…
Nah, kalo dari segi koalisi, katanya ni para ketua umum partai politik koalisi Jokowi bilangnya reshuffle adalah kebutuhan. Ketua DPP NasDem Willy Aditya ni yang nyampein hal ini gengs hari Senin kemaren. Bang Willy bilang bahwa kalo dari pak pres sendiri, emang ada keinginan reshuffle. Terus, diharapkan reshuffle ini bakal mengedepankan efektivitas dan profesionalitas.
 
Hmmm seru. Anything else I should know about this?
FYI, hasil survei Litbang Kompas terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo–Ma’ruf Amin di periode Oktober 2021 menunjukkan kepuasan publik yang semakin turun ni sama kinerja keduanya. Meskipun kepuasan publik terhadap performa perekonomian meningkat, namun indikatornya justru menurun di ranah politik dan keamanan. Makanya, banyak yang menilai bahwa penting nih buat melakukan reshuffle sebagai bentuk evaluasi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.
 
Semoga yang terbaik aja ya buat pemerintahan kita… *Bismillah Komisaris BUMN aamiin*

When things are getting worse…

In Myanmar.
Yep, sedih banget deh guys soalnya rusuh di Myanmar ga kelar-kelar. Baru aja ni, disebutkan PBB bahwa ada sekitar tiga juta orang di sana yang membutuhkan berbagai bantuan kemanusiaan yang darurat banget demi keselamatan hidup. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kemanusiaan PBB Martin Griffiths Hari Senin kemarin.

 

Emang tiga juta orang itu kenapa?

Yhaa kehidupan mereka terancam banget karena berbagai penyebab guys, kayak konflik berkepanjangan, keamanan masyarakat yang terancam, pandemi covid-19, dan perekonomian yang semakin memburuk. Menurut Griffiths, kalo militer Myanmar gak segera mengakhiri kudeta dan kekerasan di sana, maka angka tiga juta tersebut bakal semakin bertambah. Ga itu aja, namun ketahanan pangan di Myanmar juga terancam banget dengan kombinasi faktor-faktor tersebut.

 

Oh no…
FYI, Griffith menyampaikan pandangannya tersebut pas UN Security Council mengadakan rapat tertutup membahas Myanmar. Rapat ini sendiri atas permintaan dari Inggris yang concerned banget sama konflik ini. Apalagi, katanya China dan Rusia ogah ngeluarin statement ke media soal kekhawatiran negara-negara anggota PBB terhadap konflik kekerasan yang terus berjalan di Myanmar. Mereka juga gak mau ngasih dukungan buat mengembalikan demokrasi Myanmar ke tangan sipil kayak sebelum kudeta militer Myanmar pas 1 Februari 2021 silam.

 
Ngeri… Anyone saying anything?
Yep, ada wakil dubes Inggris James Kariuki yang ngejelasin kenapa Inggris concerned banget sama kondisi ini. Katanya sih mereka khawatir banget sama pergerakan militer di wilayah northeast negara tersebut, yaitu di wilayah Chin. Pergerakan militer di sana mirip sama pergerakan militer tahun 2017 waktu militer melakukan kekerasan terhadap kelompok Muslim minoritas Rohingya di wilayah Rakhine.
 
Duh 🙁 Anything else?
FYI, hari Senin kemaren adalah one year anniversary pemilu di Myanmar yang merupakan akar dari kudeta militer. Pemilu tersebut kembali dimenangkan oleh Aung San Suu Kyi dan dianggap bebas dan adil oleh pengamat lokal maupun internasional termasuk PBB. As you know, beberapa bulan kemudian kudeta dimulai dan sejak saat itu kira-kira udah ada ribuan orang yang terpaksa kabur dari Myanmar karena konflik ini. Selain itu, diperkirakan ada 223 ribu orang yang kehilangan tempat tinggalnya.

