Corona Updates 1 November 2021, Presiden RI Hadiri G20 Summit, Ajang Pencarian Bakat Mural, Peningkatan Konsumsi Alkohol Selama Pandemi

120

Hello

Welcome to November. In our calendar, Christmas and New Year szn is already here, so we’re gonna be shamelessly playing all the festive songs on repeat starting today. You are also allowed to start planning your end of year trip, but just a gentle reminder, cuti bersama does not exist. Happy Monday.


Now, let’s start the week with covid-19 updates.

We’re so happy to see how much things has been better compared to last year, but it’s not over yet. Let’s keep our masks on and get ourselves informed on the updates, starting from…
 
Home.
  • Per kemarin, 31 Oktober 2021, total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 4.243.835 kasus, dengan kasus aktif 12.309 angka sembuh 4.088.138 dan kasus meninggal 143.388 .

  • Provinsi dengan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta (861.331 kasus), Jawa Barat (705.586 kasus), Jawa Tengah (484.991 kasus), Jawa Timur (398.123 kasus), dan Kalimantan Timur (157.912 kasus).
  • Penduduk Indonesia yang udah menjalani vaksinasi pertama ada sebanyak 119.151.818 dan vaksinasi kedua 73.290.688 dari target vaksinasi Indonesia sebanyak 208,2 juta penduduk.
  • Hingga saat ini, angka vaksinasi di ibu kota Jakarta udah melampaui target ni gengs. Adapun untuk dosis pertama, udah ada 121,1% warga yang menerima vaksin. Sedangkan untuk dosis keduanya udah mencapai 92,3%. Dari capaian ini, 66% penerima dosis pertama merupakan warga ber-KTP DKI dan 34 persen warga KTP non-DKI. Adapun untuk dosis keduanya terdiri dari 69 persen warga ber-KTP DKI dan 31 persen ber-KTP luar DKI.
  • Seiring dengan udah dimulainya kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Dinkes Kota Bandung menemukan bahwa kasus penularan Covid-19 di lingkungan sekolah terus bertambah. Tercatat bahwa ada 214 siswa dan 15 guru yang ikutan PTM dinyatakan positif Covid-19. Angka ini terhitung bertambah dari sebelumnya yang mencatatkan 117 kasus positif.
  • Memasuki penghujung tahun ni guys, dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) udah mengeluarkan edarannya yang mendorong supaya seluruh umat Kristiani Natalan di rumah aja. Menurut Humas PGI Philip Situmorang, anjuran ini ditujukan untuk mencegah gelombang ketiga penyebaran covid19. Selain di rumah aja, PGI juga mendorong jemaatnya untuk Natalan sama keluarga inti aja.
  • Kabar gembira datang dari kasus covid-19 di Indonesia yang kian menurun ni gengs, di mana Kamis minggu lalu, Center for Disease Control (CDC) Amerika Serikat mengkategorikan Indonesia dalam kategori rendah Covid-19 atau di level 1. Dalam keterangan resminya, CDC juga menyebut bahwa wisatawan yang udah divaksinasi penuh lebih kecil kemungkinan terinfeksi dan menyebarkan Covid-19.

  • Buat kamu yang masih ngerasa harga tes PCR masih mahal, tenang guys, karena tahun depan ada kemungkinan harganya turun lagi. Kemungkinan ini baru aja disampaikan sama Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Azhar Jaya. In his words to CNN Indonesia: “Kalau toh ditanyakan kemungkinan tahun depan akan lebih murah, ya bisa saja. Tapi murahnya tidak banyak, karena kita masih kena pajak dan sebagainya.” 
  • Sabtu kemarin, Indonesia baru aja kedatangan lagi donasi vaksin Moderna sebanyak 819.600 dosis dalam bentuk jadi dari pemerintah Belanda. Adapun kedatangan vaksin kali ini adalah tahap yang ke-108, dan total jumlah vaksin yang udah nyampe di Tanah Air mencapai 313.155.360.

