Efek Negatif Pada Diskriminasi

32

When you’ve been experiencing discrimination…

Duh, diskriminasi itu nggak banget ya guys.
Baik itu yang dilakukan atas dasar ras, agama, warna kulit, ukuran badan, sampe kelas sosial. Misalnya nih, kamu dianggap lemah di kantor dan gabisa menanggung tanggung jawab lebih (which resulted on kenaikan karier kamu terhambat) karena kamu cewek, atau kamu diejek karena berasal dari kelompok agama, ras atau etnis yang minoritas, atau simply kamu enggak dilayani dengan baik pas datang ke berbagai layanan publik karena penampilanmu yang nggak kayak wong sugih. Males bgt gaseeeh.
 
Yea I am familiar with that.
Nah kalo kamu pernah mengalami hal-hal ini, tentunya kamu menyadari bahwa aksi tersebut ngeselin banget. Dan enggak cuma ngeselin guys, tapi hasil riset terbaru menemukan bahwa aksi diskriminasi bisa meningkatkan masalah mental health kepada korbannya, terutama kalo korbannya itu mengalami aksi diskriminasi ketika masih muda.
 
Really?

Yep, jadi emang sebenernya, diskriminasi itu udah lama diketahui punya efek negatif terhadap kesehatan kita, khususnya kalo yang kamu alami adalah aksi rasisme. Adapun efek-efek yang ditimbulkan adalah stres level yang tinggi, kemampuan kognitif yang berkurang, gangguan kecemasan, hingga penggunaan obat-obatan terlarang. Terus nih, disebutkan juga bahwa buat mereka yang mengalami diskriminasi secara berkali-kali, misalnya beberapa kali dalam sebulan, maka risiko untuk terdiagnosis gangguan mentalnya juga meningkat sebanyak dua kali lebih tinggi dibanding orang yang nggak sering mengalami aksi diskriminasi.

 
OK… Terus kalo terhadap anak-anak efeknya gimana?
Ya sama sekali ga bagus guys. Jadi dari hasil studi yang dilakukan di Amerika Serikat dan dirilis oleh Journal of Pediatrics pada Senin lalu, diketahui bahwa efek diskriminasi ini bakal makin parah dirasakan secara mental pada mereka yang di usia muda. Jadi dalam melakukan penelitiannya itu, para researchers menganalisis data dari sekitar 1.834 orang warga Amerika Serikat yang melaporkan secara detail tentang kondisi kesehatan mental dan kejadian diskriminasi yang dialaminya sejak mereka berusia 18 tahun hingga 28 tahun.
 
Hasilnya…
Hasilnya, semakin muda seseorang mengalami berbagai aksi diskriminasi, kayak dianggap bodoh, nyeremin, ga jujur, hingga lemah karena berdasarkan latar belakang identitasnya, maka makin besar juga efek emosional yang dirasakan oleh orang tersebut. Terus, kecenderungan mereka untuk mengalami depresi, gangguan kecemasan, nggak pede, hingga keinginan bunuh diri semakin besar. Terus, ditemukan juga semakin sering orang mengalami aksi diskriminasi, semakin besar juga kemungkinan mereka pake obat-obatan terlarang.
 
Tapi kok bisa sengaruh itu sih?
Ngaruh guys, karena ternyata mengalami diskriminasi bikin seseorang memiliki tingkat stres yang tinggi dan penurunan fungsi kognitif. Nah, fungsi kognitif ini adalah kemampuan seseorang untuk belajar, berpikir, menyelesaikan masalah, membuat keputusan, mengingat sesuatu, hingga paying attention. Diskriminasi juga bikin seseorang merasa nggak pede dan low-self esteem, hingga mereka jadi nggak percaya dan kurang mencintai dirinya sendiri. Even worse, biasanya diskriminasi ini dilakukan berdasarkan jenis kelamin, ras, umur, hingga penampilan, sesuatu yang emang gabisa dikontrol sama yang punyanya gengs. Kayak kalo kamu terlahir sebagai cewek, ya kamu kan gabisa merubah itu biar nggak dianggap lemah, ‘kan?
 
Terus, what can I do?
Yang pasti, kita bisa mulai dengan ngasih tau anak, ponakan, adik, atau siapa pun yang masih muda di sekelilingmu (atau diri sendiri juga!) untuk nggak nge-judge seseorang berdasarkan identitasnya kayak ras, suku, agama, penampilan, dll. Ingat bahwa semua orang sama aja status dan levelnya, selama mereka nggak nyelak antrian atau pasang sign ke-kiri, tapi beloknya ke kanan *wkwkwkkw*. Terus, buat kamu yang mengalami diskriminasi, beberapa hal yang bisa kamu lakukan adalah lindungi vibes kamu sendiri dan jangan sampe terpengaruh dan jadinya malah nggak pede sama diri sendiri. Remember, you are good enough, and don’t let other people make you think otherwise.