When you’ve been looking for a way to help combat the climate crisis…

Here’s how you can help according to the experts and youths who have concerns about this issue.
Sebagai masyarakat biasa, mungkin kamu udah care soal krisis iklim tapi masih kebingungan gimana caranya kamu bisa terlibat dalam penanggulangan krisis iklim. Nah pas banget ni gengs. Kemaren banget ada pertemuan online soal penanggulangan krisis iklim oleh para non-party stakeholders (NPS), alias aktor non pemerintah. Pertemuan ini bertajuk “Inclusive and Collaborative Climate Actions under the Next Generation Leadership: NPS Contribution to Long-Term Development Strategy #TimeforActionIndonesia”. Dalam pertemuan ini ada Direktur Eksekutif Kemitraan Laode Muhammad Syarif, Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo, Direktur Eksekutif Madani Nadia Hadad, dan beberapa aktor masyarakat lokal yang ngomongin soal peran para NPS dalam menanggulangi masalah krisis iklim di Indonesia.
 
Whoa, apa aja tu perannya?
Pertama ada Pak Laode yang masih di Glasgow, Skotlandia buat ngikutin rangkaian COP26. Pak Laode bilang meskipun target NDC Indonesia di COP26 dianggap kurang ambisius, tapi menurut Pak Laode yang penting adalah implementasinya harus maksimal. FYI, NDC adalah singkatan dari Nationally Determined Contribution yang merupakan target masing-masing negara peserta Paris Agreement dalam mencapai target maksimal 1,5 – 2 derajat Celsius kenaikan suhu bumi dari masa pra-industri. Untuk itu, menurut Pak Laode penting banget ni kolaborasi di antara para NPS ini supaya target yang dicanangkan pemerintah di COP26 ini bisa tercapai dengan maksimal. Para NPS sendiri terdiri dari masyarakat, kelompok adat, kelompok bisnis, NGO, dan pemerintah daerah.

 

Kenapa pemerintah daerah masuknya ke NPS?
NPS cuma terdiri dari pemerintah pusat aja gengs, karena pemerintah daerah dianggap lebih deket ke masyarakat. Menurut Pak Nelson, Kabupaten Gorontalo sebagai salah satu daerah yang juga tergabung dalam Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LKTL) bilang kalo daerah-daerah yang ada di dalamnya ini bisa saling bertukar pikiran soal permasalahan iklim dan kontribusi yang daerahnya bisa berikan. Dalam rangka menjadi kabupaten yang fokus ke krisis iklim atau kabupaten lestari, Pak Nelson bilang kalo kegiatan ini harus masuk ke APBD dan RPJMD. Pak Nelson bilang kalo daerahnya membentuk satuan tugas yang fokus ke penanggulangan krisis iklim. Dengan begini, Pak Nelson berharap daerah fokus ke kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan permasalahan iklim.

 

I see.
Nah makanya ni, Pak Nelson bilang pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus match dari segi kebijakan yang berkaitan dengan iklim. Apalagi mengingat krisis iklim gak cuma terjadi di pusat, tapi di daerah juga. Moreover, karena Indonesia juga udah memegang presidensi G20 sampe setahun ke depan, Pak Laode juga bilang kita harus menjadi contoh yang baik dalam komitmen penanggulangan krisis iklim. Makanya, sepakat dengan Pak Nelson, keterlibatan dan kolaborasi semua pihak termasuk NPS dibutuhin banget dalam mencapai target NDC Indonesia.

 

Keterlibatannya kayak gimana tu?
Pak Nelson kasih contoh kayak mendorong NGO lokal dan nasional yang fokus ke isu ini buat gerak sama-sama dengan membimbing masyarakat lokal supaya bisa menanggulangi krisis iklim di tingkat daerah. Bisa juga melakukan kolaborasi dengan wilayah lain yang terlibat dalam LTKL ni gengs. Terus juga dengan dilakukan direct incentive di mana masyarakat lokal mendapatkan insentif dari menjaga hutan. Hal ini digerakkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam membentuk program Perhutanan Sosial dan didukung oleh NGO lokal dan masyarakat adat.

 

Tell me more about it.
Mbak Nadia ngejelasin ni soal Perhutanan Sosial yang merupakan program di mana masyarakat setempat memiliki peran dalam menjaga kelestarian hutan adat. Kalo program ini serius dijalanin, ada banyak banget kontribusi yang bisa dilakukan bersama dengan masyarakat yang ada di daerah perhutanan kayak melakukan forestasi dan rehabilitasi. Bahkan menurut penelitian yang dilakukan Madani, program Perhutanan Sosial punya potensi sebesar 34,6% dalam menyumbang target NDC di sektor kehutanan.