Meanwhile, globally…

  • Per 31 Oktober 2021, total kasus positif Covid-19 di dunia udah mencapai 246.488.432 kasus dan 4.997.187 kasus meninggal.
  • Negara-negara dengan kasus terbanyak adalah Amerika Serikat (45.953.223 kasus), India (34.273.300 kasus), Brazil (21.804.094 kasus), Inggris (9.062.710 kasus), dan Russia (8.377.984 kasus).
  • Presiden Rusia Vladimir Putin gedeg banget ni guys sama dunia internasional yang masih banyak yang belum meng-approve penggunaan vaksin covid19 buatan negaranya, Sputnik V. Dalam meeting G20 weekend kemarin, Putin bilang bahwa ada “Kompetisi yang enggak jujur” dalam program pengadaan vaksin global, di mana banyak negara yang belum meng-approve Sputnik V. Misalnya, AS dan Eropa, dan paling baru nih, Afrika Selatan yang gamau pake vaksin tersebut, padahal mereka butuh banget. Selain Putin, Presiden China Xi Jinping juga mengeluarkan seruan serupa gengs.
  • Minggu lalu, Amerika Serikat akhirnya meng-approve penggunaan vaksin covid-19 merek Pfizer untuk anak-anak di usia 5-11 tahun. Ini adalah approval vaksin pertama buat anak-anak, dan memberi lampu hijau untuk pemberian vaksin pada sekitar 28 juta anak-anak AS yang lagi mau back2school. FYI, vaksin dari Pfizer BioNTech ini diklaim efektif mencegah penularan covid19 pada anak-anak dengan efikasi sebesar 90,7%.
  • Untuk pertama kalinya dalam sejarah covid19 di dunia, negara kepulauan Tonga mengkonfirmasi kasus covid19 pertama. Dalam siaran radionya Jumat lalu, Perdana Menteri Tonga Pohiva Tu’i’onetoa menyebut bahwa kasus pertama itu diderita oleh seorang penumpang yang baru aja landing dari Christchurch, New Zealand.
  • Kementerian Luar Negeri Indonesia baru aja mengeluarkan peringatan buat warga +62 yang mau ke Singapura, menyusul lonjakan kasus Covid-19 di negara itu. Melalui Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah, akses masuk ke Singapura juga masih sangat ketat, jadi bakal sangat terbatas banget kunjungan dari luar negeri ke sana.
  • Bos perusahaan produsen vaksin Moderna Stephane Bancel minggu lalu memprediksi bahwa pandemi Covid-19 bisa berakhir tahun 2022. Dalam wawancaranya sama surat kabar Swiss, NZZ minggu lalu, Bancel bilang bahwa perluasan kapasitas produksi vaksin Covid-19 selama enam bulan terakhir bakal membuat jumlah vaksin cukup untuk semua orang di Bumi pada pertengahan 2022. Doi juga menyebut bahwa stok vaksin booster juga bakal tersedia lebih banyak, dan diharapkan nantinya bayi juga udah bisa divaksin Covid-19.
  • Minggu lalu, otoritas obat-obatan Uni Eropa The European Medicines Agency (EMA) udah mulai melakukan uji coba dan review atas obat covid19 yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Mercks, namanya Molnupiravir. Sebelumnya, Merks mengklaim bahwa obatnya itu bisa mengurangi hospitalisasi dan kematian pada para penderita covid19 yang memiliki gejala awal. Kalo di-approve, maka ini bakal jadi obat covid-19 pertama dan diyakini bakal membantu banget upaya global dalam mengakhiri pandemi.

Who’s been having a full meeting schedule?

Pak Jokowi.
Yoi gengs, karena baru kelar ASEAN Summit, Pak Presiden Joko Widodo lanjut terbang ke Roma, Italia untuk menghadiri G20 SummitAs you guys knowG20 Summit adalah pertemuan para pemimpin 20 negara dengan kekuatan ekonomi dan politik terkuat di dunia, dan Indonesia termasuk di dalamnya. Adapun salah satu agenda penting dari pertemuan kemaren adalah, yep, you guessed it right: krisis iklim.
 
Alright, update me.
Seperti yang kita udah sering denger belakangan ini, krisis iklim jadi topik yang penting dan jadi perhatian negara-negara di seluruh dunia. Hal ini karena yha udah enggak bisa dipungkiri lagi bahwa udah banyak bencana yang terjadi sebagai dampak dari krisis iklim ini. Selain itu, udah jadi konsensus bersama juga bahwa krisis iklim ini enggak bisa diberesin sama satu negara, tapi butuh kerja sama seluruh negara-negara dunia. Makanya ni, pertemuan-pertemuan internasional ini getol banget ngomongin topik ini, termasuk di G20 Summit tahun ini gengs. Nah, setelah G20 berakhir, konferensi climate change-nya PBB yaitu COP26 juga digelar di Glasgow, Skotlandia. Jadi masih panjang guize meeting-nya Pak Jokowi.
 
