Hilangnya Petenis Asal China, Peng Shuai

137

Who’s saying “I spy with my little eye… something fishy”?

International community.
Soal “hilang”-nya petenis asal china, Peng Shuai.
 
Wait what?
Iya guys, masyarakat internasional, aktivis HAM maupun para penggemar olah raga tenis lagi dibuat bertanya-tanya setelah atlet tenis perempuan asal China, namanya Peng Shuai menghilang tanpa jejak.
 
What happened?
Well, it all started setelah Peng nge-spill hot tea, di mana dia melakukan pengakuan mengejutkan dan bilang bahwa Mantan Ketua Chinese Communist Party dan mantan wakil perdana menteri China Zhang Gaoli pernah melakukan kekerasan seksual terhadapnya tiga tahun silam. Gak lama setelahnya, Peng gak diketahui lagi keberadaannya sampe kemaren banget.
 
SEREM abis.
Makanya. Jadi awalnya, Peng bilang di akun media sosial China Weibo miliknya pada tanggal 2 November 2021 kemaren. Dalam postingannya itu, Peng menyebut bahwa Zhang dan istrinya pernah ngajak dia buat main tenis, dan setelah permainan tersebut, doi diperkosa oleh Zhang. Keduanya kemudian menjalani hubungan secara konsensual, namun ketika kariernya di partai komunis makin menanjak, Zhang memutuskan kontak sama Peng.
 
Go on…
Peng kemudian menceritakan kejadian tersebut dan bilang kalo dia bersedia bersaksi di pengadilan atau melakukan hal apapun untuk membuktikan kebenaran ceritanya. Gak lama setelah itu, postingan Peng dihapus oleh sensor internet pemerintah China karena katanya gak lulus sensor. Tapi telat, karena ceritanya udah keburu viral duluan sampe ke dunia internasional. Setelah itu Peng “menghilang” walaupun akunnya tetep online. Dari sinilah, banyak pihak yang mempertanyakan di mana keberadaan Peng dan gimana keamanannya. Totalnya doi menghilang selama 19 hari.
 
OMG… Anyone saying anything then?
Yep, Ketua Asosiasi Tenis Perempuan atau Women’s Tennis Association (WTA) Steve Simon jadi khawatir banget sama Peng karena gak lama setelah itu, Peng menghilang tanpa jejak. Simon juga menyoroti gimana pemerintah China berusaha menghilangkan jejak internet Peng dengan nge-ban kata kunci “tenis”, dan juga ngilangin beberapa sumber internet yang berhubungan sama Peng. Menurut Simon, perempuan yang jadi korban kekerasan seksual harusnya didenger, bukan disensor. Simon juga bilang bahwa Chinese Tennis Association (CTA) udah menyampaikan kabar bahwa Peng baik-baik aja dan lagi tinggal di kediamannya. Tapi, tim WTA gak bisa nge-reach langsung ke Peng sendiri, hence still concerned.
 
Duh… Terus gimana kondisinya sekarang?
Nah baru aja kemarin ni guys, Peng Shuai kembali muncul di muka publik pada salah satu turnamen tenis di China. Yes, CTA lewat media yang dikelola oleh pemerintah China nge-post video Peng yang jadi tamu di acara pembukaan turnamen tenis di Beijing kemaren. Terus selain video, CTA juga mem-post footage Peng lagi dinner sama temen-temen sesama atlet dan pelatihnya di sebuah restoran. Hal ini disebut sebagai bukti tentang keberadaan Peng setelah nge-spill hot tea tersebut dan keamannya tetep terjaga, gak seperti yang diasumsikan banyak orang. Tapi ya teteup, banyak pihak meragukan postingan video itu legit apa enggak, atau jangan-jangan Peng “dipaksa” untuk pose-pose kayak gitu untuk menjawab concern dunia internasional yang makin ramai memberitakan soal Peng.
 
The China’s govt responding anything then?
Nothing officially, sejauh ini yang dilakukan cuma nge-post video keberadaan Peng tadi, dan ngelakuin internet censorship countermeasure aja gengs. Terus juga ni dalam rangka memastikan keselematan Peng, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan perwakilan dari PBB ngadain call buat ngebahas hal ini ke China.
 
🙁 Anything else?
Berita tentang “menghilangnya” Peng ini tentunya menambah panjang daftar pembungkaman yang dilakukan pemerintah China terhadap warganya sendiri, terutama terkait isu HAM maupun isu-isu yang bisa berpengaruh negatif terhadap reputasi partai komunis China. Over the weekend kemarin, hashtag #Whereispengshuai ramai dipost oleh sesama atlet Tenis kayak Naomi Osaka, Roger Federer, Novak Djokovic, Serena Williams, Rafael Nadal hingga Billie Jean King. Nah setelah makin rame di sosmed inilah, ga lama kemudian pemerintah China nge-post videonya Peng tadi guys.