 

Nice. Ada contohnya gak?
Ada gengs. Di acara kemaren juga hadir perwakilan dari beberapa daerah hutan adat yang menjalankan skema Perhutanan Sosial di wilayahnya. Salah satunya adalah Adat Kajang di Kalimantan yang menjaga Hutan Ammatoa. Ramlah sebagai perwakilan dari Adat Kajang ngejelasin ni kalo ada tiga bagian hutan adat di wilayahnya. Bagian pertama yaitu di bagian paling dalam gak boleh sama sekali mengambil sumber daya alam yang ada di hutan, lalu di lapis kedua diijinkan dengan mengantongi ijin dari Adat Kajang, dan lapisan terakhir di mana masyarakat boleh mengambil hasil alam asal harus nanem taneman dulu sebelum diambil yang udah ada. Gak Cuma itu, para masyarakat yang terlibat pun dibimbing sama pemda dan NGO dalam menjaga hutan adat tersebut.

 

Cool! Anything else I should know?
Gak cuma itu gengs, kemaren juga ada acara lain yang bahas soal penanggulangan krisis iklim ni gengs. Kali ini dari segi aktor pemerintah sendiri yang diwakilkan oleh Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara “Tempo Town Hall: Orang Muda Bersama Sri Mulyani Indrayati”. Di acara ini, Bu Ani berdiskusi sama perwakilan anak muda yaitu Lamtiar Nababan dari Seruan Muda Indonesia.

 
How did it go?
Lamtiar sebagai perwakilan anak muda bilang nih kalo saat ini banyak anak muda yang berpartisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan isu krisis iklim. Hal ini menandakan kalo para anak muda ini memiliki kegelisahan yang sama soal krisis ini. Para anak muda ini gak cuma di Indonesia aja tapi juga mancanegara mencari kesempatan untuk berdialog sama pemerintah buat menyampaikan aspirasi dan kegelisahan mereka soal iklim, mulai dari deforestasi, polusi sampah, toxic waste, dan lain-lain. Lamtiar sebagai perwakilan anak muda meminta pemerintah untuk melakukan solusi konkret buat mengatasi permasalahan ini.

 

Nice. Did Bu Ani say anything?
Yep. Bu Ani ngejelasin soal pentingnya COP26 kemaren buat Indonesia dan urgensi dari krisis iklim ini buat pemerintah juga. Bu Ani juga ngejelasin kalo Indonesia selalu aktif ni dalam diskursus isu krisis iklim skala global. Menkeu bilang kalo kerjasama internasional penting banget dilakuin dan Indonesia bakal mengarah ke sana. Dan of course soal kebijakan karbon yang bakal Indonesia terapkan ke depannya, terutama di industri listrik. Hal-hal ini diharapkan bakal mendukung Indonesia dalam mencapai target NDC-nya ke depan nanti.


What makes all of us breakdown every single time?

Adele releasing a new song.
 
Yoi guys, abis memporakporandakan perasaan kita semua dengan lagu terbarunya “Easy on Me”, Mb Adele kemudian memutuskan buat menghadirkan ronde galau kedua dengan ngasih cuplikan lagu barunya yang berjudul “Hold On” di iklan Amazon edisi holiday. Iklan yang tayang sejak tanggal 7 November ini menampilkan cuplikan lagu tersebut yang jadi latar suara. Lagu ini bercerita soal kita-kita yang suka anxious selama masa pandemi ini dan kita kembali diingatkan buat jangan khawatir karena kita bakal bisa ngelewatin ini semua. Ni guys, sebelum siap-siap menggalau, yuk kita intip dulu liriknya:
“I swear to God I’m such a mess, the harder I try I regret / Every day feels like the road I’m on, might just open up and swallow me whole. Let time be patient / Let pain be gracious / Just hold on, just hold on / I will survive,”
 
Nah lanjut ni, diketahui juga bahwa lagu ini bakal diluncurin pas banget 12 hari sebelum Adele ngerilis album keempatnya yang bernama “30”. Lagu ini juga jadi single kedua dari album tersebut. Menurut Adele pas dia live di Instagram, satu album ini bakal bercerita soal perceraiannya dengan mantan suaminya, dan Adele berharap lagu ini bisa ngasih kejelasan ke anaknya soal apa yang terjadi sama orang tuanya.
 