Sibuk banget yhaa…
Yoi, and we’ll recap it for you. Jadi pada G20 ini, Indonesia juga menerima keketuaan atau presidensi dari Italia ke kita. Adapun presidensi G20 ini merupakan yang pertama bagi Indonesia dan bakal dimulai pada 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022. Terus dalam rangkaian acara G20, Pak Jokowi juga meeting-meeting-meeting sama perwakilan dari IMF, Uni Eropa, hingga pertemuan bilateral kayak sama Perdana Menteri Australia Scott Morrrison dan sama Presiden Prancis Emmanuel Macron.
 
Wiw… bahas apasi?
Well, kalo sama PM Morrison sih, bahas soal peningkatan ekonomi kedua negara pascacovid. Terus juga soal pembukaan akses pariwisata dengan pake sertifikasi vaksin Covid-19 yang udah diakui oleh sejumlah negara, dan ucapan terima kasih Pak Jokowi atas sumbangan vaksin dari Australia yang mencapai lebih dari 10juta dosis. Meanwhile, sama Presiden Macron Pak Jokowi berbagi qisah soal angka kebakaran hutan di Indonesia yang tahun ini mencapai angka terendahnya dalam 20 tahun terakhir. Beliau juga menyebut bahwa Indonesia bakal merestorasi hutan bakau hingga 600 ribu hektare dalam tiga tahun ke depan.
 
Intinya soal lingkungan lah ya.
Iya banget guys, sampe-sampe Sekjen PBB António Guterres menegaskan supaya para pemimpin G20 harus makin ambi dan meningkatkan action dalam upaya penanggulangi isu climate change ini. Doi juga bilang bahwa penting banget buat negara-negara anggota G20 untuk mencapai kesepakatan bersama di pertemuan ini dalam hal menghadapi krisis iklim. Guterres juga bilang bahwa sebenernya kita masih punya waktu untuk memperbaiki kondisi kok, asal kita beneran serius dalam menghadapi masalah iklim ini. Tapi ternyata, dari meeting dua hari kemaren belom membuahkan hasil yang maksimal gengs.
 
Kenapa gitu?
Kalo katanya Wakil Presiden Senior Departemen Ekonomi di Center for Strategic and International Studies (CSIS) Matthew P Goodman sih, emang susah bikin negara-negara anggota G20 buat agree on anything. Buktinya aja, masih ada beberapa kepala negara yang memilih untuk enggak dateng langsung kayak Rusia dan China, dan bikin perundingan jadi lebih susah untuk mendatangkan hasil yang maksimal. Terus kalo dari salah satu anggotanya sendiri yaitu Amerika Serikat, mereka bilangnya negosiasi masih akan dilanjutkan di meeting COP26, sehingga bikin susah buat kasih komitmen sekarang dalam menghadapi krisis iklim.
 
I see…
Meanwhilenot so good news dari China ni guys, yang sebenernya merupakan salah satu negara penghasil emisi karbon terbesar di dunia. Jadi dalam proposal plan-nya ke PBB yang dikumpulin bulan lalu, China memundurkan target untuk mencapai net zero emission-nya dari 2050 ke 2060. FYI, net zero emission ini adalah target yang berisi komitmen negara-negara PBB tentang upaya pengurangan emisi karbon secara gradually sampe bener-bener zero emission per 2050 mendatang. Selain China, Brasil juga minta dibayar karena udah “menjaga” hutan hujan Amazon, yang merupakan hutan tropis terbesar di dunia dan perannya vital banget dalam menyerap emisi gas.
 
Geez…
Yha begitulah boomer xixixi. Dan karena perannya yang sangat signifikan inilah, G20 diminta supaya lebih konkrit dalam upayanya menyelesaikan krisis iklim. Seruan ini datang salah satunya dari negara-negara pasifik yang menyebut bahwa krisis iklim ini menyebabkan tenggelamnya beberapa pulau di wilayah mereka. Presiden Kiribati Anote Tong bilang ni menjelang dimulainya G20 Summit tahun ini dimulai kalo negara anggota G20 bertanggung jawab atas 75% emisi karbon global, dan 2050 tu telat banget. We might not have until 2050, gitu katanya.
 
OK terus…
Nah, aksi ini diwarnai juga oleh aksi protes dari anak-anak muda Italia di deket tempat digelarnya G20 Summit tahun ini. Menurut pihak kepolisian, sekitar lima ribu orang yang turun ke jalan. Adapun tuntutannya yha meminta supaya negara-negara G20 ini beneran mengambil langkah konkret, jangan omdo dan “stop playing games.” Mereka juga meminta supaya pendapat mereka didenger karena sebagai generasi muda, mereka yang bakal paling merasakan dampak krisis iklim di masa mendatang.

