Imigran Timur Tengah Tertahan di Perbatasan Belarus & Uni Eropa

84

Poland-Belarus border crisis.

What’s happening there?
Jadi sejak awal November kemarin, ribuan imigran dari wilayah Timur Tengah kayak Turki, Suriah, Afghanistan, dan lain-lain tertahan di wilayah perbatasan Belarus dan Uni Eropa ni gengs. Jadi awalnya, para imigran ini mencoba masuk ke wilayah Uni Eropa dari Belarus, tapi ketahan di wilayah perbatasan dan gak diijinin masuk sama penjaga perbatasan Polandia, Lithuania, dan Latvia. Terus, mau balik ke Belarus juga ga dikasih sama tentara Belarusnya.

OMG…
Yep, akhirnya para imigran ini ya terkatung-katung aja di wilayah perbatasan yang berupa hutan dengan perlengkapan dan persediaan yang kurang memadai sampe nasib mereka bisa jelas. To make things worse, sebentar lagi musim dingin dan hal tersebut bakal memperburuk kondisi kehidupan para imigran ini. Terus, Uni Eropa dan Belarus malah tuduh-tuduhan dan bikin suasana makin rempong.

Tuduh-tuduhan gimana?
Well, kata Uni Eropa, Belarus emang sengaja “mendatangkan” para imigran itu ke perbatasannya untuk menciptakan migrant crisis di wilayah tersebut, and Belarus be like, “Enggak! Bukan gue!” Namun yhaa para pengamat dan Uni Eropa sendiri yakin kok ini beneran kerjaannya Belarus, dengan tujuan supaya Uni Eropa mau membatalkan sanksi yang saat ini tengah dijatuhkan EU ke negara itu.
 
Hold on. Gimme some background dong…
You got it. Jadi guys, hubungan antara Belarus yang bukan negara anggota Uni Eropa, dengan Uni Eropa as an organization emang udah panas sejak tahun lalu. Penyebabnya, Presiden Belarus saat ini adalah Presiden Alexander Lukashenko yang dijuluki sebagai “Europe’s latest dictator” karena doi emang yha lumayan bertangan besi gengs. Nah jadi pada pemilu presiden di Belarus tahun lalu, Lukashenko menang jadi presiden untuk keenam kalinya dan doi udah menjabat sejak 1994. Hal ini tentu enggak di-acc EU yang prodemokrasi. Terus juga pemerintahan Lukashenko melakukan kekerasan terhadap demonstran yang mengkritisi pemerintahannya, so EU be like, “Udah, udah! Lo ngelanggar HAM dan diktator banget si… gue kasih sanksi yaa…”
 
Sanksinya apatu?
Untuk kejadian pemilu dan kekerasan itu, sanksinya adalah travel ban, ditutupnya akses ke pasar Uni Eropa, hingga asset freezing buat Lukashenko dkk. Tapi bukan itu aja gengs. Pada Mei lalu, Belarus juga bikin drama dengan memerintahkan pesawat Ryan Air yang lewat di udaranya untuk mendarat mendadak di Minsk, Belarus karena katanya ada ancaman bom. EH pas udah mendarat ternyata para polisi menangkap aktivis prodemokrasi Belarus yang emang naik pesawat itu, namanya Roman Protasevich yang lagi terbang dari Yunani menuju negara tempatnya in exile, Lithuania. Akibatnya, EU marah banget dan kompakan melarang maskapai penerbangan di negara-negaranya untuk melintas di atas langit Belarus.
 
Geez….
Ya makanya kzl kan. Terus Lukashenko yang bete banget sama berbagai sanksi ini kemudian bermanuver dengan “membawa” imigran ke perbatasannya buat mem-blackmail Uni Eropa supaya membatalkan sanksinya. Hal ini diketahui dari kesaksian para imigran sendiri yang bilang bahwa mereka diinfokan bisa masuk ke Uni Eropa lewat Belarus. Bahkan mereka punya visa Belarus dan diangkutnya juga pake maskapai nasional Belarus, yaitu Belavia. Terus juga data penerbangan menunjukkan bahwa kedatangan pesawat ke Minsk, Belarus dari negara-negara penampung imigran kayak Dubai, Turki, dan Damaskus juga belakangan ini naik drastis dari sekitar 17 kali seminggu, jadi 40 kali.
 
So they were treated as a pawn? Gosh… How are they now?
Not good, sejauh ini udah ada delapan imigran yang meninggal di perbatasan karena kelaparan atau gak kuat suhu dingin di tengah hutan. Para imigran yang maksa masuk ke perbatasan Polandia dikabarkan mengalami tindak kekerasan oleh para tentara Polandia yang menjaga perbatasan. Not to mention survival di sana keras banget karena mereka literally in the middle of no man’s land, alias wilayah yang bukan milik Polandia maupun Belarus. Persediaan makanan mereka terbatas banget dan kebutuhan untuk bertahan hidup makin menipis.
 
Terus gimana 🙁
Yha bukannya sanksinya dibatalkan, Belarus justru dapet tambahan sanksi gengs. Kemarin, Uni Eropa menyatakan bahwa mereka bakal menambah daftar orang-orang Belarus yang kena travel ban, asset freezing, dll dengan mereka yang terlibat dalam operasi pengangkutan para imigran ini. Ga cuma orang, maskapai dan agen travel juga bisa kena sanksi katanya.
 
Now, what’s next?
Well, para negara-negara tetangga Belarus udah minta bantuan ke NATO untuk konsultasi karena kejadian ini dianggap udah mengancam keamanan negara mereka. Sebelumnya, Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki juga udah sempet dateng ke perbatasan dan ngasih pemahaman bahwa doi enggak bisa masukin para migran ilegal tersebut karena bakal mengancam kedaulatan Polandia.

Kalo dari Belarusnya ada statement ga?
Ada. Lukashenko yang bete banget sama sanksi-sanksi dan tuduhan soal migrant crisis ini kemudian mengancam bakal memutus supply gas ke Uni Eropa yang datang dari Rusia dan melewati negaranya itu. Minggu lalu doi bikin ultimatum: Kalo mereka nambahin sanksi buat kita nih, kita bakal bales. Kita kan “menghangatkan” mereka, terus gimana kalo sumber gasnya kita hentikan? Makanya sebelum ngomong mikir dulu bos…” Serius guys gitu kata doi.
 
Ampun deh. Anything else?
Well, di tengah-tengah drama pertetanggaan ini, ada Presiden Rusia Vladimir Putin yang bilang, “Tenang-tenang, nanti gue ngomong sama Belarus soal pipa-pipaan ini. Siapa tau doi ngomong gitu karena lagi emosi…”. Jadi guys, Putin adalah salah satu sohibnya Lukashenko di mana keduanya kompak banget. Namun dalam hal pipa ini, Putin menyatakan ketidaksetujuannya dan bilang bahwa doi bakal berupaya memenuhi komitmennya untuk terus men-supply gas ke Eropa. On the other side, sebenernya Putin juga dicurigai ikut mendalangi migrant crisis ini, dan EU juga lagi mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi buat maskapai penerbangan Rusia, Aeroloft yang diduga ikut mengangkut para migran.