Yep, get ready with another round of tissue…

“Technically bangkrut, legally belum.”

 
Ouch, gitu guys kata Wakil Menteri BUMN Pak Kartika
Wirjoatmodjo kemarin, pas bilang bahwa PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sejatinya udah bangkrut secara teknis (technically bankrupt) meski belum secara legal. Hal ini karena utang perusahaan yang gede banget guys, yaitu mencapai US$9,75 miliar atau setara Rp138,93 triliun (kurs Rp14.250 per dolar AS) sampai saat ini. Ga cuma banyak utang, Garuda Indonesia juga tercatat punya ekuitas minus US$2,8 miliar atau Rp114 triliun, dan ini merupakan yang terburuk di jajaran BUMN.
 
When it’s still tanggal 10 and you’re already on Garuda Indonesia mode…

Announcement


No one bought us coffee today 🙁

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Been wanting to quit your job but still hesitating? Well, these are the signs you should watch out.

Angel’s Stories

1. I have a story about a man who can be anything, but he chose to be kind. Sebut saja namanya Raga. Tiga minggu yang lalu, aku dapat kabar kalau Raga difitnah sama mantan pacarnya. Karir yang Raga bangun selama kurang lebih 10 tahun hancur gitu aja karena banyak orang percaya dengan rumor yang dibuat mantan pacarnya tanpa bukti itu. Tbh, I don’t really know him well. But, people around him always talk about how good and kind he is. Saat fitnah itu mulai menyebar, Raga hanya minta maaf kepada orang-orang atas kekacauan yang telah terjadi. Then, he chose silence. Kata teman dekatnya, Raga memang orang yang seperti itu. He didn’t want to fight about his private life in front of people. He said that instead of taking action, he apologized. So, people thought what his ex-gf said is all true. Turns out, no. Tau peribahasa “nila setitik, rusak susu sebelanga”? That’s actually what happened. Kebaikan yang Raga beri ke orang-orang di sekitarnya langsung menghilang karena satu kebohongan. It’s unfair how lies invalidate all that kindness. I don’t know him personally but why my heart aches? Seminggu berlalu, Raga menghilang tanpa kabar. But strangely, people’s opinion about him have changed dalam waktu yang cukup singkat. Ternyata, ada beberapa teman Raga yang membelanya dan menceritakan tentang betapa baik Raga di masa lalu hingga sekarang (with some evidence, of course). The past Raga has saved the present Raga. Itu semua karena kebaikan dia. And my mind changed. I thought all the good he’s done in the past wouldn’t help him, tapi semesta ternyata tidak sekejam itu. Dari Raga aku belajar, in a world where you can be anything, be kind. Always.
-Anonymous-
 
2. Kemarin aku abis presentasi sempro dengan persiapan seminggu karena dimajuin sama dosenku. Karena seminggu juga udah penuh jadwal jadi persiapan sempro juga cukup minim. Setiap malem nyicil kerjain sejam aja karena ngantuk banget dan capek seharian. Hari Minggu satu-satunya hari kosong, udah tekad mau kerjain seharian pptnya. Tapi di pagi itu, ibu ngajak aku buat ikut olahraga, awalnya mau nolak tapi ibu pengen banget aku ikut. Jadinya aku ikut sambil minta doanya biar sempro aku lancar. Besoknya aku juga minta doa ke ibu buat kelancaran presentasi. Alhamdulillaah lancar walaupun belum sempurna tapi dosen aku bilang di akhir, “Kalau gitu, kita berikan applause untuk nama aku.” huhu seneng banget. Emang bener ya kalau mau lancar harus minta doa+restu dari orang tua dan bikin seneng mereka<3
-0205-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)