Etiopia Mengumumkan Keadaan Darurat di Negaranya

102

Who just announced “state of emergency”?

Etiopia.
Yep, Etiopia lagi panas banget ni gengs, karena kemaren pemerintahnya mengumumkan keadaan darurat di negaranya dari serangan bekas partai berkuasa di wilayah Tigray, yaitu Tigray People’s Liberation Front (TPLF). Saking daruratnya, Perdana Menteri Abiy Ahmed meminta supaya semua warga di ibukota Etiopia yaitu Addis Ababa untuk mendaftarkan senjata yang dimiliki dua hari sebelumnya dan bersiap-siap mempertahankan ibukota tersebut dari tangan TPLF yang mau menduduki ibu kota.
 
Geezzzz so intense… What happened?
So, it all started since last year di mana TPLF menyatakan perang terhadap pemerintah federal Etiopia di wilayah Tigray. Konflik ini terus berkepanjangan dan menyebabkan banyak korban. Gak cuma di Tigray aja, karena TPLF menduduki wilayah-wilayah lainnya kayak kota Dessie dan Kombolcha yang deketan sama ibukota. Makanya, ditakutkan Addis Ababa bakal jadi the next target. Beberapa waktu lalu bahkan pemerintah Etiopia menggencarkan serangan udara untuk menghadang pergerakan TPLF.
 
Kenapa bisa berantem sih?
Awalnya, TPLF ini merupakan partai yang memimpin secara nasional selama 30 tahun lebih gengs. Namun, semua berubah ketika Abiy Ahmed menjabat sebagai Perdana Menteri, di mana TPLF perlahan-lahan mulai kehilangan pengaruhnya terhadap negara tersebut. Terus gak lama kemudian, TPLF menuduh pemerintahan Ahmed telah melakukan sentralisasi, padahal Etiopia merupakan negara federasi di mana tiap wilayahnya punya otoritasnya sendiri. Of course Ahmed menentang hal ini, dan bikin tensi di antara keduanya makin meningkat. Sampe akhirnya ke pendudukan kota-kota deh.
 
Any statements from both sides?
Yep, ada juru bicara TPLF Getachew Reda yang bilang kalo setelah mereka berhasil menduduki Addis Ababa dan menggulingkan pemerintahan, mereka bakal bikin pemerintahan interim buat ngegantiin Ahmed dan jajaranya. Sedangkan dari segi pemerintahan Ahmed sendiri, mereka mau mengadili pimpinan TPLF karena udah melakukan pelanggaran HAM berat, kayak membunuh 100 anak muda di Kombulcha.
 
Gosh… The UN got a say?
Yes. Ternyata setelah dilakukan penyelidikan oleh PBB, ditemukan kalo semua pihak yang terlibat dalam konflik ini melakukan pelanggaran HAM berat, gak cuma TPLF doang guys. Pemerintah baik federal maupun wilayah juga diketahui melakukan berbagai kejahatan yang disebut oleh PBB sebagai “violations of international human rights, humanitarian and refugee law, some of which may amount to war crimes and crimes against humanity.”
 
WHAT??? Contohnya gimana?
Contohnya adalah pemerintah di wilayah Amhara dan Eritrea yang diketahui melakukan berbagai pelanggaran HAM dalam bentuk pembunuhan extra-judicial, penyiksaan, kekerasan seksual dan berbasis gender, kekerasan terhadap refugees, dan pemindahan paksa masyarakat sipil.
 
It’s so messed up…
Banget guys, sampe-sampe kemaren Presiden Amerika Serikat Joe Biden bilang bakal ngasih sanksi ke Etiopia dengan mencabut negara tersebut dari daftar negara yang ada di African Growth and Opportunity Act (AGOA) trade agreement. Artinya, Etiopia gak bakal dapet bebas pajak dalam perdagangannya dengan AS lagi. Sama kayak PBB, Biden beranggapan kalo yang terjadi di Etiopia adalah pelanggaran HAM berat dan pemerintah federal juga merupakan pihak yang salah.
 
Hhhh. Anything else?
FYI, investigasi yang dilakukan oleh UN Human Rights Council (UNHRC) ini bekerjasama dengan lembaga pemerintahan federal Ethiopian Human Rights Commission (EHRC). Makanya, pihak TPLF awalnya menggertak keduanya karena dianggap gak imparsial, karena ada sangkut pautnya sama pemerintah federal Etiopia padahal merupakan salah satu yang diperiksa juga. Tapi Kepala UNHCR Michelle Bachelet mastiin kalo investigasi ini sifatnya imparsial dan fokus ke pendataan pelanggaran HAM yang terjadi di Etiopia selama konflik berlangsung, dan hasilnya, ditemukan kalo semua pihak bersalah.