Agree. So, they talk about the global warming only?
Enggak juga. Selain bahas krisis iklim, agenda lain dari G20 Summit ini adalah ngebahas pajak minimum perusahaan multinasional gengs. Sebelumnya, negara-negara G7 juga udah menyetujui hal ini, di mana perusahaan multinasional kayak Google, Facebook, Apple, dan lain-lain bakal diwajibkan bayar pajak minimum 15% di negara tempat mereka beroperasi. Menurut Presiden Amerika Serikat Joe Biden, kebijakan ini bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat negara tertinggal yang dijadiin tempat beroperasi dan take advantage of  pajak yang kecil di negara tersebut.
 
OK. Anything else?
Well, abis selesai meeting di Roma, para world leaders langsung lanjut ke Glasgow, Skotlandia untuk menghadiri konferensi lingkungannya PBB, COP26. Acara ini dipimpin langsung sama Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan dihadiri oleh sekitar 120 kepala negara dan kepala pemerintahan. Nah di sini nih guys, para kepala negara bakal fokus membahas soal krisis iklim dan langkah-langkah kongkrit apa aja yang akan mereka lakukan supaya efek dari krisis iklim ini bisa terus ditekan. Yuk ikutin terus infonya bareng kita!

Let’s talk about: ajang pencarian bakat mural yang baru selesai…

Wah, owe suka banget barang mural.
Itu murah HEHEHE ini kita lagi mau ngomongin lomba mural yang digelar sama Polri dan baru aja selesai pada tanggal 30 Oktober 2021 kemaren. Udah keluar ni total 10 nama pemenang dari lomba ini yang membawa pulang total hadiah sebesar 90 juta rupiah. Asik banget gak sih gengs?
 
Lol ok I might need a refresher.
Jadi kalo kamu kemaren-kemaren sempet ngikutin, beberapa bulan lalu sempet rame nih kritik terhadap pemerintah dalam bentuk mural. Terus, mural-mural tersebut malah diapusin sama pihak kepolisian dan para pemural kemudian diburu polisi. Kayak kejadian di Tangerang bulan Agustus lalu soal mural “Jokowi: 404 Not Found“. Hal ini tentu aja membuat kritik terhadap pemerintah dan kepolisian Indonesia meningkat karena dianggap anti-kritik.
 
I remember that, go on.
Nah terus, akhirnya Polri mengadakan lomba mural gak lama setelahnya di Bulan September kemaren. Polri mau menunjukkan kalo institusi mereka tuh sebenernya gak anti-kritik. Tapi ternyata guys, awal-awal dibuka, yang daftar lomba muralnya masih dikit banget. Menurut keterangan Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, di tiga minggu pertama aja yang daftar cuma 18 peserta.
 
Why dude.
Yhaa a few reasons lah yha, salah satunya kecenderungan atas sentimen negatif di masyarakat terhadap kinerja kepolisian Indonesia di bulan Oktober yang sangat tinggi, yang bikin lomba muralnya makin sepi peminat. Akhirnya Sabtu kemarin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut bersuara ni gengs. Pada acara pembukaan lomba mural Piala Kapolri 2021 di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Pak Sigit ngizinin peserta untuk berekspresi, termasuk kalo mau mengkritik polisi. Doi bahkan menegaskan bahwa peserta yang muralnya paling pedes bakal jadi sohibnya Kapolri aka dirinya sendiri.
 
WAH mau dong jadi bestie-nya Pak Sigit….
Yoi, kayaknya banyak juga yang mikir kayak gitu. Karena enggak lama abis Pak Sigit bilang kayak tadi, pendaftar lomba langsung meledak sampe lebih dari 800 peserta, yang datang dari berbagai Polda di Indonesia.
 
Terus terus…
Nah terus, Seluruh proses pemuralan ditonton langsung sama Pak Sigit, dan udah ada ni guys, pemenang dari kompetisi muralnya. Adalah La Ode Umar, pelukis mural asal Jakarta yang mengkritik Polri dalam hal kurangnya mengawasi pungutan liar (pungli) yang marak terjadi. Pak Listyo bilang kalo Umar ini sangat berani mengkritik Polri melalui muralnya tersebut, makanya doi menang.
 
Hmmm. Anyone saying anything?
Menurut Pengamat dan pelaku seni jalanan Anagard, lomba mural ini seharusnya bukan jawaban dari keagresifan polisi yang selama ini dikritik oleh masyarakat. Menurut doi, polisi itu tugasnya bukan kebudayaan, melainkan pelayanan masyarakat. Lomba mural ini dinilai oleh Anagard cuma buat menepis pandangan masyarakat yang negatif terhadap polisi hanya sementara waktu.
 
