Covid-19 Varian Omicron

118

Now, here’s everything you need to know about Covid-19 Omicron variant.

Geez, not again…
Iya, sedih deh gengs. Kirain udah bisa jalan-jalan ya tahun depan karena kondisi pandemi yang makin membaik di berbagai belahan dunia, eeeeh taunya malah muncul ni varian baru si omicron yang bikin deg-degan. Varian ini juga bikin banyak negara di dunia mulai mengetatkan lagi pembatasan sosial di negaranya dan menutup akses masuk buat turis asing.
 
Hadeh… Coba ceritain awalnya si Omicron ni bisa muncul.
Jadi tanggal 23 November 2021 kemaren, varian Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan. Sampel yang terdeteksi ini diambil tanggal 11 November 2021 lalu. Terus, varian B.1.1.529 ini kemudian dinyatakan sebagai variant of concern (VOC) sama WHO hari Senin kemaren. Bukan, bukan perusahaan Belanda yang ngejajah Indonesia waktu itu, tapi dinamain ini karena WHO bilang variannya bener-bener concerning banget dan terbukti dari preliminary test bahwa variannya bisa ngeinfeksi lagi orang-orang yang udah pernah terinfeksi aka bisa menyebabkan reinfection.
 
OMG…
Gak cuma itu, Omicron ini mutasinya cepet banget juga. Bayangin aja baru seminggu ini virus muncul, tapi udah nyebar cepet banget di banyak negara. Sampe-sampe, Kementerian Kesehatan Inggris bilang ini kasus terparah yang pernah ada saking tingginya mutasi Omicron.
 
What are the symptoms?
Nah guys, adapun gejala dari omicron ini di antaranya adalah capeeee banget (kayak kamu kalo lagi ga punya duit gitu, wkwkwk) dan kepala pusing. Terus, badan juga sakit-sakit dan tenggorokanmu gatel. Meski begitu, sejauh ini para pasien yang terdeteksi kena varian omicorn belum ada yang melaporkan penurunan saturasi oksigen atau kehilangan indra perasa dan pencium. Terus, mayoritas dari para pasien omicorn bisa sembuh sendiri tanpa harus dirawat di rumah sakit, apalagi kalo kamu udah vaksin.
 
But what about the reinfection?
Oh iya, karena tingginya mutasi ini, dikhawatirkan Omicron masih bisa menular ke orang-orang yang udah fully vaccinated juga. Menurut para peneliti, Omicron punya spike protein alias kunci buat nembus sel tubuh kita lebih banyak dua kali lipat dari varian Delta. Terus juga otomatis dikhawatirkan virus ini lebih cepat menular ke siapa pun. FYI, di Afrika Selatan sendiri ni, terjadi peningkatan kasus yang tinggi banget dari tanggal 16 November 2021 kemaren sampe awal minggu ini. Tadinya, angka kasus di sana adalah 273 dan awal minggu ini jadi lebih dari 1.200.
 
That’s scary…
Yep. Nah tapi, para peneliti berharap supaya obat konsumsi yang ditujukan untuk pasien covid kayak pil Mercks yang baru aja di-approve bisa efektif ngelawan varian ini. Hal ini karena pil-pil antiviral ini bekerja dengan menghentikan virus berreplikasi, bukan ngincer spike protein dari virus tersebut. Another tapi, para peneliti juga belom mastiin ni gengs kalo varian ini akibatnya ke tubuh manusia bakal lebih parah atau ringan. Jadi yha, vaksin masih teteup jadi koentji karena vaksin diketahui bisa melemahkan virus covid yang masuk ke tubuh kita.
 
I see… Anyone saying anything?
Hari Senin kemaren, Director of the National Institute of Allergy and Infectious Diseases Amerika Serikat Dr. Anthony Fauci bilang kalo sampe saat ini sih belom ada bukti kalo Omicron udah sampe ke Amerika Serikat. Terus, Fauci juga bilang kalo menurutnya pengetatan pembatasan sosial belom diperlukan buat diterapin saat ini buat mencegah Omicron di AS.
 
What about Indonesia?
Di Indonesia juga sejauh ini belom terdeteksi ni kasusnya *amit-amit jangan sampe terdeteksi sih*. Tapi, Menteri Keuangan Sri Mulyani hari Senin kemaren bilang kalo varian Omicron ini bisa berdampak ke APBN 2022 kalo sampe variannya masuk sini. Bahkan sebelum masuk ke Indonesia, Omicron juga punya potensi buat menggerogoti keuangan negara karena dampak yang diakibatkan secara global juga otomatis bisa mempengaruhi keuangan negara dari segi perdagangan, hubungan bilateral, dan lain-lain.
 
Oh yeah, the economy…
Yoi, belum juga ekonomi negara-negara pulih sepenuhnya dari efek pandemi sejak tahun lalu, kini varian omicron kembali bikin banyak negara khawatir. Yep, secara kemaren banget ni gengs, pasar-pasar saham di Asia Pasifik kompak melemah seiring dengan munculnya Omicron. Dimulai dengan Nikkei di Jepang yang melemah sekitar 1,6%, terus ada juga Hong Kong Hang Seng Index yang melemah sekitar 1,2%, Kospi Korsel yang menurun 0,9% hingga S&P/ASX 200 yang melemah sekitar 0,5%.
 
Nooo 🙁
Nah balik lagi ke omicron, sejauh ini udah ada seenggaknya 44 negara yang memberlakukan larangan perjalanan dari dan ke negara-negara di bagian Selatan Afrika sebagai efek atas menyebarnya varian ini. Terus, beberapa negara kayak Japan, Rwanda, Hong Kong and Taiwan juga baru aja memberlakukan kebijakan pembatasan yang ketat bagi pengunjung dari at least enam negara di Afrika.
 
Hmm… Anything else?
Nah, Indonesia juga udah mulai memberlakukan larangan masuk buat pendatang dari negara-negara Afrika sejak kemaren untuk menghalangi masuknya Omicron ke Indonesia. Langkah yang sama juga dilakuin banyak negara gengs, kayak Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara lainnya. Menanggapi hal ini, Presiden Malawi Lazarus Chakwera bilang kalo kebijakan travel bans buat negara-negara Afrika ini adalah Afrofobia, alias ketakutan terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan benua Afrika, dan jadinya gak berbasis sains. 🙁