DPR Menyetujui Kenaikan Jabatan Andika Perkasa

83

Who’s getting a new job?

Andika Perkasa.
Yoi guys, Pak Andika yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) over the weekend ini udah resmi nih, di-acc sama DPR untuk naik jabatan, jadi Panglima TNI.
 
Whoaaa tell me more!
Jadi minggu lalu, nama Pak Andika diusulkan sebagai calon tunggal panglima TNI oleh Pak Presiden Jokowi ke DPR. Sesuai dengan surat dari presiden inilah, maka pada Hari Sabtu kemarin, pas kamu lagi self-care mumpung wiken, Pak Andika menjalani fit and proper test untuk jadi panglima TNI. Tes ini dilakukan di gedung DPR jam 10.30 sampe 13.00 WIB sama para anggota komisi, dan hasilnya doi dinyatakan layak dan patut oleh Komisi I DPR RI sebagai calon Panglima TNI.
 
Now tell me more about the test.
OK. Jadi dalam uji kelayakan yang dipimpin sama Ketua Komisi Bu Meutia Hafid, Pak Andika kemudian ditanya-tanya sama para anggota DPR, kayak bapak mau ngapain? Kenapa mau jadi panglima? Punya program apa pak? Maksud dan tujuannya apa ni? Pokoknya kayak kalo kamu lagi wawancara kerjaan deh gengs. Adapun fit and proper test-nya dilakukan secara terbuka dan tertutup, tergantung sensitivitas isunya.
 
Go on…
Nah, a few key points yang disampaikan Pak Andika pas fit and proper test, doi bilang bahwa TNI perlu dilihat oleh masyarakat sebagai institusi yang “apa adanya”, alias ada kelebihan dan kekurangannya. Jadi bukan institusi yang sempurna gitu aja gengs, meskipun Pak Andika bilang bahwa doi bakal ngusahain TNI jadi lebih baik. Terus, Pak Andika juga menjelaskan soal beberapa program ke depan buat TNI, di antaranya mengembalikan tugas TNI sesuai undang-undang, yakni menegakkan kedaulatan, mempertahankan keutuhan NKRI, dan melindungi segenap tumpah darah bangsa dan negara. Jadi, TNI udah enggak bisa lagi bertindak sewenang-wenang, tapi harus sesuai undang-undang.
 
Hmm I see. Apa lagi programnya?
Terus, Pak Andika juga bilang bahwa kalo jadi panglima TNI, doi bakal fokus pada operasi pengamanan di perbatasan, tapi yha detailnya gimana, doi menyampaikannya secara tertutup. Terus, beliau juga menyebut soal kesiapsiagaan TNI, baik dalam operasi perang maupun di luar perang. Selanjutnya, Pak Andika juga bilang kalo TNI bakal lebih fokus ke cyber (siber).
 

Ok…
Ada juga ni soal kesatuan antarmatra, yaitu Angakatan Udara, Angkatan Darat, maupun Angkatan Laut. Menurutnya, kesatuan antar matra harus selalu ditingkatkan agar saling mengetahui kelebihan maupun kekurangan satu sama lain. Menurut dia, kesatuan antar matra, apalagi dalam operasi bersama tuh wajib bin penting. Gak cuma itu, Pak Andika juga menyoroti soal keberadaan intelijen, terutama di wilayah rawan konflik. Oh iya guys, untuk semua paparannya ini, Pak Andika menjelaskan bahwa visinya berbunyi “TNI adalah kita”, yang menegaskan bahwa TNI juga merupakan bagian dari masyarakat.

 
Udah?
Yha ada banyak sih gengs, tapi intinya selain fit and proper test di DPR itu, kemarin juga para anggota Komisi I DPR berkunjung ke rumah Pak Andika untuk silaturahmi. Dalam kunjungan tersebut, Komisi I melakukan verifikasi faktual sambil ikut ngeliat, kayak apa ni, rumah Pak Andika yang terletak di wilayah Senayan Residence itu. Terus, mereka makan-makan nasi liwet deh….
 
Hmmm.. did anyone say anything?
Masih soal ditunjuknya Pak Andika instead of Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, ada 14 LSM yang menolak keputusan ini. Ke-14 LSM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan ini meminta Pak Jokowi buat mempertimbangkan ulang keputusannya mengajukan nama Pak Andika, dan salah satu permintaan datang dari Amnesty International. Menurut Direktur Eksekutifnya Usman Hamid, harusnya yang dapet jatah tersebut adalah Pak Yudo.
 
Why did he say that?
Dengan kondisi geografis Indonesia yang merupakan kepulauan, menurut Usman harusnya rotasi kepemimpinan di TNI jadi penting gengs. FYI, panglima TNI sebelumnya Pak Hadi Tjahjanto merupakan matra udara, terus panglima sebelumnya lagi, adalah Pak Moeldoko yang merupakan matra darat. Jadi harusnya sekarang giliran matra laut ni gengs. Dengan Yudo sebagai KSAL, harusnya doi ni yang dapet giliran sekarang. Apalagi dipilihnya Pak Andika sebagai calon tunggal banyak dilihat sebagai gerakan politis karena doi merupakan menantu dari Jenderal (Purn) TNI A.M. Hendropriyono yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
 

I see. Any comments from the govt?
Yep, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Pak Moeldoko bilang kalo rotasi antarmatra di posisi Panglima TNI itu bukan kewajiban. Sehingga gak menyalahi aturan kalo sekarang matra darat yang kembali menduduki jabatan panglima. Selain itu, Moeldoko juga bilang kalo semua kepala staf angkatan itu udah siap jadi panglima, termasuk Andika. FYI, kalo Andika jadi panglima, doi cuma bakal menjabat selama setahun karena sekarang usianya udah 57 tahun, dan Moeldoko juga menyampaikan kalo berikutnya bisa diisi oleh matra laut.

 

Hmmm. Anything else?
Yep, adapun pencalonan Pak Andika ini udah di-acc guys sama Komisi I DPR. Selanjutnya, dalam rapat paripurna DPR yang bakal digelar hari ini, para wakil rakyat bakal mengesahkan pencalonan Pak Andika, dan udah deh, beliau tinggal dilantik jadi Panglima TNI yang baru sama Pak Jokowi.