China & AS Kembali Tegang

22

Who’s saying “you’re making a mistake”?

China to US.
 
Loh I thought they were just becoming friends again?
We thought so too, tapiii ternyata baikannya nggak berlangsung lama ni gengs, karena baru aja kemarin hubungan keduanya kembali tegang. Padahal baru meeting online, xixixixi…
 
Tegangnya kenapa?
Karena Amerika Serikat mengundang Taiwan ke acara KTT bernama “Summit for Democracy” yang bakal digelar pada 9 dan 10 Desember 2021 mendatang. Jadi pas AS nge-publish guest list-nya Selasa kemarin, ditemukan nama Taiwan di sana, dari total 110 negara yang bakal hadir.
 
Terus China betenya kenapa?
“Yha ngapain ngundang Taiwan broooo,” gitu kali ya kata Presiden Xi Jinping ke Joe Biden. Dengan mengundang Taiwan di kegiatan demokrasi tersebut, secara gak langsung  AS mengakui kedaulatan Taiwan sebagai negara demokrasi karena yang diundang yhaa negara-negara berkedaulatan dan berasas demokrasi. Padahal, China masih ngerasa Taiwan miliknya (iya, kayak mantan kamu) karena itulah mereka nggak setuju kalo Taiwan dianggap negara dan diundang-undang gitu.
 
Rumit yha sis. Give me some refresher dong. 
Aight. Jadi, tadinya Taiwan emang merupakan bagian dari China. Sebutannya ni, China yang sekarang adalah mainland, dan Taiwan disebut island yang masih merupakan bagian dari China. Nah, pada tahun 1927 sampe 1949, terjadilah civil war antara partai komunis dan partai berasaskan demokrasi. Partai demokrasi ini kemudian kalah dan para loyalis dan pemimpinnya yang terdesak kemudian cabs ke Taiwan, dan membentuk pemerintahan baru. Sejak saat itu, Taiwan mendeklarasikan diri sebagai negara yang merdeka.
 
OK…
Nah tapi China enggak setuju gengs. Menurut China, Taiwan teteup wilayahnya, dan keduanya cuma terpisah di pulau bagian bawah dari mainland aja. Karena enggak ketemu inilah, Taiwan dan China kerap tegang-tegangan. Terus, sejauh ini udah banyak banget kebijakan yang diambil China buat menegaskan kekuasaannya di Taiwan, tapi sampe sekarang Taiwan masih kekeuh ogah dianggap bagian dari China. Karena itulah, China kesel deh sama AS karena kok AS gak berpihak sama China dengan ngundang Taiwan gini? Padahal sebelumnya Biden udah menegaskan komitmennya pada kebijakan “One China Policy” yaitu cuma mengakui satu negara China aja, which is mainland China ...
 
Hmm… Anyone saying anything?
Nah, yang bilang AS making a mistake adalah juru bicara Taiwan Affairs Office China, Zhu Fenglian. Zhu bilang kalo China mengecam banget ni tindakan AS, dan minta kalo AS stick to the One China Policy. Terus, kecaman ini juga sekaligus melarang interaksi resmi apapun di antara AS dan “China’s Taiwan Region.” Nah kalo dari Taiwannya sendiri, mereka malah berterima kasih banget sama AS karena udah diundang. Kata juru bicara istana kepresidenan Taiwan Xavier Chang, undangan ini bisa jadi hal baik bagi Taiwan secara internasional.
 
Yha. Anything else?
Pada online meeting minggu lalu, Xi Jinping udah mewanti-wanti Biden supaya enggak ikut campur dalam urusan China dan Taiwan. Xi bilang bahwa kalo ikut campur, maka Biden sama aja kayak main api dan “you’ll get burned.” Terus, Biden ngeles dan bilang bahwa AS masih berpegang teguh sama “One China Policy”-nya mereka. Tapi tau gak sih gengs, sebenernya kebijakan “One China Policy” yang diberlakukan AS ini menyebutkan bahwa mereka mengakui China “mengklaim” Taiwan, tapi mereka enggak mengakui klaim tersebut. Soalnya, AS sendiri masih berpegang teguh sama kebijakan lainnya kalo mereka gak mengakui tindakan pengambilan kekuasaan yang gak sah dalam bentuk apapun. Hmmm, a loophole...