I see. Anything else?
FYI gengs, pembagian hadiah lomba mural ini adalah juara satu mendapat hadiah sebesar 50 juta rupiah. Pemenang kedua sebesar sepuluh juta rupiah. Terus buat juara ketiga dan tujuh pilihan favorit lainnya masing-masing dapet lima juta rupiah. Kesepuluh orang ini nantinya bakal diminta buat membuat mural di JLNT seberang Polda Metro Jaya.

When you’re drinking a lot due to the pandemic…

Yep, calling aaaaall alcohol lovers,
 
Karena baru aja nih di Amerika Serikat ditemukan bahwa jumlah orang yang menerima liver transplant atau yang ada di waiting list sebagai penerima donor hati akibat dari alcoholic hepatitis meningkat sebesar 50% selama pandemi ini. Laporan yang diterbitkan sama para peneliti dari University of Michigan itu melakukan penelitiannya dengan membandingkan angka daftar nama calon penerima transplantasi organ sepanjang periode Maret 2020 sampe Januari 2021. Selain itu, diliat juga angka penjualan alkohol secara nasional secara tahunan, sejak Januari 2016 dan 2021.
 
Hasilnya, ditemukan korelasi ni gengs, antara jumlah pendaftar transplantasi organ, dan peningkatan konsumsi alkohol selama pandemi. Jadi seiring dengan bertambahnya penjualan alkohol di periode pandemi, jumlah warga yang membutuhkan donor hati juga meningkat.
 
Nah terus, apa sih alcoholic hepatitis itu? Jadi, penyakit ini disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan yang membuat ginjal pengkonsumsinya jadi enggak bisa memproses alkohol yang diminumnya. Akibatnya, ginjal mereka malah memproduksi cairan kimia berbahaya yang menyebabkan peradangan pada ginjal. Peradangan ini kemudian mematikan sel-sel sehat dari ginjal tersebut, sehingga penderitanya harus menerima liver transplant in order to survive.
 
Peneliti dari studi ini juga menuliskan bahwa meskipun hubungan sebab-akibat antara sales alkohol yang meningkat, pandemi, dan peningkatan jumlah pasien donor hati itu belum bisa dikonfirmasi, tapi harapannya bakal ada intervensi terhadap penyalahgunaan alkohol selama pandemi oleh masyarakat sebelum keadaannya semakin memburuk.
Nah, daripada ada di longlist of liver donor, mending ada di longlist of starb**k lover aja guys, kayak kata teteh Taylor Swift…

“Saya korban, ditetapkan sebagai tersangka. Padahal, waktu itu saya membela diri, kalau enggak saya bisa mati,”

Gitu guys kata seorang pedagang di Medan, Sumatera Utara, berinisial BA yang jadi korban penusukan sama preman pas doi lagi berjualan di pasar pada minggu lalu. Jadi awalnya, BA dipalak, dan karena enggak mau ngasih duit, doi terlibat percekcokan sama preman tersebut. Ga lama premannya datang sama temen-temennya dan BA mengalami penusukan. Untuk membela diri, BA kemudian memukul premannya dengan dongkrak mobil, dan doi kemudian lapor ke polisi. Namun apa yang terjadi guys? BA-lah yang justru dijadikan tersangka sama polisi.

Gimana ini Pak Kapolriiiii!

Announcement


No one bought us coffee today 🙁

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

So many things we can do for the environment, one of which is to make less waste from our household. To do so, here’s some tiny habits you can try.

Angel’s Stories

1. Pas kemarin lagi keluar, aku mampir ke Ind*maret untuk beli sesuatu. Terus aku liat bapak-bapak tukang parkirannya udah tua dan kayaknya capek banget. Mana kemarin tuh di daerahku lumayan panas. Ga lama ada orang keluar dari Ind*maretnya dengan bawain minuman dingin terus dia kasihin ke bapaknya dong! OMG this kind of random act of happiness bener-bener ngingetin aku bahwa orang baik di negara ini masih banyak!
-Anonymous-
 
2. Weekend kemarin, aku merasa drained banget karena banyaknya kerjaan yang harus aku kerjain selama weekday. Saking capeknya, pas pacar aku nanya kita mau ngapain (kita cuma bisa ketemuan pas weekend karena emang dia juga kerjaannya demanding) akhirnya aku bilang aku capek banget, dan mau di rumah aja. Dia ngertiin banget terus tiba-tiba ada abang ojol dateng bawain makanan yang ternyata dia pesenin buat aku. Terus ada note-nya yang super sweet lagi :’) I am such a lucky girlfriend :”’
-Someone-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)